Dadah Indonesia! Eropa Mungkin Larang Penjualan Mobil Bensin, Diesel pada 2035

Berita Otomotif

Dadah Indonesia! Eropa Mungkin Larang Penjualan Mobil Bensin, Diesel pada 2035

BRUSSELS – Eropa berencana melarang penjualan mobil baru bermesin bensin maupun diesel 14 tahun lagi dan hanya mengizinkan mobil listrik murni.

Uni Eropa, menurut Bloomberg belum lama ini, bakal mengajukan usulan agar mobil baru yang dijual pada 2035 tidak boleh mengusung mesin konvensional. Bahkan, rencananya, yang boleh dijual saat itu cuma mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV).

Dokumen yang tersebar ke media massa menunjukkan pada 2030, Uni Eropa ingin menargetkan emisi gas buang dari mobil baru drop hingga 65 persen. Kemudian, pada 2035, emisi dari mobil baru ditargetkan turun 100 persen alias sudah tidak ada lagi.

Standar polusi lebih ketat yang akan diajukan nantinya dilengkapi pula oleh perangkat regulasi yang mengharuskan negara-negara Eropa mempercepat lagi infrastruktur pengecasan baterai kendaraan listrik.

mobil listrik dicas di SPKLU

Eropa sendiri memiliki gol untuk menjadi benua pertama yang nihil emisi gas buang pada 2050. Cita-cita tersebut membutuhkan ‘bantuan’ dari berbagai sektor ekonomi.

Sektor transportasi plus industri menjadi tantangan paling besar.

“Tidak ada jalan lain. Untuk mencapai keinginan nihil emisi gas buang pada 2050, artinya penjualan mobil dengan pembakaran internal memang sudah harus dihentikan paling lama pada 2035,” tegas Head of Advance Transport Research for BloombergNEF Colin McKerracher.

Hyundai Kona EV, mobil listrik Hyundai

Para ahli menganggap keinginan mereduksi lebih dari 60 persen polusi kendaraan penumpang pada 2030 bakal sulit diwujudkan oleh industri. Pada saat bersamaan, kebijakan tersebut membuat adopsi mobil listrik murni di pasar menjadi lebih cepat.

“Target (baru) itu bukan lagi sebuah kejutan, walaupun pastinya mereka (industri) harus bergerak lebih cepat lagi,” tandas Analis Otomotif Barclays Alexander Mueller.

Merek-merek mobil Eropa beberapa bulan belakangan mengumumkan rencana menjadikan mayoritas penjualan mereka pada akhir dekade ini berasal dari mobil listrik murni. Misalnya Volkswagen serta Renault yang memasang target masing-masing 70 persen dan 90 persen.

“Memperketat target CO2 sebanyak ini adalah pendorong yang besar bagi pasar mobil listrik Eropa. Rencana-rencana pabrikan otomotif Eropa untuk meningkatkan lagi komitmen terhadap mobil listrik baru-baru ini mungkin sebuah indikasi bahwa mereka tahu target yang lebih tinggi bakal datang,” tambah McKerracher. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar