Kaleidoskop 2025: Saat Negara Sekecil Malaysia Bisa Menandingi Penjualan Mobil di Indonesia

Berita Otomotif

Kaleidoskop 2025: Saat Negara Sekecil Malaysia Bisa Menandingi Penjualan Mobil di Indonesia

JAKARTA – Sebelum 2025, sulit membayangkan negara sekecil Malaysia bisa menandingi penjualan mobil di Indonesia. Tapi, gilanya, hal itu benar-benar terjadi pada 2025.

Luas Indonesia enam kali dari Malaysia. Penduduk Indonesia malahan lebih banyak delapan sampai sembilan kali dari Malaysia.

Oleh karena itu, secara logika, wajar jika penjualan mobil di Indonesia dahulu selalu lebih besar daripada di Malaysia. Akan tetapi, kondisi tersebut berubah pada 2025.

Menilik data penjualan retail Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) maupun Malaysian Automotive Association, hampir setiap bulan sepanjang 2025, transaksi jual-beli mobil di Malaysia mengalahkan Indonesia.

penjualan mobil Indonesia 2025 Sampai November 2025, penjualan mobil di Indonesia memang kembali bisa mengungguli Malaysia, tapi selisihnya sangat kecil dan masih ada potensi disalip kembali pada penutupan tahun.

Terhitung dari Januari-November 2025, pasar mobil Indonesia sudah mendistribusikan 739.977 unit. Terjadi penurunan 8,4 persen kalau dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year), dari 807.586 unit.

Pasar mobil Malaysia, di sisi lain, mampu mendistribusikan 727.836 unit. Secara year on year, terjadi penurunan tipis 1,15 persen, dari 736.317 unit.

Dari situ bisa dilihat bahwa perbedaan penjualan mobil di Indonesia dan Malaysia selama 11 bulan pada 2025 hanyalah 12.141 unit.

Secara rata-rata, penjualan mobil bulanan di Indonesia dari sisi retail hanya sekitar 67.270-an unit. Penjualan mobil bulanan di Malaysia jika dibagi rata ada di kisaran 66.166-an unit.

penjualan mobil Malaysia 2025 ‘Tahun ular kayu’ 2025 memang menantang bagi semua negara akibat perlambatan ekonomi global. Meski begitu, pasar mobil Indonesia terlihat lebih berjuang ketimbang Malaysia untuk menarik pembeli.

Sepanjang tahun ini, pasar mobil nasional dilanda berbagai tantangan. Sebut saja, misalnya, pelemahan ekonomi, berkurangnya jumlah kelas menengah, pelemahan daya beli, meningkatnya kredit macet (non performing loan/NPL), hingga pengetatan kredit kendaraan bermotor.

Bahkan, segmen mobil mewah yang biasanya cenderung lebih resisten malah anjlok parah pada 2025. Ini bisa dilihat dari dropnya penjualan para ‘pemain’ besar di segmen tersebut.

Penjualan BMW sebagai pemimpin pasar mobil premium sepanjang Januari-November 2025 drop 38,3 persen year on year, dari 3.467 unit menjadi 2.143 unit. Lexus turun 44,6 persen year on year, dari 2.569 unit menjadi 1.424 unit.

Mercedes-Benz pun turun 43,8 persen year on year pada Januari-November 2025, dari 2.083 unit menjadi 1.170 unit. [Xan]



Insan Akbar

Insan Akbar

Reporter

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang