MG Ekspor Mobil Listrik Rakitan Indonesia ke Australia Akhir 2024!

Mobil Listrik

MG Ekspor Mobil Listrik Rakitan Indonesia ke Australia Akhir 2024!

JAKARTA – MG atau Morris Garage berencana mengekspor mobil listrik rakitan Indonesia mulai 2024. Salah satu pasar tujuannya adalah Australia.

Marketing and Public Relations Director PT SAIC Motor Indonesia Arief Syarifudin, pada pertengahan November 2023 di Jakarta, mengumumkan rencananya produksi lokal MG mulai Februari tahun depan di pabrik Cikarang, Bekasi.

Model pertama yang mereka rakit di sini ialah mobil listrik MG ZS EV. Sebulan setelahnya, giliran mobil listrik MG4 EV yang dibuat di pabrik Cikarang, Bekasi.

Menurut Arief, ZS EV serta MG4 EV buatan Indonesia tak hanya menyasar pasar dalam negeri. Pasar luar negeri juga mereka incar.

mobil listrik MG

“MG, kan, juga punya pasar-pasar lain di Asia Tenggara. Itu yang menjadi target kami. Termasuk Australia,” ucap Arief.

Arief mengatakan bahwa ekspor MG dari Indonesia juga dilakukan pada 2024. Ini berbeda dari keterangan dia sebelumnya yang mengatakan ekspor MG dari negeri ini dimulai pada 2025.

“Q4 (kuartal empat) 2024 (ke) Australia dan negara-negara Asia Tenggara lain yang ada MG. Itu target utama kami,” tandasnya.

Dia tidak menjelaskan mana model mobil listrik yang kelak diekspor duluan, antara ZS EV atau MG4 EV.

“Kami lihat nanti formulasi permintaan mana yang cukup tinggi di negara masing-masing. Tapi, yang jelas, kami sudah menjalin komunikasi untuk hal tersebut (ekspor—Red) ke negara-negara yang ada MG. Salah Salah satunya Australia,” papar Arief.

mobil listrik MG

ZS EV sudah diperlihatkan dalam berbagai kesempatan, tapi peluncuran dan pengumuman harganya baru dilakukan pada 2024. Sementara itu, MG4 EV sudah dijual duluan mulai 2023 melalui skema impor utuh dari China, dengan harga Rp649,9 juta.

Pabrik MG di Cikarang yang kelak merakit ZS EV maupun MG4 EV diketahui merupakan perluasan dari pabrik Wuling. Kedua merek tersebut memang sama-sama anak usaha dari SAIC Motor Group asal China.

SAIC Motor Group China, ujar Arief, menggelontorkan investasi sekitar Rp4 triliun untuk pabrik MG di Cikarang. Kapasitas produksi maksimalnya nanti mencapai 100 ribu unit per tahun.

“Sebanyak 60 persennya untuk model-model mobil listrik,” beber Arief.

Kuota produksi untuk ekspor di pabrik MG sendiri, menurut Arief, mencapai 30 persen. Tapi, belum jelas apakah persentase itu dihitung dari total kapasitas produksi (100 ribu unit per tahun) atau jatah produksi untuk model-model mobil listrik (60 ribu unit per tahun). [Xan/Ses]



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang