Flyover dan Underpass Solusi Kemacetan Ibukota

Berita Otomotif

Flyover dan Underpass Solusi Kemacetan Ibukota

JAKARTA – Pembangunan fasilitas Flyover dan Underpass di Ibukota Jakarta, menjadi jawaban atas semakin banyaknya titik kemacetan di berbagai ruas jalan.

Jakarta sebagai kota metropolitan, sekaligus merupakan pusat perekonomian dan perdagangan, mengalami permasalahan yang cukup rumit dalam bidang transportasi. Jumlah penduduk yang banyak dengan daya beli yang meningkat, menyebabkan pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor cukup tinggi. Kondisi ini diperburuk dengan tambahan ratusan ribu kendaraan luar Jakarta yang bergerak di Jakarta setiap hari.

Sementara upaya penambahan panjang jalan sering menghadapi kendala. Keadaan ini berakibat meningkatnya kepadatan lalu lintas di jalan raya, pada akhirnya menimbulkan titik-titik rawan kemacetan di sejumlah tempat.

Belum lama ini, Pemerintahan Kota Jakarta menerapkan sistem ganjil genap menggantikan 3 in 1 yang dianggap sudah tidak efektif lagi. Saat ini mereka juga tengah membangun sistem transportasi masal yakni Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT).

Kedua pembangunan tersebut diyakini dapat mengurai kemacetan yang selama ini mendera warga Jakarta. Selain menyediakan sistem transportasi masal, Pemerintah Kota Jakarta juga membangun beberapa Flyover dan Underpass guna memecahkan masalah kemacetan.

Kemacetan jalan nan pelik di Jakarta umumnya terjadi di perempatan jalan dan perlintasan kereta api. Oleh karena itu Flyover dan Underpass diharapkan menjadi salah satu alternatif mengurangi tingkat stres pengguna jalan di Jakarta.

Hingga 2015 silam, tercatat Jakarta memiliki total 62 buah yang terdiri dari 29 Flyover milik kementrian dan 33 Flyover milik Pemda serta 16 Underpass Pemda DKI.

Mengawali 2017, Pemerintah Kota melakukan beberapa pembangunan Flyover dan Underpass. Tercatat Ibukota tercinta tengah melakukan enam pembangunan Flyover dan Underpass di perempatan jalan Kartini, Bintaro Permai, Cipinang Lontar, Pancoran, Mampang dan Matraman.

Keenam pembangunan tersebut dilakukan secara berbarengan dengan proyek MRT dan LRT. Walhasil kemacetan parah terjadi di sekitar lokasi pembangunan. Masyarakat seolah tidak diberikan pilihan lain untuk mencapai tempat tujuan masing-masing.

Terlebih padatnya lalu lintas tidak hanya terjadi pada jam sibuk (pagi dan sore). Namun dengan berkurangnya ruas jalan akibat pembangunan membuat kemacetan terjadi hampir setiap saat. Seluruh pengguna jalan tidk hanya dipaksa menjalani kemacetan, namun rusaknya jalan dan debu, hasil pembangunan yang dirasakan langsung pengendara sepedamotor.

Seluruh proyek pembangunan jalan sendiri menurut rencana akan rampung di penghujung 2017. Sementara pengguna jalan diharapkan mencari jalur alternatif dan bersabar dalam menanti tuntasnya pembangunan enam Flyover dan Underpass tersebut. [Dew/Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123        
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual