Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif Ogah Kalah dari Indonesia, Thailand 'Siram' Mobil Listrik dengan Insentif Ogah Kalah dari Indonesia, Thailand 'Siram' Mobil Listrik dengan Insentif Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 24 February 2022 18:34 BANGKOK - Saat Indonesia gencar memberikan insentif bagi mobil listrik, Thailand pun memutuskan kebijakan serupa.Kabinet pemerintahan Thailand, seperti dilaporkan Reuters baru-baru ini, menyetujui paket insentif pajak untuk mendorong pertumbuhan pasar mobil listrik. Harapannya, industri dan perekonomian di sana pada akhirnya dapat terdongkrak.Sekadar mengingatkan, Indonesia, di sisi lain, sejak tiga tahun lalu menciptakan program percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Ini dicetuskan lewat Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.Berbagai insentif fiskal maupun nonfiskal disiapkan bagi konsumen mobil listrik maupun pabrikannya yang berinvestasi di Tanah Air.Salah satunya tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) spesial bagi mobil mild hybrid, hybrid, plug-in hybrid, mobil listrik murni, sampai mobil hidrogen yang berlaku per 16 Oktober 2021.Pada 2035, pemerintah Indonesia menargetkan produksi sejuta mobil listrik. Mereka juga mendorong investasi pabrik baterai kendaraan listrik. Artikel terkait Era Mobil Listrik Ancam Hampir Separuh Perusahaan Komponen di Indonesia Berita Otomotif 18 October 2021 Bocoran Terbaru Soal Suzuki Ertiga dan XL7 Hybrid! Kapan Dijual di Indonesia? Berita Otomotif 22 July 2021 Ford Patenkan Teknologi Pengisian Daya Baterai Hands-Free Berita Otomotif 07 March 2022 Lebih lanjut, salah satu insentif yang baru disepakati pemerintah Thailand adalah pengurangan bea masuk tahun ini dan tahun depan.Ada pengurangan bea masuk 40 persen untuk impor mobil listrik Completely Built Up (CBU) seharga hingga 2 juta baht (Rp885,93 juta, 1 baht = Rp442,97).Lalu, impor CBU mobil listrik berbanderol di atas itu sampai dengan 7 juta baht (Rp3,1 miliar) mendapat potongan bea masuk sebesar 20 persen.Terdapat pula reduksi pajak cukai bagi mobil-mobil listrik impor menjadi 2 persen, dari sebelumnya 8 persen. Kebijakan ini diharapkan menambahkan 7.000 kendaraan listrik pada tahun pertama, menurut Menteri Keuangan Arkhom Termpittayapaisith.Stimulus lainnya ialah rabat pajak penghasilan dari 35 persen menjadi 17 persen bagi para pekerja ekspatriat di industri-industri atau zona-zona ekonomi yang menjadi target.Thailand menargetkan 30 persen dari total produksi kendaraan mereka pada 2030 dikontribusikan oleh mobil listrik.Bicara industri otomotif, Thailand masih ‘pemain’ utama di region Asia Tenggara, dengan produksi saat ini sekitar 2 juta mobil setiap tahunnnya. ‘Negeri Gajah Putih’ telah cukup lama menjadi basis produksi berbagai pabrikan roda empat global.Pabrikan-pabrikan mobil terpilih di Thailand nantinya menerima pula insentif 70-150 ribu baht (Rp31- 66,44 juta) untuk setiap mobil listrik yang diproduksi. Insentif bagi produksi setiap unit sepeda motor listrik 18 ribu baht (Rp7,9 juta).“Ini semua untuk memacu investasi dan penciptaan pekerjaan. Ini perlu, kalau tidak kami tidak akan bisa mengikuti cepatnya perkembangan industri otomotif dan yang lain akan menyalip kami,” sebut Arkhom. [Xan/Ses]>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<< ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait mild hybrid insentif mobil listrik kendaraan listrik hybrid Mobil Listrik Plug-In Hybrid Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Ogah Kalah dari Indonesia, Thailand 'Siram' Mobil Listrik dengan Insentif Berita Otomotif Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 24 February 2022 18:34 BANGKOK - Saat Indonesia gencar memberikan insentif bagi mobil listrik, Thailand pun memutuskan kebijakan serupa.Kabinet pemerintahan Thailand, seperti dilaporkan Reuters baru-baru ini, menyetujui paket insentif pajak untuk mendorong pertumbuhan pasar mobil listrik. Harapannya, industri dan perekonomian di sana pada akhirnya dapat terdongkrak.Sekadar mengingatkan, Indonesia, di sisi lain, sejak tiga tahun lalu menciptakan program percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Ini dicetuskan lewat Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.Berbagai insentif fiskal maupun nonfiskal disiapkan bagi konsumen mobil listrik maupun pabrikannya yang berinvestasi di Tanah Air.Salah satunya tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) spesial bagi mobil mild hybrid, hybrid, plug-in hybrid, mobil listrik murni, sampai mobil hidrogen yang berlaku per 16 Oktober 2021.Pada 2035, pemerintah Indonesia menargetkan produksi sejuta mobil listrik. Mereka juga mendorong investasi pabrik baterai kendaraan listrik. Artikel terkait Era Mobil Listrik Ancam Hampir Separuh Perusahaan Komponen di Indonesia Berita Otomotif 18 October 2021 Bocoran Terbaru Soal Suzuki Ertiga dan XL7 Hybrid! Kapan Dijual di Indonesia? Berita Otomotif 22 July 2021 Ford Patenkan Teknologi Pengisian Daya Baterai Hands-Free Berita Otomotif 07 March 2022 Lebih lanjut, salah satu insentif yang baru disepakati pemerintah Thailand adalah pengurangan bea masuk tahun ini dan tahun depan.Ada pengurangan bea masuk 40 persen untuk impor mobil listrik Completely Built Up (CBU) seharga hingga 2 juta baht (Rp885,93 juta, 1 baht = Rp442,97).Lalu, impor CBU mobil listrik berbanderol di atas itu sampai dengan 7 juta baht (Rp3,1 miliar) mendapat potongan bea masuk sebesar 20 persen.Terdapat pula reduksi pajak cukai bagi mobil-mobil listrik impor menjadi 2 persen, dari sebelumnya 8 persen. Kebijakan ini diharapkan menambahkan 7.000 kendaraan listrik pada tahun pertama, menurut Menteri Keuangan Arkhom Termpittayapaisith.Stimulus lainnya ialah rabat pajak penghasilan dari 35 persen menjadi 17 persen bagi para pekerja ekspatriat di industri-industri atau zona-zona ekonomi yang menjadi target.Thailand menargetkan 30 persen dari total produksi kendaraan mereka pada 2030 dikontribusikan oleh mobil listrik.Bicara industri otomotif, Thailand masih ‘pemain’ utama di region Asia Tenggara, dengan produksi saat ini sekitar 2 juta mobil setiap tahunnnya. ‘Negeri Gajah Putih’ telah cukup lama menjadi basis produksi berbagai pabrikan roda empat global.Pabrikan-pabrikan mobil terpilih di Thailand nantinya menerima pula insentif 70-150 ribu baht (Rp31- 66,44 juta) untuk setiap mobil listrik yang diproduksi. Insentif bagi produksi setiap unit sepeda motor listrik 18 ribu baht (Rp7,9 juta).“Ini semua untuk memacu investasi dan penciptaan pekerjaan. Ini perlu, kalau tidak kami tidak akan bisa mengikuti cepatnya perkembangan industri otomotif dan yang lain akan menyalip kami,” sebut Arkhom. [Xan/Ses]>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<< ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait mild hybrid insentif mobil listrik kendaraan listrik hybrid Mobil Listrik Plug-In Hybrid
Era Mobil Listrik Ancam Hampir Separuh Perusahaan Komponen di Indonesia Berita Otomotif 18 October 2021
Bocoran Terbaru Soal Suzuki Ertiga dan XL7 Hybrid! Kapan Dijual di Indonesia? Berita Otomotif 22 July 2021
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...