Pasar Mobil Indonesia 2021: Antara Optimisme dan Ketidakpastian Pandemi

Berita Otomotif

Pasar Mobil Indonesia 2021: Antara Optimisme dan Ketidakpastian Pandemi

JAKARTA – Dalam konferensi pers akhir tahun, pabrikan-pabrikan mengutarakan optimisme pasar mobil Indonesia pada 2021 lebih baik daripada 2020 karena sudah ditemukannya vaksin virus Corona (Covid-19). Penjualan mobil diproyeksikan menembus 700 ribu unit, tapi bisa meleset karena masih terdapat ketidakpastian situasi pandemi.

Sekadar mengingatkan, pandemi Corona menerpa Indonesia sejak Maret 2020 hingga detik ini. Meski data penjualan mobil final dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk tahun lalu belum dirilis, pelaku industri meyakini jumlahnya hanya 530 ribuan unit (wholesales/dari pabrik ke dealer) yang notabene turun jauh dari capaian 2019 sebanyak 1,030 juta unit.

Hendrayadi Lastiyoso, Division Head Marketing and Customer Relations PT. Astra International – Daihatsu Sales Operation, mengatakan prediksi pasar otomotif untuk 2021 tak seperti biasanya. Pabrikan kini agak sulit membuat prediksi gara-gara pandemi.

Di zaman normal, lanjutnya, pabrikan amat gampang membuat proyeksi penjualan mobil secara statistik. Tapi, perkembangan situasi pandemi dengan vaksin baru yang rencananya diberikan ke masyarakat mulai awal 2021 masih tidak bisa diperkirakan.


“Situasinya akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana situasi pandemi ini. Nomor satu adalah bagaimana situasi implementasi vaksin. Apa bisa terlaksana dengan baik sampai di kuartal dua, kuartal tiga. Jadi bukannya sulit tentukan satu angka, tapi sulit karena banyak faktor ketidakpastian. Tapi bagaimana pun kami optimistis tahun depan (2021) lebih baik dari 2020. Membaiknya kapan akan sangat tergantung vaksin tadi, bukan hanya di Indonesia tapi juga di global,” papar Hendrayadi dalam temu media secara virtual pada Desember kemarin.

Yusak Billy selaku Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor mengatakan indikator-indikator yang ada sejauh ini memperlihatkan sinyal positif bagi pasar. Pertama, sejak Juni 2020 penjualan mobil bulanan terus naik.

Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia pada November 2020 juga telah naik menjadi 50,6 persen. Berdasarkan informasi yang didapat Mobil123.com di situs Sekretariat Kabinet, PMI pada Desembernya naik lagi menjadi 51,3 persen.


“Kalau PMI di atas 50 persen, industri berarti sedang ekspansi. Di bawah itu berarti sedang kontraksi. Industri sudah mulai bergerak. kepercayaan diri sudah mulai pulih,” jelas eksekutif Honda tersebut pada bulan terakhir 2020.

Pekerjaan rumah yang tersisa menurut Billy adalah bagaimana agar kemauan serta kepercayaan diri konsumen untuk membeli mobil pada 2021 terus meningkat pula. Ia menyebut Gaikindo telah menetapkan target penjualan mobil 2021 sebanyak 750 ribu unit. Mobil123.com berusaha mendapatkan konfirmasi dari Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo, tapi hingga berita ini dinaikkan dia tidak merespons telepon maupun pesan singkat.

Bob Azzam sebagai Director of Administration, Corporate, and External Affairs PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia pun meyakini penjualan maupun ekspor mobil pada 2021 berpotensi lebih baik daripada 2020. Alasannya serupa yaitu tren positif penjualan mobil bulanan, PMI yang membaik, plus adanya vaksin yang mulai didistribusikan ke berbagai negara termasuk Indonesia.


“Satu sisi optimistis dan sisi lain hati-hati karena uncertainty (ketidakpastian) dan kondisi Covid-19 yang naik-turun. Bahkan ada negara yang mau lockdown lagi. Tapi kalau kami lebih baik yang pertama saja (optimistis),” tegasnya, Desember silam. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar