Sarankan Jalur Khusus Motor di Jalan Tol, Bamsoet: Mereka juga Bayar Pajak

Berita Otomotif

Sarankan Jalur Khusus Motor di Jalan Tol, Bamsoet: Mereka juga Bayar Pajak

JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo menyarankan pemerintah melengkapi infrastruktur tol dengan jalur khusus sepeda motor.

Bamsoet, sapaan akrabnya, menilai para pemotor sebenarnya punya hak untuk ‘menikmati’ kemajuan infrastruktur jalan, termasuk jalan tol.

Hanya saja, jalan tol di Indonesia perlu memiliki jalur khusus motor.

“Kalau kondisi tolnya tidak ada jalur pemisah seperti jalan-jalan tol yang ada saat ini, agak riskan,” ucap dia di sela-sela konferensi pers pra-Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023, Kamis (2/2/2023).

motor masuk tol

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) tersebut, pengendara motor dan pengemudi mobil sama-sama membayar pajak. Oleh karena itu, idealnya tidak ada diskriminasi dalam penggunaan jalan tol.

“Ini secara bisnis juga tidak merugikan karena motor, kan, kalau masuk situ juga akan bayar. Jumlahnya pun lebih banyak daripada mobil,” pungkasnya.

Bamsoet lalu menyinggung soal keberadaan Tol Bali Mandara. Jalan tol atas laut pertama di Indonesia tersebut, sejak awal dirancang, sudah memikirkan jalur khusus motor.

Sekadar informasi, Tol Bali Mandara diresmikan dan dibuka sejak September 2013 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Infrastruktur yang dibangun selama 14 bulan itu terbentang sepanjang 12,7 km. Tol Bali Mandara diharapkan dapat menunjang aktivitas perekonomian maupun pariwisata di ‘Pulau Dewata’.

moge minta masuk tol

“Kalau jalan tolnya memungkinkan, dibangunlah seperti di Bali. Ada pemisah jalan khusus buat motor. Mungkin (selebar) 2-3 meter khusus untuk kendaraan roda dua. Itu yang ideal,” tegas dia.

Komunitas motor besar (motor gede/moge) sendiri, pada awal 2023, menjadi sorotan karena meminta izin agar bisa masuk ke jalan tol.

Menanggapi isu tersebut, Bamsoet berpikir bahwa mereka pun idealnya baru boleh melakukannya jika sudah ada jalur pemisah antara mobil dengan motor.

“Mau moge, mau non-moge itu kendaraan roda dua. Artinya tetap harus ada jalur terpisah. Tak usah terlalu meniru di luar negeri (tak ada pembatas). Itu kalau kesadaran berkendaranya juga sudah tinggi. Artinya adalah bisa mengendalikan diri, mengukur kecepatan” lontar dia. [Xan/Ses]

Download Aplikasi Mobil 123 di iOS atau Android untuk Dapatkan Deretan Mobil Baru & Bekas Terbaik serta Informasi Otomotif Terkini!



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang