Musuh Bebuyutan, Lamborghini Sebut Umur Para Pemilik Ferrari Lebih Tua

Berita Otomotif

Musuh Bebuyutan, Lamborghini Sebut Umur Para Pemilik Ferrari Lebih Tua

BOLOGNA – Lamborghini mengeluarkan pernyataan yang 'menggelitik' mengenai perbedaan mereka dengan Ferrari, sang musuh bebuyutan.

Perbandingan antara Ferrari dan Lamborghini memang kerap datang dari berbagai pihak. Menjawab persoalan ini, CEO Volkswagen Group Herbert Diess menegaskan bahwa Lamborghini—merek yang kini dibawahi VW Group—tidak pantas minder dalam komparasi tersebut.

Salah satu alasannya, karena basis konsumen Ferrari saat ini berusia lebih tua.

“Kondisi Lamborghini sangat bagus, dengan return dua digit serta program elektrifikasi mereka. Merek ini tak pantas merasa di bawah ketika diperbandingkan dengan Ferrari. Kami punya konsumen-konsumen lebih muda, kami lebih kuat di Asia, serta punya rentang model lebih luas,” tegas dia seperti dilaporkan Carscoops beberapa waktu lalu.

Lamborghini Huracan Performante

Lamborghini sendiri merupakan rival abadi Ferrari. Latar belakang merek ini membuat supercar pada 1963 tak lepas dari kekesalan terhadap Ferrari.

Sebelum mendirikan pabrikan supercar, Ferruccio Lamborghini dahulu adalah pengusaha pabrikan traktor yang sukses hingga mampu membeli Ferrari. Ia kemudian menemui Enzo Ferrari, sang pendiri Ferrari, untuk mengeluhkan kopling mobil yang dia beli.

Enzo kemudian menghina Ferruccio bahwa seorang pembuat traktor tak punya cita rasa terhadap supercar. Ferruccio lalu melampiaskan dendamnya dengan mulai membuat mobil-mobil performa tinggi hingga sekarang.

‘Perang’ di antara Lamborghini dan Ferrari memanas satu dekade belakangan. Soalnya, pertumbuhan penjualan mereka sama-sama terbilang impresif.

Pada 2019, sebelum terjadinya pandemi Covid-19, Lamborghini mengalami tahun terbaik dengan penjualan 8.205 unit di seluruh dunia. Padahal, 20 tahun sebelumnya mereka hanya mampu menjual 265 unit.

Di bawah VW Group, bisnis Lamborghini makin moncer. Akan tetapi, performa mereka masih tetap di bawah Ferrari yang menjual 10.131 unit pada 2019.

Dari sisi model, Lamborghini menawarkan pilihan lebih beragam kepada konsumen, karena memiliki SUV Urus. Faktanya, model ini menjadi salah satu kontributor utama penjualan merek berlogo banteng tersebut.

SUV Lamborghini Urus

Sementara, Ferrari hingga kini belum punya SUV teranyar. Mereka dilaporkan baru dalam tahap pengembangan untuk sebuah SUV yang kelak dinamakan Purosangue.

Kalau Anda masuk ke kubu mana, tim Lamborghini atau tim Ferrari? [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar