Lokasi Parkir Jadi Tantangan Penutupan Jalan Malioboro

Berita Otomotif

Lokasi Parkir Jadi Tantangan Penutupan Jalan Malioboro

YOGYAKARTA – Meski resmi ditutup untuk kendaraan bermotor, ketersediaan kantong parkir di Kawasan Malioboro rupanya masih menjadi tantangan tersendiri.

Hal ini diungkapkan oleh Ni Made Dwi Panti Indrayanti, Plt. Kepala Dinas Perhubungan DIY dalam keterangan resminya. Menurutnya, ketersediaan kantor parkir akan selalu kurang meski sejumlah kantong parkir sudah disiapkan.

“Kita membutuhkan ruang parkir. Karena seberapapun ruang parkir yang kita sediakan sepertinya tidak akan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebenarnya sudah ada kantong kantong parkir yang sudah disediakan baik itu yang ada di Abu Bakar Ali kemudian Ngabean, di Pasar Sore dekat Beringharjo, lalu di Ramai Mall. Kalau mungkin dilihat dari sisi jumlah, tidak bisa memenuhi seluruh kapasitas yang diinginkan oleh masyarakat,” terangnya.

Ia pun mengatakan bahwa pihaknya tidak akan dapat memenuhi kebutuhan parkir kendaraan sesuai harapan masyarakat. Hal ini karena pihaknya tidak bisa membatasi kendaraan yang bisa digunakan oleh para pengunjung.

Jalan Malioboro
“Terus terang tidak bisa (memenuhi kebutuhan) seberapapun kita akan menyiapkan (kantong parkir. Karena kebutuhan orang berkendara itu, apalagi memiliki kendaraan, tidak bisa kami batasi satu keluarga hanya satu kendaraan. Yang bisa kami batasi adalah mengatur perjalanan mereka,” tambahnya.

Kondisi tersebut membuatnya menghibau kepada masyarakat yang hendak berkunjung ke kawasan Malioboro untuk menggunakan transportasi umum. Terlebih, bus TransJogja masih dapat melintasi jalan Malioboro.

Kawasan Malioboro mulai hari ini akan bebas dari kendaraan bermotor.  Hal ini dilakukan karena kawasan tersebut menjadi bagian dari tata kota yang sedang diajukan sebagai World Heritage ke UNESCO. Penataan transportasi menjadi salah satu poin penting agar Malioboro bisa mendukung fungsi-fungsi yang diharapkan dalam rangka capaian World Heritage tersebut.

Pelarangan tersebut akan dilakukan uji coba terlebih dahulu selama dua minggu mulai Selasa (03/11) mendatang hingga Minggu (15/11). Pada Selasa (03/11), rekayasa lalu-lintas di Jalan Malioboro akan diterapkan mulai pukul 11.00 hingga 22.00. Sedangkan pada Rabu (04/11) sampai dengan Minggu (15/11) uji coba akan dilakukan dari pukul 06.00 hingga 22.00.

Waktu loading barang untuk aktivitas ekonomi yang ada di kawasan Malioboro dapat dilakukan setelah jam 10 malam sampai dengan sebelum jam 6 pagi. Saat uji coba diterapkan, pemberlakukan rekayasa lalu lintas akan dilakukan dengan skema giratori atau berlawanan arah jarum jam. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar