Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Mobil Listrik Kaleidoskop 2024: Insentif Mobil Hybrid Jadi 'Kado' Akhir Tahun Kaleidoskop 2024: Insentif Mobil Hybrid Jadi 'Kado' Akhir Tahun Mobil Listrik Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 27 December 2024 10:01 JAKARTA – Mendekati penghujung 2024, ada ‘hadiah’ bagi para pabrikan otomotif di Indonesia yang ingin mengembangkan mobil hybrid. Pemerintah akhirnya memastikan pemberian insentif bagi kendaraan yang mengombinasikan mesin konvensional dengan sistem penggerak listrik itu. Seperti diketahui, insentif untuk mobil berteknologi elektrifikasi yang pertama kali diinisiasi pada 2019 hingga kini lebih banyak ditujukan kepada mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV). Padahal, ‘mazhab’ pengembangan kendaraan elektrifikasi saat ini terbelah dua. Di satu sisi, ada yang tanpa ragu langsung loncat ke mobil listrik, seperti merek-merek asal China. Di sisi berlawanan, terdapat pihak yang mau melakukannya secara bertahap melalui mobil hybrid, seperti merek-merek asal Jepang. Melihat paket stimulus yang ada, sebagian pelaku industri otomotif di Tanah Air pun selama beberapa tahun terakhir konsisten mengusulkan insentif mobil hybrid kepada pemerintah, melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) serta Kementerian Perindustrian. Artikel terkait Insentif Mobil Hybrid Berupa Keringanan PPnBM sudah Bisa Diberikan Januari 2025 Mobil Listrik 16 December 2024 Mitsubishi Tegaskan bakal Jual dan Produksi Mobil Hybrid di Indonesia Mobil Listrik 24 December 2024 Chery: Insentif Mobil Hybrid 2025 akan Mengubah Strategi Kami di Indonesia Mobil Listrik 04 April 2025 Usaha itu baru berbuah menjelang penutupan 2024. Dalam konferensi pers ‘Paket Stimulus Ekonomi untuk Kesejahteraan’ yang disiarkan via akun YouTube Kementerian Koordinator Perekonomian RI pada Senin (16/12/2024), pemerintah mengumumkan pemberian insentif mobil hybrid mulai 2025. Adapun bentuknya ialah Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3 persen. Mobil hybrid yang ingin menikmati stimulus ini diwajibkan untuk dirakit secara lokal, bukan produk impor utuh (completely built up/CBU). Insentif mobil hybrid ini bisa dinikmati mulai Januari 2025, tergantung seberapa cepat pabrikan bisa mendaftarkan model yang memenuhi syarat tersebut kepada pemerintah. Eksekutif Toyota dan Mitsubishi yang diwawancarai Mobil123.com dalam kesempatan terpisah mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas kebijakan pemerintah tersebut. President and CEO Mitsubishi Motors Corporation Takao Kato, yang datang ke Indonesia untuk menghadiri seremoni produksi lokal 1 juta unit, bahkan berharap PPnBM DTP 3 persen merupakan awal dari insentif-insentif mobil hybrid lainnya pada masa mendatang. Kepastian adanya insentif mobil hybrid menjadi kisah penutup dari pasar otomotif di Indonesia pada 2024 yang penuh tantangan. Pelemahan daya beli dan ekonomi, pengetatan kredit, plus efek tahun politik membuat Gaikindo mengoreksi target penjualan mobil nasional 2024 dari 1,1 juta unit menjadi 850 ribu unit saja. Padahal, pada 2023, pasar mobil sudah turun menjadi 998.059 unit dari sisi penjualan retail, dari 1.013.852 unit pada 2022. Adapun penjualan mobil secara retail di Indonesia sejak Januari-November 2024 tercatat menyentuh 806.721 unit. [Xan] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait insentif mobil hybrid 2025 kaleidoskop 2024 insentif mobil hybrid mobil hybrid Cetak Insan Akbar Reporter Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri. Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Kaleidoskop 2024: Insentif Mobil Hybrid Jadi 'Kado' Akhir Tahun Mobil Listrik Insan Akbar https://www.mobil123.com/authors/779/insan-akbar | 27 December 2024 10:01 JAKARTA – Mendekati penghujung 2024, ada ‘hadiah’ bagi para pabrikan otomotif di Indonesia yang ingin mengembangkan mobil hybrid. Pemerintah akhirnya memastikan pemberian insentif bagi kendaraan yang mengombinasikan mesin konvensional dengan sistem penggerak listrik itu. Seperti diketahui, insentif untuk mobil berteknologi elektrifikasi yang pertama kali diinisiasi pada 2019 hingga kini lebih banyak ditujukan kepada mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV). Padahal, ‘mazhab’ pengembangan kendaraan elektrifikasi saat ini terbelah dua. Di satu sisi, ada yang tanpa ragu langsung loncat ke mobil listrik, seperti merek-merek asal China. Di sisi berlawanan, terdapat pihak yang mau melakukannya secara bertahap melalui mobil hybrid, seperti merek-merek asal Jepang. Melihat paket stimulus yang ada, sebagian pelaku industri otomotif di Tanah Air pun selama beberapa tahun terakhir konsisten mengusulkan insentif mobil hybrid kepada pemerintah, melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) serta Kementerian Perindustrian. Artikel terkait Insentif Mobil Hybrid Berupa Keringanan PPnBM sudah Bisa Diberikan Januari 2025 Mobil Listrik 16 December 2024 Mitsubishi Tegaskan bakal Jual dan Produksi Mobil Hybrid di Indonesia Mobil Listrik 24 December 2024 Chery: Insentif Mobil Hybrid 2025 akan Mengubah Strategi Kami di Indonesia Mobil Listrik 04 April 2025 Usaha itu baru berbuah menjelang penutupan 2024. Dalam konferensi pers ‘Paket Stimulus Ekonomi untuk Kesejahteraan’ yang disiarkan via akun YouTube Kementerian Koordinator Perekonomian RI pada Senin (16/12/2024), pemerintah mengumumkan pemberian insentif mobil hybrid mulai 2025. Adapun bentuknya ialah Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3 persen. Mobil hybrid yang ingin menikmati stimulus ini diwajibkan untuk dirakit secara lokal, bukan produk impor utuh (completely built up/CBU). Insentif mobil hybrid ini bisa dinikmati mulai Januari 2025, tergantung seberapa cepat pabrikan bisa mendaftarkan model yang memenuhi syarat tersebut kepada pemerintah. Eksekutif Toyota dan Mitsubishi yang diwawancarai Mobil123.com dalam kesempatan terpisah mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas kebijakan pemerintah tersebut. President and CEO Mitsubishi Motors Corporation Takao Kato, yang datang ke Indonesia untuk menghadiri seremoni produksi lokal 1 juta unit, bahkan berharap PPnBM DTP 3 persen merupakan awal dari insentif-insentif mobil hybrid lainnya pada masa mendatang. Kepastian adanya insentif mobil hybrid menjadi kisah penutup dari pasar otomotif di Indonesia pada 2024 yang penuh tantangan. Pelemahan daya beli dan ekonomi, pengetatan kredit, plus efek tahun politik membuat Gaikindo mengoreksi target penjualan mobil nasional 2024 dari 1,1 juta unit menjadi 850 ribu unit saja. Padahal, pada 2023, pasar mobil sudah turun menjadi 998.059 unit dari sisi penjualan retail, dari 1.013.852 unit pada 2022. Adapun penjualan mobil secara retail di Indonesia sejak Januari-November 2024 tercatat menyentuh 806.721 unit. [Xan] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait insentif mobil hybrid 2025 kaleidoskop 2024 insentif mobil hybrid mobil hybrid
Insentif Mobil Hybrid Berupa Keringanan PPnBM sudah Bisa Diberikan Januari 2025 Mobil Listrik 16 December 2024
Chery: Insentif Mobil Hybrid 2025 akan Mengubah Strategi Kami di Indonesia Mobil Listrik 04 April 2025
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...