Catatan Hari Terakhir Tokyo Motor Show 2017

Berita Otomotif

Catatan Hari Terakhir Tokyo Motor Show 2017

TOKYO – Mobil123.com berkunjung ke Tokyo Motor Show (TMS) 2017 bertepat dengan hari terakhir dan penonton masih tetap tampak antusias di hari terakhir pameran meski jumlah pengunjung terus menurun.

Cuaca cerah mengawali hari di Tokyo minggu (5/11/2017). Dengan suhu sekitar 16 derajat celcius plus hembusan angin cukup kencang, membuat masyarakat Jepang terlihat sangat antusias untuk datang ke pameran otomotif terbesar di Negeri Sakura.

Tokyo Motor Show (TMS) merupakan pameran yang menjadi magnet bagi industri otomotif dunia. Termasuk dalam deretan pameran di bawah organisasi otomotif dunia, Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles (OICA).

Keberadaan TMS tentunya tidak kalah dengan pabrikan dunia lainnya seperti North America International Auto Show atau yang juga dikenal sebagai Detroit Motor Show, Geneva Motor Show, Frankfur Motor Show, Paris Motor Show dan lainnya.

Hal ini tak lepas tentunya karena Jepang merupakan tanah kelahiran dari pabrikan-pabrikan otomotif papan atas yang kini boleh dibilang menguasai dunia. Dan TMS memang spesial, jika pabrikan Jepang bisa tampil maksimal menampilkan teknologi, mobil konsep atau world primiere launch di pameran yang digelar di benua Eropa serta Amerika. Sebaliknya pabrikan asal Eropa dan  Amerika sepertinya lebih menahan diri untuk tampil maksimal di Negeri Sakura.

Mobil123.com jujur belum mendapat alasan pasti. Mungkin pabrikan Eropa dan Amerika segan "menantang duel" dengan Samurai-samurai Jepang yang pasti sangat beringas pamer kebolehannya di rumahnya sendiri. Apalagi konsumen lokal Jepang kabarnya memiliki sentimen produk yang kuat dan lebih memilih mobil produksi Negerinya sendiri.

Tahun ini TMS digelar untuk ke-45 kalinya dengan durasi 10 hari mulai 27 Oktober hingga 5 November 2017. Dan untuk keempat kalinya Tokyo Big Sight, Tokyo Jepang kembali menjadi venue pameran yang tahun ini mengusung tema ‘Beyond The Motor”. 

Untuk diketahui, pelaksanaan TMS tahun ini mulai bergeser kembali ke Oktober - November setelah 3 pameran sebelumnya sengaja digeser pada November - Desember. Ini terjadi setelah aksi boikot sejumlah pabrikan luar Jepang pada TMS 2009.

Menyikapi hal tersebut, penyelenggara putar  otak agar pagelaran bergengsi itu tetap pada marwah dan pamornya. Kemudian TMS 2011, pameran digeser ke bulan November - Desember dan berganti tempat dari Makuhari Messe ke Tokyo Big Sight.

Sejak pindahnya lokasi pameran dan memiliki venue yang lebih kecil dari sebelumnya, jumlah pengunjung mengalami selalu mengalami fluktuasi tiap penyelenggaraan, totalnya bermain pada angka 800 – 900 ribu pengunjung. Pada 2011 jumlah pengunjung 842 ribu, 2013 naik menjadi 902 ribu dan kemudian turun ke 812 ribu. Untuk TMS 2017 panitia belum mengeluarkan jumlah pengunjung terakhir, namun diprediksi bakal sama dengan tahun 2015.

Tokyo Motor Show 2017

Tahun ini pengunjung dikenakan biaya tiket pameran yakni 1800 yen atau sekitar Rp 220 ribu dan pelajar 700 yen atau Rp 84 ribu. Naik sekitar 200 yen dibandingkan TMS 2015.

Pada TMS 2017, pabrikan-pabrikan otomotif dunia khususnya berasal dari Jepang kembali fokus pada konsep otomotif masa depan yang bakal mengadopsi mesin listrik serta kendaraan self driving car atau otonom.

Intinya, sangat berbeda jika Anda bandingkan dengan pameran otomotif yang ada di Indonesia seperti Gaikindo Indonesia International Auto Expo (GIIAS) dan Indonesia International Motor Show (IIMS). TMS tidak bertabur SPG dan sales yang royal menyebar brosur serta membisikkan janji-janji manis, karena di sini pameran lebih ditujukan untuk pamer modernisasi industri serta teknologi.

Dalam beberapa kesempatan Mobil123.com berbaur dengan penduduk lokal yang tengah menikmati pameran. Di antaranya adalah sepasang muda-mudi yang tampak asik memperhatikan mobil konsep di booth Mazda, dengan bahasa Inggris terbata si pria menjawab pertanyaan saya soal kesan pameran tahun ini.

"Saya suka melihat beberapa model mobil konsep dan sepertinya tak lama lagi semua mesin konvensional akan berubah menjadi listrik dan otonom. Polusi jelas akan menurun, ramah lingkungan," ujarnya.

Ini tentunya bisa dijadikan satu pertanda bahwa kids jaman now di Jepang cukup perhatian pada kelestarian lingkungan dan sudah sangat siap menerima kendaraan berteknologi masa depan. Apalagi Jepang sudah memiliki infratruktur yang menunjang untuk hal tersebut.

Urusan teknologi juga tentunya ada di jajaran kendaraan komersial, salah satunya UD Truck. Selain itu hal yg menarik dari perusahaan truck asal Jepang milik Volvo Group ini memberikan edukasi yang menarik bagi para pengunjung.

"Kami memberikan ragam fasilitas yang dapat merangsang pengunjung untuk suka dan kemudian berminat untuk mengendarai truck baik tua maupun kaum muda. Semakin banyak yg tertarik dengan truck, tentunya akan membuat bisnis kami semakin berkembang," jelas Kenneth Hagas, Vice President Brand and Marketing UD Trucks Corporation.

Sisi lain yang tak kalah menariknya adalah jajaran wanita pemberi informasi (SPG), meski tidak sebanyak seperti pameran di Indonesia namun tetap menjadi hiburan tersendiri.

Sayangnya mereka seperti sebuah robot dengan format pertanyaan datar ketika coba diajak bicara. Intonasi bicaranya khas wanita Jepang, naik-turun dan cukup impresif namun isinya seperti membaca ulang brosur atau panduan yang telah diberikan oleh klien mereka. [Ari/Ikh]

Baca Juga: Suzuki Jimny Masa Depan Dipersiapkan Menjadi Kendaraan Otonom



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual