PSBB Penuh Kembali Dijalankan, Pembatasan Ganjil Genap Ditiadakan

Berita Otomotif

PSBB Penuh Kembali Dijalankan, Pembatasan Ganjil Genap Ditiadakan

JAKARTA – Pemerintah DKI Jakarta resmi akan mengulang kembali kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara penuh.

Sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta sempat menggelar PSBB pada awal pandemi. Namun kemudian kebijakan tersebut dilonggarkan dan masuk ke fase PSBB masa Transisi. Keputusan tersebut diambil karena melihat kondisi pandemi di DKI Jakarta berangsur membaik.

Sayangnya, kondisi tersebut tidak bertambah baik. Fase PSBB Transisi justru menjadikan jumlah penderita Covid-19 kembali meningkat besar-besaran. Akibatnya, Pemerintah DKI Jakarta pun memutuskan untuk melakukan kembali PSBB secara ketat mulai hari Senin, 14 September 2020.

Selama masa PSBB secara ketat ini, masyarakat akan dibatasi kembali pergerakannya. Salah satunya adalah transportasi publik yang dibatasi jumlah dan jam operasionalnya. Guna mengantisipasi kepadatan, maka kebijakan pembatasan Ganjil-Genap akan dihentikan sementara. Dengan demikian masyarakat yang terpaksa harus bekerja dapat menggunakan kendaraan pribadi mereka.

PSBB diulang

Kegiatan perkantoran selama PSBB pun harus ditutup dan karyawan diharapkan bekerja dari rumah. Namun ada 11 bidang usaha yang tetap dapat berjalan namun pengoperasiannya tetap dibatasi serta jumlah karyawan tidak boleh penuh.

Seluruh tempat hiburan pun harus tutup termasuk Ancol, Ragunan, Monas dan taman-taman kota. Usaha makanan diperbolehkan namun tidak bisa makan ditempat. Hanya dibawa pulang atau diantar. Demikian pula tempat ibadah hanya diperuntukkan bagi warga setempat dengan protokol ketat.

Sebelumnya, pembatasan ganjil genap mulai dilakukan pada awal Agustus 2020 meski ketika itu masih PSBB Transisi. Hal ini dilakukan karena mobilitas masyarakat yang semakin tinggi setiap harinya. Pembatasan sistem ganjil-genap tersebut bertujuan untuk membatasi mobilitas warga dan memperlancar arus kendaraan.

Sedikitnya ada 25 ruas jalan di DKI Jakarta yang akan terdampak terhadap kebijakan pembatasan kendaraan ini. Peraturan tersebut pun diberlakukan pada pagi dan sore hari, yakni pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 16.00-21.00 WIB.

Sayangnya, langkah tersebut tidak mengurangi penularan Covid-19 di Indonesia, khususnya Jakarta. Hingga kini jumlah kasus postif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Hingga berita ini dibuat, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini sudah mencapai 203.342 kasus. Jumlah kasus sembuh mencapai 145.200 dan jumlah orang yang meninggal dunia sebanyak 8.336 jiwa. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar