Lagi Pandemi, Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Malah Naik Pesat!

Berita Otomotif

Lagi Pandemi, Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Malah Naik Pesat!

JAKARTA – Penjualan mobil listrik di Indonesia pada setengah tahun pertama 2021, di tengah pandemi Covid-19, sudah melebihi raihan sepanjang tahun lalu. Performa positif terjadi pada mobil hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga yang 100 persen baterai.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi beberapa waktu lalu menjelaskan penjualan mobil-mobil dengan teknologi elektrifikasi secara umum menunjukkan tren peningkatan.

Ia memaparkan kalau mobil hybrid pada paruh pertama 2021 sudah laku 1.378 unit. Padahal, pada tahun kalender penuh 2020, volumenya hanya 1.108 unit.

Tidak disebutkan apakah itu penjualan wholesales (dari pabrikan ke diler) atau kah retail (dari diler ke konsumen).

Toyota Corolla Cross, salah satu pilihan mobil hybrid di Indonesia

Penjualan mobil PHEV di paruh pertama 2021 mencapai 36 unit. Sebagai komparasi, pada Januari-Desember 2020, penjualannya hanya enam unit.

Fenomena yang sama tampak pada mobil listrik murni. Selama Januari-Juni kemarin, penjualannya 488 unit sedangkan pada 12 bulan 2020 penjualannya cuma 120 unit.

Sebagai pelengkap data, Nangoi memperlihatkan pada 2019-nya penjualan mobil hybrid, mobil PHEV, dan mobil listrik murni masing-masing masih 685 unit, 20 unit, dan 0 unit.

mobil listrik Hyundai Ioniq dijual di Indonesia

Kondisi positif pada pasar mobil berbahan bakar alternatif, lanjut dia, antara lain disebabkan lebih berkembangnya pilihan model kendaraan hybrid, PHEV, maupun 100 persen baterai dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini terlihat sekali bahwa animo masyarakat mengarah ke sana,” tandas dia ketika menjadi salah satu panelis dalam Investor Daily Summit 2021 yang disiarkan via YouTube.

Sebagai informasi, banderol mobil hybrid termurah sekarang antara Rp400-500 jutaan. Sementara, mobil PHEV dan 100 persen baterai termurah ada di kisaran Rp600 jutaan sampai nyaris Rp700 juta.

Beda Nasib Mobil Konvensional

Sebaliknya, nasib mobil konvensional yang mengusung internal combustion engine (ICE/mesin pembakaran internal) sangat kontras di tengah pandemi Covid-19. Memang, data Gaikindo pada Januari-Juni 2021 menujukkan penjualan sudah naik 50,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) untuk wholesales dan 33,5 persen untuk retail.

Wholesales pada semester satu 2021 berjumlah 393.496 unit. Adapun retailnya 387.827 unit.

Akan tetapi, jumlah tersebut masih jauh untuk menggapai raihan setahun penuh 2019—sebelum pandemi Covid-19) masuk—yang angkanya di atas 1 juta unit. Tepatnya 1.032.907 unit untuk wholesales serta 1.045.717 bagi retail.

Sampai akhir 2021, Gaikindo menargetkan penjualan mobil nasional di angka 750 ribu unit atau naik di atas 30 persen dari tahun sebelumnya yang kisaran 500 ribu unit bagi wholesales atau pun retail. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar