Sensasi di Balik Kemudi Mazda CX-3

Review

Sensasi di Balik Kemudi Mazda CX-3

JAKARTA - Anda akan merasakan fokusnya berkendara sekaligus menikmati performa dari mesin Mazda CX-3.

Perjalanan Jakarta-Bandung-Jakarta pada media drive Mazda CX-3 baru-baru ini menghasilkan beberapa catatan yang dapat disimpulkan Mobil123.com. Kali ini jatuh pada sisi interior dan juga performa mesin.

PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sepertinya tahu benar bagaimana memaksimalkan kemampuan dari Mazda CX-3. Dan itu yang dishare kepada awak media termasuk Mobil123.com. Rute Jakarta-Bandung yang pada hari ini biasa ditempuh melalui tol Cipularang, kali ini ditempuh melalui jalur nostalgia  yakni Puncak-Cianjur-Padalarang.

Interior


Pada awal perjalanan, Mobil123.com mengambil posisi sebagai penumpang, baik di depan lalu kemudian berganti ke belakang. Kesan pertama yang ditangkap adalah ruang interior memberikan kesan elegan dan roomy. Warna hitam mendominasi setiap jengkalnya plus beberapa aksen warna merah. Material soft touch dan detail jahitan yang rapih memperkuat kesan tadi.

Rasanya seluruh penumpang dapat memposisikan duduk susai dengan keinginan. Ini bisa dilakukan karena leg room dan head room yang memadai untuk menampung rata-rata hingga 5 orang dewasa. Untuk diketahui, Mazda CX-3 yang kami gunakan yakni varian Touring masih menggunakan pengaturan jok manual, sementara PT EMI mengabarkan bahwa jok elektrik ada pada varian GT.

Satu catatan adalah akses keluar masuk penumpang terutama pada bagian belakang. Karena pilar C agak melandai, penumpang harus berhati-hati masuk ke mobil agar kepala tidak terbentur. 

Feeling Berkendara


Mobil123.com akhirnya berkesempatan untuk mengemudikan Mazda CX-3. Setelah posisi duduk ideal didapat juga mengatur stir dengan tilt dan teleskopik perjalan pun dimulai.

Respon dari mesin SkyActiv-G 2.0 dirasa cukup menarik terlebih saat menggunakan mode berkendara sport. Tenaga sebesar 146 hp pada 6.000 rpm serta torsi 192 Nm di putaran 2.800 rpm dapat mengakomodir beragam kebutuhan berkendara. 

Saat melewati jalur-jalur pegunungan yang padat hingga perkotaan berkarkarter mendatar, akselerasi dapat dilakukan dengan mudah dan cukup presisi. Misalnya saat hendak melewati kendaraan di tengah padatnya koda Bandung, cukup menyentuh lembut pedal gas, Mazda CX-3 sudah cukup memiliki tenaga untuk menunjang manuver. 

Catatan, semua keluarga Mazda termasuk CX-3 memiliki pedal gas yang muncul dari dek. Mungkin ini membuatnya satu-satunya pabrikan Jepang yang menggunakan sistem demikian. Karena pabrikan lainnya memilih menggunakan model gantung. Memang menggunakan sistem pedal gas yang menyembul dari dek jauh lebih mahal. Namun keunggulannya memiliki respon yang lebih sempurna dan terasa lebih nyaman bagi pengemudi.  

Dari sisi stabilitas, sepertinya acungan jempol layak dilayangkan untuk Mazda CX-3. Para engineer Mazda sepertinya sudah sangat ekspert untu memadukan SkyActiv pada mesin, bodi dan juga sasis. Belum lagi dengan fitur-fitur penunjang berkendara seperti Dinamic Stability Control (DSC), Traction Control System (TSC) hingga G-Vectoring Control (GVC) yang Mobil123.com ulas pada tulisan berikutnya.

Dari sini boleh dibilang secara umum gejala negatif berkendara seperti body roll atau mungkin understeer masih di bawah batas toleransi atau nyaris tak terasa.  Mobil123.com hanya perlu melakukan beberapa koreksi pada stir jika memang dibutuhkan, ini akhirnya membuat  pengemudi tidak cepat letih. Dan informasi penunjang berkendara juga cukup banyak, ini membuat siapun Anda dapat fokus selama mengemudi.

Dan akhirnya, perjalanan pulang dari Bandung via Cipularang menuju Sunter mengakhiri seluruh kegiantan media drive Mazda CX-3. Dalam iring-iringan dan saat jalan langsam, Mobil123.com dapat menikmati perjalanan dengan menggunakan crise control sambil menikmati sistem audio yang bisa terkoneksi dengan smartphone. [Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123          
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual