Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Renault Tidak akan Ambil Alih Kepemilikan Nissan dan Mitsubishi Renault Tidak akan Ambil Alih Kepemilikan Nissan dan Mitsubishi Berita Otomotif Adi Hidayat | 26 June 2018 09:00 TOKYO – Renault dipastikan tidak akan mengakuisisi Nissan Motor dan Mitsubishi Motors Corp sebagai anak perusahaannya.Hal tersebut disampaikan oleh alliance chairman Carlos Ghosn beberapa hari lalu. Kemitraan antara ketiganya memang terbilang unik karena masing-masing brand mempertahankan keunggulannya masing-masing meski tetap melakukan kerjasama dalam pengembangan kendaraan. Artikel terkait Nissan Dikabarkan akan Gugat Cerai Renault Berita Otomotif 15 January 2020 Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Raih Peningkatan Pendapatan Berita Otomotif 21 June 2018 Skandal Ghosn Jadi Diskusi Pemimpin Perancis dan Jepang di G20 Berita Otomotif 03 December 2018 “Siapapun yang menanyakan apakah Nissan dan Mitsubishi akan menjadi anak perusahaan dari Renault, kemungkinannya adalah nol persen,” ungkap Ghosn saat rapat pemegang saham Mitsubishi Motors.Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi berhasil menjelma menjadi produsen otomotif paling laris di dunia pada tahun 2017. Kombinasi ketiganya berhasil mengalahkan Volkswagen Group dan Toyota yang sebelumnya bersaing untuk menjadi produsen terlaris.Dengan bergabung dalam aliansi maka Renault, Nissan dan Mitsubishi berhasil menekan biaya pengembangan kendaraan, pengadaan komponen dan produksi kendaraan. Dengan demikian maka masing-masing brand tidak akan saling mengalahkan.Mereka juga saling memiliki saham satu sama lain. Renault misalnya yang memiliki saham sebesar 43,4 persen di Nissan sementara Nissan memiliki 15 persen saham Renault. Sementara Mitsubishi yang baru bergabung oleh Aliansi pada 2016, 34 persen sahamnya dimiliki oleh Nissan.Ghosn juga menegaskan bahwa fokus aliansi adalah untuk menjual lebih banyak mobil dan meningkatkan pendapatan dengan mengurangi proses berulang. Ia pun ingin agar ketiga produsen mempertahankan kemandiriannya dan tidak mengikuti rival-rival mereka.“Kita harus berkerjasama untuk menemukan sistem terbaik dan melanjutkan di masa depan untuk menjadi yang terdepan. Kita harus membuktikan bahwa ini akan terus berlanjut mulai dari 5 tahun, 10 tahun atau bahkan 15 tahun ke depan,” pungkasnya. [Adi/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait Aliansi mitsubishi Nissan-NCSR Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Renault Cetak Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Renault Tidak akan Ambil Alih Kepemilikan Nissan dan Mitsubishi Berita Otomotif Adi Hidayat | 26 June 2018 09:00 TOKYO – Renault dipastikan tidak akan mengakuisisi Nissan Motor dan Mitsubishi Motors Corp sebagai anak perusahaannya.Hal tersebut disampaikan oleh alliance chairman Carlos Ghosn beberapa hari lalu. Kemitraan antara ketiganya memang terbilang unik karena masing-masing brand mempertahankan keunggulannya masing-masing meski tetap melakukan kerjasama dalam pengembangan kendaraan. Artikel terkait Nissan Dikabarkan akan Gugat Cerai Renault Berita Otomotif 15 January 2020 Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Raih Peningkatan Pendapatan Berita Otomotif 21 June 2018 Skandal Ghosn Jadi Diskusi Pemimpin Perancis dan Jepang di G20 Berita Otomotif 03 December 2018 “Siapapun yang menanyakan apakah Nissan dan Mitsubishi akan menjadi anak perusahaan dari Renault, kemungkinannya adalah nol persen,” ungkap Ghosn saat rapat pemegang saham Mitsubishi Motors.Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi berhasil menjelma menjadi produsen otomotif paling laris di dunia pada tahun 2017. Kombinasi ketiganya berhasil mengalahkan Volkswagen Group dan Toyota yang sebelumnya bersaing untuk menjadi produsen terlaris.Dengan bergabung dalam aliansi maka Renault, Nissan dan Mitsubishi berhasil menekan biaya pengembangan kendaraan, pengadaan komponen dan produksi kendaraan. Dengan demikian maka masing-masing brand tidak akan saling mengalahkan.Mereka juga saling memiliki saham satu sama lain. Renault misalnya yang memiliki saham sebesar 43,4 persen di Nissan sementara Nissan memiliki 15 persen saham Renault. Sementara Mitsubishi yang baru bergabung oleh Aliansi pada 2016, 34 persen sahamnya dimiliki oleh Nissan.Ghosn juga menegaskan bahwa fokus aliansi adalah untuk menjual lebih banyak mobil dan meningkatkan pendapatan dengan mengurangi proses berulang. Ia pun ingin agar ketiga produsen mempertahankan kemandiriannya dan tidak mengikuti rival-rival mereka.“Kita harus berkerjasama untuk menemukan sistem terbaik dan melanjutkan di masa depan untuk menjadi yang terdepan. Kita harus membuktikan bahwa ini akan terus berlanjut mulai dari 5 tahun, 10 tahun atau bahkan 15 tahun ke depan,” pungkasnya. [Adi/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait Aliansi mitsubishi Nissan-NCSR Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Renault
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...