Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Berita Otomotif GM Protes Kebijakan Trump Terkait Tarif Baru Mobil Impor GM Protes Kebijakan Trump Terkait Tarif Baru Mobil Impor Berita Otomotif Adi Hidayat | 03 July 2018 08:00 CALIFORNIA - General Motors mengatakan bahwa tarif untuk menekan mobil impor yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dapat mengakibatkan PHK besar-besaran.GM berpendapat bahwa dengan kebijakan tersebut maka akan membuat harga mobil menjadi kurang sehat dan sulit bersaing. Hal ini karena biaya produksi kendaraan akan meningkat dan konsumen harus membayar lebih mahal. Artikel terkait Langkah General Motors untuk Menjadi Penguasa Otomotif Berita Otomotif 16 October 2014 General Motors Untung Besar Berita Otomotif 24 July 2015 Harga Corvette Ini Naik 10 Kali Lipat Berita Otomotif 21 January 2015 “Kebijakan ini membuat hambatan dan membuat biaya produksi kendaraan secara global meningkat serta meningkatkan biaya produksi global meningkat karena tidak bisa memproduksi kendaraan di negara dengan upah buruh lebih murah,” ungkap Commerce Department, General Motors.Bulan lalu, Trump memerintahkan untuk melakukan penyelidikan apakah kendaraan impor dan komponen impor menimbulkan risiko keamanan nasional. Selain itu, Ia juga menyerukan untuk meningkatkan tarif impor sebesar 25 persen ditambah dengan biaya baru untuk baja dan alumunium.Kebijakan ini pun mendapat beragam protes. Toyota dan Mazda adalah dua brand otomotif pertama yang mengeluhkan kebijakan ini. Keduanya berpendapat bahwa kebijakan tersebut justru dapat mematikan industri otomotif di Amerika Serikat.Michelle Krebs, seorang analis industri otomotif Amerika Serikat juga memiliki pandangan serupa. Ia melijat bahwa perang dagang ini dapat merugikan konsumen.“Jika ada perang dagang besar-besaran, maka akan sangat sulit bagi industri otomotif dan konsumen. Konsumen sudah harus menghadapi bunga dalam kredit sementara harga kebutuhan rata-rata naik. Bila terjadi penambahan tarif, maka menurut saya banyak orang yang tidak akan membeli mobil baru,” pungkasnya. [Adi/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait general motors presiden trump Chevrolet Trump GM Cetak Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
GM Protes Kebijakan Trump Terkait Tarif Baru Mobil Impor Berita Otomotif Adi Hidayat | 03 July 2018 08:00 CALIFORNIA - General Motors mengatakan bahwa tarif untuk menekan mobil impor yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dapat mengakibatkan PHK besar-besaran.GM berpendapat bahwa dengan kebijakan tersebut maka akan membuat harga mobil menjadi kurang sehat dan sulit bersaing. Hal ini karena biaya produksi kendaraan akan meningkat dan konsumen harus membayar lebih mahal. Artikel terkait Langkah General Motors untuk Menjadi Penguasa Otomotif Berita Otomotif 16 October 2014 General Motors Untung Besar Berita Otomotif 24 July 2015 Harga Corvette Ini Naik 10 Kali Lipat Berita Otomotif 21 January 2015 “Kebijakan ini membuat hambatan dan membuat biaya produksi kendaraan secara global meningkat serta meningkatkan biaya produksi global meningkat karena tidak bisa memproduksi kendaraan di negara dengan upah buruh lebih murah,” ungkap Commerce Department, General Motors.Bulan lalu, Trump memerintahkan untuk melakukan penyelidikan apakah kendaraan impor dan komponen impor menimbulkan risiko keamanan nasional. Selain itu, Ia juga menyerukan untuk meningkatkan tarif impor sebesar 25 persen ditambah dengan biaya baru untuk baja dan alumunium.Kebijakan ini pun mendapat beragam protes. Toyota dan Mazda adalah dua brand otomotif pertama yang mengeluhkan kebijakan ini. Keduanya berpendapat bahwa kebijakan tersebut justru dapat mematikan industri otomotif di Amerika Serikat.Michelle Krebs, seorang analis industri otomotif Amerika Serikat juga memiliki pandangan serupa. Ia melijat bahwa perang dagang ini dapat merugikan konsumen.“Jika ada perang dagang besar-besaran, maka akan sangat sulit bagi industri otomotif dan konsumen. Konsumen sudah harus menghadapi bunga dalam kredit sementara harga kebutuhan rata-rata naik. Bila terjadi penambahan tarif, maka menurut saya banyak orang yang tidak akan membeli mobil baru,” pungkasnya. [Adi/Ari] ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait general motors presiden trump Chevrolet Trump GM
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...