Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Mobil Listrik Mobil Hybrid Disebut Layak Dapat Insentif Lebih Banyak! Setuju? Mobil Hybrid Disebut Layak Dapat Insentif Lebih Banyak! Setuju? Mobil Listrik Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 05 October 2023 14:50 JAKARTA – Pengamat otomotif percaya mobil hybrid pantas mendapat insentif yang tak terlalu jomplang dari mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV). Pasalnya, dampak mobil hybrid terhadap lingkungan maupun pasar tak bisa dikatakan kecil. Mobil hybrid, menurut Pengamat Otomotif Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Riyanto, perlu mendapatkan insentif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB). Saat ini, hanya mobil listrik murni yang mendapatkan kedua insentif tersebut. “Kalau bisa kita berikan ruang fiskal lebih. Kalau sekarang, kan, belum dapat BBN-KB dan PKB. Kemungkinan itu bisa dipertimbangkan untuk diberikan kepada yang hybrid,” ucap dia dalam diskusi ‘Otomotif, Ujung Tombak Dekarbonisasi Indonesia’ pada Selasa (8/8/2023) di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta. Artikel terkait Indonesia Dirasa Tak Cuma Butuh Banyak Mobil Listrik Murni, tapi juga Mobil Hybrid Mobil Listrik 23 August 2024 Insentif Mobil Hybrid Dipastikan Tidak Ada, Pemerintah Pilih Dorong Mobil Listrik Mobil Listrik 07 August 2024 Toyota Masih Yakin Pemerintah Indonesia akan Tambah Insentif Mobil Hybrid Mobil Listrik 17 January 2024 Bahkan, Riyanto menilai kalau insentif PPnBM mobil hybrid juga perlu dipertimbangkan untuk dikurangi. “PPnBM, kalau di PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 74 Tahun 2021, sudah jelas 6 persen. Kelihatannya pemerintah kalau menurunkannya lagi bisa saja,” lontarnya. Baik mobil hybrid maupun mobil listrik murni memang sudah mendapatkan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dari pemerintah berdasarkan regulasi tersebut. Hanya saja, tarif PPnBM mobil hybrid adalah 6 persen, sedangkan tarif PPnBM mobil listrik murni ialah 0 persen. Mobil plug-in hybrid (PHEV), di sisi lain, mendapatkan PPnBM 5 persen. Pandangan Riyanto terhadap insentif mobil hybrid didasarkan atas beberapa alasan. Pertama, jika melihat dari sisi lingkungan, dampak mobil hybrid terhadap pengurangan emisi sudah cukup besar. “Sebuah mobil hybrid sudah bisa mereduksi emisi hingga 50 persen. Itu hitungan dari tangki ke knalpot,” Alasan kedua terkait dengan kemulusan transisi di era elektrifikasi pasar otomotif Indonesia. Menurut Riyanto, dari sisi harga, mobil hybrid lebih terjangkau dan tidak memerlukan infrastruktur pengecasan. “Itu kalau pertimbangannya untuk mendorong transisinya. Nanti, pelan-pelan, saat ekosistem BEV terbentuk, bisa saja itu (insentif PKB dan BBN-KB untuk mobil hybrid) kemudian dikurangi,” tandas dia. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin Taufiek Bawazier membuka potensi penambahan insentif mobil hybrid. Bahkan, sekarang pun, itu sedang dalam pembahasan. Dalam wacana yang sedang didiskusikan, semakin rendah produksi karbon mobil hybrid, semakin besar tambahan insentifnya. Tapi, Taufiek tidak menyebut apa bentuk konkret dari tambahan insentif itu. “Kalau melihat dari tadi animonya, mungkin kami harus berikan. Nah, pemberian itu ada dasarnya. Dasarnya saya kira reduksi karbonnya berapa. Juga cara subsidi yang tepat bagaimana supaya kami tidak diprotes memberi subsidi ke orang kaya,” tandas Taufiek. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (distribusi ke diler/untuk stok) mobil listrik dari beragam teknologi sepanjang Januari-Juni 2023 mencapai 22.443 unit. Mobil hybrid menjadi kontributor terbanyak dengan volume 16.569 unit. Mobil listrik murni menyumbang 5.850 unit, dilanjutkan dengan mobil PHEV dengan 24 unit. [Xan/Ses] >>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<< ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait mobil hybrid Mobil Listrik insentif mobil hybrid insentif mobil listrik news berita Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Mobil Hybrid Disebut Layak Dapat Insentif Lebih Banyak! Setuju? Mobil Listrik Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 05 October 2023 14:50 JAKARTA – Pengamat otomotif percaya mobil hybrid pantas mendapat insentif yang tak terlalu jomplang dari mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV). Pasalnya, dampak mobil hybrid terhadap lingkungan maupun pasar tak bisa dikatakan kecil. Mobil hybrid, menurut Pengamat Otomotif Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Riyanto, perlu mendapatkan insentif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB). Saat ini, hanya mobil listrik murni yang mendapatkan kedua insentif tersebut. “Kalau bisa kita berikan ruang fiskal lebih. Kalau sekarang, kan, belum dapat BBN-KB dan PKB. Kemungkinan itu bisa dipertimbangkan untuk diberikan kepada yang hybrid,” ucap dia dalam diskusi ‘Otomotif, Ujung Tombak Dekarbonisasi Indonesia’ pada Selasa (8/8/2023) di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta. Artikel terkait Indonesia Dirasa Tak Cuma Butuh Banyak Mobil Listrik Murni, tapi juga Mobil Hybrid Mobil Listrik 23 August 2024 Insentif Mobil Hybrid Dipastikan Tidak Ada, Pemerintah Pilih Dorong Mobil Listrik Mobil Listrik 07 August 2024 Toyota Masih Yakin Pemerintah Indonesia akan Tambah Insentif Mobil Hybrid Mobil Listrik 17 January 2024 Bahkan, Riyanto menilai kalau insentif PPnBM mobil hybrid juga perlu dipertimbangkan untuk dikurangi. “PPnBM, kalau di PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 74 Tahun 2021, sudah jelas 6 persen. Kelihatannya pemerintah kalau menurunkannya lagi bisa saja,” lontarnya. Baik mobil hybrid maupun mobil listrik murni memang sudah mendapatkan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dari pemerintah berdasarkan regulasi tersebut. Hanya saja, tarif PPnBM mobil hybrid adalah 6 persen, sedangkan tarif PPnBM mobil listrik murni ialah 0 persen. Mobil plug-in hybrid (PHEV), di sisi lain, mendapatkan PPnBM 5 persen. Pandangan Riyanto terhadap insentif mobil hybrid didasarkan atas beberapa alasan. Pertama, jika melihat dari sisi lingkungan, dampak mobil hybrid terhadap pengurangan emisi sudah cukup besar. “Sebuah mobil hybrid sudah bisa mereduksi emisi hingga 50 persen. Itu hitungan dari tangki ke knalpot,” Alasan kedua terkait dengan kemulusan transisi di era elektrifikasi pasar otomotif Indonesia. Menurut Riyanto, dari sisi harga, mobil hybrid lebih terjangkau dan tidak memerlukan infrastruktur pengecasan. “Itu kalau pertimbangannya untuk mendorong transisinya. Nanti, pelan-pelan, saat ekosistem BEV terbentuk, bisa saja itu (insentif PKB dan BBN-KB untuk mobil hybrid) kemudian dikurangi,” tandas dia. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin Taufiek Bawazier membuka potensi penambahan insentif mobil hybrid. Bahkan, sekarang pun, itu sedang dalam pembahasan. Dalam wacana yang sedang didiskusikan, semakin rendah produksi karbon mobil hybrid, semakin besar tambahan insentifnya. Tapi, Taufiek tidak menyebut apa bentuk konkret dari tambahan insentif itu. “Kalau melihat dari tadi animonya, mungkin kami harus berikan. Nah, pemberian itu ada dasarnya. Dasarnya saya kira reduksi karbonnya berapa. Juga cara subsidi yang tepat bagaimana supaya kami tidak diprotes memberi subsidi ke orang kaya,” tandas Taufiek. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (distribusi ke diler/untuk stok) mobil listrik dari beragam teknologi sepanjang Januari-Juni 2023 mencapai 22.443 unit. Mobil hybrid menjadi kontributor terbanyak dengan volume 16.569 unit. Mobil listrik murni menyumbang 5.850 unit, dilanjutkan dengan mobil PHEV dengan 24 unit. [Xan/Ses] >>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<< ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait mobil hybrid Mobil Listrik insentif mobil hybrid insentif mobil listrik news berita
Indonesia Dirasa Tak Cuma Butuh Banyak Mobil Listrik Murni, tapi juga Mobil Hybrid Mobil Listrik 23 August 2024
Insentif Mobil Hybrid Dipastikan Tidak Ada, Pemerintah Pilih Dorong Mobil Listrik Mobil Listrik 07 August 2024
Toyota Masih Yakin Pemerintah Indonesia akan Tambah Insentif Mobil Hybrid Mobil Listrik 17 January 2024
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...