Pasar lagi agak Berat, Kredit Mobil Baru Diperketat!

Berita Otomotif

Pasar lagi agak Berat, Kredit Mobil Baru Diperketat!

BANDUNG – Perusahaan pembiayaan sedang lebih berhati-hati menyalurkan kredit mobil baru. Ini berdampak pada pertumbuhan penjualan di pasar.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan pasar agak sedikit memberat akhir-akhir ini. Dua penyebabnya adalah kondisi ekonomi dunia serta penyaluran kredit kepemilikan kendaraan bermotor yang sedang diperketat.

“Keadaan dunia khususnya terkait ekonomi agak cukup berat. Alasan kedua adalah kondisi penyaluran pembiayaan yang lebih ketat karena kami harus betul-betul sangat hati-hati untuk memberikan pembiayaan atau leasing kepada para pembeli mobil. Jangan sampai  ada apa-apa di belakang hari,” papar Nangoi ketika ditemui di sela-sela pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Bandung 2023, Rabu (22/11/2023).

GIIAS Bandung 2023

Alasan pengetatan kredit kendaraan bermotor, lanjut Nangoi, bervariasi. Tapi, salah satunya adalah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps), dari 5,75 persen menjadi 6,00 persen pada paruh kedua Oktober kemarin.

“(Leasing ketat) karena keadaan ekonomi, suku bunga naik, dan lain-lain. Jadi, harus lebih hati-hati,” lontar dia.

Jika menilik data Gaikindo Januari-Oktober 2023, penjualan wholesales (distribusi ke diler/untuk stok) memang turun 1,8 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), dari 851.411 unit menjadi 836.048 unit.

Sementara itu, penjualan retail (distribusi diler ke konsumen) selama 10 bulan pertama 2023 relatif stagnan. Tercatat, hanya ada kenaikan 0,4 persen yoy, dari 822.017 unit menjadi 825.691 unit.

GIIAS Bandung 2023

Gaikindo menargetkan penjualan mobil di Indonesia pada 2023 adalah 1.050.000 unit.

Artinya, masih ada ‘utang’ sekitar 224 ribu lagi secara retail yang harus dikejar pada dua bulan tersisa (November serta Desember).

Nangoi sendiri mengklaim situasi politik yang sedang ramai menjelang Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) pada Februari 2024 mendatang secara umum tidak terlalu mempengaruhi transaksi jual-beli mobil.

“(Efek dari) ’tahun politik’ saya rasa belum terlalu terasa,” aku mantan Presiden Direktur PT. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) tersebut. [Xan/Ses]



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang