Melintasi Tol Becakayu Setelah Diresmikan Jokowi

Berita Otomotif

Melintasi Tol Becakayu Setelah Diresmikan Jokowi

JAKARTA – Setelah mangkrak selama puluhan tahun, akhirnya sebagian ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becayu) sudah bisa dilalui.

Ruas jalan yang sudah bisa digunakan adalah seksi 1B dan 1C dari Pangkalan Jati hingga Jatisampurna. Jalur tersebut melintang sepanjang 8,4 km dan saat ini masih digratiskan untuk umum hingga waktu yang masih belum ditentukan.

Kami pun tertarik untuk mencoba jalan tol yang memiliki sejarah teramat panjang ini sebelum akhirnya diresmikan Presiden Joko Widodo. ‘Teramat panjang’ bukanlah kalimat hiperbola. Maklum, pembangunannya sendiri sudah dimulai tahun 1996 dan terhenti di tahun 1998 karena krisis moneter. Tahun 2015, pembangunan pun akhirya dimulai lagi dan dua tahun kemudian, hasil pembangunannya mulai terasa.

Kami memulai perjalanan dari Jatiwaringin hingga Jakasampurna. Perjalanan dari Pangkan jati menuju gerbang tol Pangkalan Jati terbilang menarik untuk kami. Pasalnya jalan tersebut kini dibuat satu arah sehingga jalanan menjadi terasa lengang.

Saat memasuki gerbang tol, masih terlihat sejumlah pekerja yang menyelesaikan pembangunan jalan tol. Sekedar finishing memang, karena gerbang tol sendiri masih belum terlihat keindahannya sama sekali. Tidak ada gardu tol untuk melakukan transaksi di sini, pengguna tol baru akan membayarnya saat keluar.

Lepas dari gerbang tol, kami langsung disambut dengan jalan menanjak yang tidak terlalu curam. Mobil bisa melintasinya dengan sangat mudah. Selesai dari tanjakan, jalan tol sebenarnya pun langsung terlihat lurus dan kosong.

Meski baru, namun jalan tol ini seakan sudah benar-benar siap untuk dilalui karena rambu-rambu lalu lintas terbilang sudah cukup mapan. Mulai dari petunjuk jalan, titik kilometer, lampu penerangan dan rambu pembatas kecepatan. Layar informasi lalu lintas pun sudah dipasang, namun sayang masih belum beroperasi.

Tol Becakayu terdiri dari tiga lajur dan dibatasi dengan cat putih yang cukup terang sehingga membantu pengemudi untuk lebih paham terhadap lajurnya. Sayangnya, saat mengemudi dengan kecepatan tinggi, jalan terasa bumpy. Guncangan cukup terasa mengejutkan ketika melintasi sambungan jalan. Meski demikian, hal tersebut masih bisa di toleransi.

Perjalanan dari Pangkalan Jati hingga Jakasampurna pun terasa sangat cepat, mungkin kurang dari 15 menit. Jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan lajur lama yang mungkin membutuhkan waktu lebih dari 30 menit. [Adi/Ikh]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual