Chery: Insentif Mobil Hybrid 2025 akan Mengubah Strategi Kami di Indonesia

Mobil Listrik

Chery: Insentif Mobil Hybrid 2025 akan Mengubah Strategi Kami di Indonesia

TANGERANG – Rencana pemerintah memberi insentif mobil hybrid pada 2025 diakui akan berdampak pada strategi produk Chery di Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita seusai membuka Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 pada Jumat (22/11/2024) di Serpong, Tangerang menyatakan sedang menggodok insentif-insentif untuk mendorong penjualan mobil di Tanah Air tahun depan.

Salah satunya yang masuk dalam rencana pemerintah, sebut Agus, ialah insentif mobil hybrid. Dengan begitu, kelak bukan mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV) saja yang ‘dihujani’ beragam insentif yang membuat harganya jadi lebih terjangkau.

Menanggapi wacana tersebut, Assistant to President Director PT Chery Motor Indonesia (CMI) Zeng Shuo pertama-tama menyatakan bahwa mereka pasti akan mengikuti aturan pemerintah. Chery, lanjutnya, meyakini pemerintah pasti akan memutuskan yang terbaik untuk Indonesia.

Chery Tiggo 9 PHEV

Insentif mobil hybrid, tukas Zeng, akan membuat seluruh pabrikan otomotif yang ‘bermain’ di pasar elektrifikasi di Tanah Air perlu menyesuaikan diri lagi. Termasuk Chery.

Apalagi, terang pria yang fasih berbahasa Indonesia ini, otomotif merupakan sektor yang sangat dipengaruhi oleh regulasi dari pemerintah. Ini mengapa strategi produk sebuah merek di satu negara bisa berbeda dengan di negara lain.

“(Insentif mobil hybrid) pasti akan berimpak pada strategi semua merek. Termasuk kami. Itu pasti,” tegasnya menanggapi pertanyaan Mobil123.com terkait kemungkinan perubahan strategi produk jika ada insentif mobil hybrid 2025 dalam sesi wawancara terbatas di sela-sela GJAW 2024, Jumat (29/11/2024).

Chery, Zeng, akan mereviu lagi strategi produk elektrifikasi mereka jika insentif mobil hybrid benar-benar terbit pada 2025.

“Kami tunggu dari pemerintah. Ini tergantung kebijakan pemerintah kasih arahannya seperti apa. Kami akan ikuti. Kalau ada kebijakan yang bagus untuk HEV (hybrid electric vehicle, pasti kami bawa HEV. Kalau ada yang bagus untuk PHEV (plug-in hybrid) sama REEV (Range Extended Electric Vehicle) kami akan bawa itu juga,” papar dia.

Chery

Di China sendiri, pungkas Zeng, Chery sebenarnya lebih berkonsentrasi pada PHEV, REEV, dan mobil listrik murni.

Ini karena di sana, ketiga jenis teknologi inilah yang dikategorikan sebagai kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) dan mendapatkan insentif dari pemerintah. Mobil hybrid tidak termasuk di dalamnya.

“Kalau di Chery, untuk mobil-mobil ukuran besar, kami langsung pakai PHEV dan bukan hybrid. Kalau menurut pemikiran kami, hybrid dipakai di mobil-mobil kompak,” jelasnya.

Chery sendiri sekarang punya dua model berteknologi elektrifikasi dan dua-duanya berjenis BEV. Pertama ialah Chery Omoda E5 yang resmi mengaspal awal 2024, diikuti Chery J6 yang meluncur pada hari perdana GJAW 2024. [Xan]



Insan Akbar

Insan Akbar

Reporter

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang