Cara Kerja Mobil Listrik, Komponen Penting Serta Jenis-jenisnya

Berita Otomotif

Cara Kerja Mobil Listrik, Komponen Penting Serta Jenis-jenisnya

Mobil Listrik memiliki cara kerja yang berbeda bila dibandingkan dengan kendaraan bermesin konvensional. Sistem penggeraknya lebih sederhana, dan ada beberapa jenisnya.

Seiring berjelannya waktu tren mobil listrik semakin naik. Banyak pabrikan mulai mengeluarkan produk-produk yang sudah terelektrifikasi. Ditambah lagi dengan dukungan pemerintah Indonesia melalui pembangunan infrastruktur dan insentif pajak untuk mobil listrik.

Salah satu daya tarik dari mobil listrik adalah lebih ramah lingkungan daripada mobil bersistem pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE). Mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang, senyap ketika dikendarai, dan performanya bisa bersaing dengan mobil ICE.

Kali ini, Mobil123.com ingin memberikan informasi seputar cara kerja mobil listrik, mulai dari komponen-komponen penting, cara kerjanya, jenis-jenis mobil listrik, dan kelebihan serta kekurangan mobil listrik.

Komponen Penting Mobil Listrik

Komponen yang terdapat dalam sebuah mobil listrik bermacam-macam dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Secara garis besar, ada tiga komponen utama yang tersemat dalam mobil listrik.

Traction Battery Pack

Sudah pasti setiap mobil memerlukan sebuah “wadah” untuk menampung sumber dayanya. Mobil listrik membutuhkan baterai traksi/Traction Battery Pack untuk menampung daya listrik sebagai sumber energi utama penggerak mobil. Biasanya, sistem penyimpanan daya listriknya berupa searah atau Direct Current (DC).

Seiring dengan waktu, baterai untuk mobil listrik mengalami perkembangan hingga ada banyak jenisnya. Sekarang, baterai mobil listrik yang umum dipakai terbuat dari Lithium-ion Battery. Baterai ini menjadi jenis baterai yang banyak digunakan pada mobil listrik modern karena dinilai memiliki daya tahan yang tinggi.

Perlu diingat, baterai hanya berfungsi sebagai sumber daya untuk sistem penggerak pada mobil listrik. Sementara itu, energi listrik untuk komponen-komponen kelistrikan seperti lampu dan semacamnya masih disokong oleh aki.

Power Inverter

Komponen terpenting lain dalam mobil listrik adalah inverter daya atau power inverter. Komponen ini berfungsi untuk mengubah aliran listrik searah (DC) dalam menjadi arus bolak-balik (Alternating Current, AC). Arus listrik AC inilah yang digunakan untuk memperdaya motor traksi.

Ditambah lagi, power inverter juga memiliki fungsi mengisi baterai mobil. Ketika mobil mengalami deselerasi atau melambat, power inverter akan mengubah arus listrik AC yang dihasilkan menjadi arus DC yang kemudian ditampung kembali ke dalam baterai.

Motor Traksi

Komponen motor traksi merupakan tujuan akhir dari arus listrik dari baterai. Dalam satu mobil listrik biasanya memiliki satu atau lebih motor traksi untuk memutar roda mobil.

Jika diibaratkan, motor traksi ini sama seperti dynamo listrik pada mobil mainan. Fungsinya untuk mengubah daya listrik menjadi daya kinetik melalui proses interaksi antara elektromagnetik dengan magnet permanen dalam motor.

Dibandingkan dengan mesin pembakaran konvensional, tentunya motor traksi lebih efisien dalam hal energi yang dihasilkan. Ini karena mesin pembakaran konvensional juga menghasilkan energi panas, jadi daya dari pembakaran bensin dalam mesin tidak sepenuhnya menjadi energi kinetik.

Sementara motor traksi mengonversi daya energi listrik menjadi energi kinetik lebih utuh. Ditambah sistem motornya lebih sederhana tanpa memerlukan transmisi atau komponen-komponen yang misalkan mengubah gerakan vertikal piston mesin konvensional menjadi gerakan rotasi roda.

Charger Mobil Listrik

Komponen ini merupakan pendukung untuk mobil listrik. Sesuai namanya, fungsinya adalah untuk mengisi ulang daya listrik dalam baterai mobil listrik menggunakan sumber listrik eksternal seperti jaringan listrik PLN.

Cara kerjanya sederhana, sama seperti mengisi daya perangkat elektronik lain seperti laptop atau handphone. Arus listrik AC jaringan PLN diubah menjadi arus DC yang kemudian diisi ke dalam baterai.

Cara Kerja Mobil Listrik Secara Umum

Jika dijabarkan, cara kerja mobil listrik itu sebenarnya sederhana. Daya listrik dalam baterai disalurkan ke motor listrik untuk mengggerakkan roda mobil.

Berikut penjelasan cara kerjanya secara bertahap:

  1. Saat pedal akselerasi ditekan, control module mengatur aliran daya listrik dari baterai ke inverter
  2. Inverter mengubah arus listrik dari DC ke AC, kemudian disalurkan ke motor traksi sesuai dengan tekanan pada pedal akselerasi
  3. Motor traksi mengubah daya listrik menjadi energi kinetik (rotasi/putaran)
  4. Putaran rotor pada motor traksi kemudian menggerakkan transmisi untuk memutar roda, sehingga mobil berjalan

Jenis Mobil Listrik

Mobil listrik ada empat jenisnya, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

Battery Electric Vehicle (BEV)

Mobil jenis ini beroperasi sepenuhnya menggunakan listrik dari baterai. Tidak ada mesin pembakaran dalam. Listrik disimpan dalam battery pack. Pengisian daya dengan menghubungkan baterai ke sumber listrik eksternal.

Daya listrik dikonversi dari DC ke AC untuk menjalankan motor. Pedal akselerator mengirim sinyal ke control module untuk menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan mengubah frekuensi daya AC dari inverter ke motor traksi.

Ketika pedal rem ditekan atau mobil melambat, motor menjadi generator yang menghasilkan listrik, yang mana disimpan kembali di baterai.

Mobil listrik jenis ini ada banyak, sebut saja Volkswagen e-Golf, Tesla Model 3, BMW i3, Chevrolet Bolt, Nissan Leaf, Hyundai Ioniq 5, dan lain-lain.

Hybrid Electric Vehicle (HEV)

Mobil listrik jenis HEV memiliki dua sistem penggerak, yaitu mesin pembakaran dalam dan motor traksi. Mesin pembakaran dalam mendapat daya dari bensin, sedangkan motor mendapat daya dari baterai. Keduanya dapat memutar transmisi penggerakan roda pada saat bersamaan.

Keunikan dari HEV dari mobil listrik jenis lain adalah baterainya hanya terisi oleh karena putaran mesin, gerakan roda, atau kombinasinya. Ketika pengereman, motor traksi berubah menjadi generator yang mengisi daya listrik ke baterai.

Mobil listrik jenis HEV tidak mempunyai charging port sehingga baterainya tidak dapat diisi ulang secara eksternal. Beberapa contoh mobil listrik jenis ini adalah Honda Civic Hybrid, Toyota C-HR Hybrid, Toyota Camry Hybrid, dan lainnya.

Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

Mobil PHEV, sama dengan HEV, memiliki dua sistem penggerak, mesin pembakaran dalam dan motor traksi. Tapi, pada mobil PHEV terdapat charging port sehingga baterai dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal.

Biasanya mobil berteknologi PHEV dapat beroperasi dalam dua mode. Pertama mode listrik di mana penggerakan mobil menggunakan motor listrik sepenuhnya. Kedua mode hybrid, mesin dan motor bekerja bersamaan.

Di Indonesia ada beberapa pabrikan yang sudah memasarkan mobil dengan teknologi PHEV, antara lain, Toyota Prius PHEV dan Mitsubishi Outlander PHEV.

Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)

FCEV menggunakan hidrogen sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik dari sistem Fuel Cell. Pada mobil terdapat tangki untuk menampung hidrogen.

Cara kerjanya hampir mirip dengan mobil listrik HEV, yaitu hidrogen disalurkan ke sistem Fuel Cell, kemudian energi kimianya dikonversi menjadi energi listrik untuk memperdaya motor listik serta mengisi daya baterai.

Sama dengan jenis mobil listrik lain, ketika perlambatan motor akan menjadi generator yang menghasilkan listrik, kemudian ditampung di dalam baterai.

Mobil listrik jenis FCEV masih jarang ditemukan di Indonesia. Contoh mobil yang menggunakan fuel cell adalah Toyota Mirai, Hyundai Tuscon FCEV, Honda Clarity Fuel Cell, dan Hyundai Nexo.

Kelebihan Mobil Listrik

Sekarang kita tahu cara kerja dari mobil listrik berbeda dengan mobil konvensional, karena perbedaannya ini, mobil listrik memiliki beberapa kelebihan.

Ramah Lingkungan

Tidak ada pembakaran dalam mesin yang menghasilkan gas buang, mobil listrik dipandang sebagai kendaraan yang ramah lingkungan.

Tidak Berisik

Motor traksi pada mobil listrik tidak menghasilkan suara yang berisik seperti yang terdengar pada mobil konvensional. Kabin mobil listrik jadi lebih senyap dan pengalaman berkendara menjadi lebih nyaman,

Hemat Biaya Perawatan

Jumlah komponen pada sistem penggerak mobil listrik murni jauh lebih sedikit dibanding mobil konvensional. Tidak ada lagi penggunaan oli mesin, ganti busi, air radiator, dan komponen lainnya. Jadi, perawatan mobil listrik menjadi lebih murah dan hemat.

Kekurangan Mobil Listrik

Mobil listrik masih memiliki kekurangan yang membuat orang berpikir dua kali untuk membelinya.

Harga Mahal

Hal utama yang menjadi pertimbangan calon pembeli mobil listrik adalah harga. Saat ini harga mobil listrik di Indonesia tergolong mahal, banderolnya mulai dari Rp400 jutaa-an hingga tembus Rp1 miliar.

Infrastuktur Belum Cukup Mendukung

Di Indonesia sendiri saat ini stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) masih belum banyak tersedia. SPKLU kebanyakan ditemukan di beberapa mal, diler, dan rest area tol.

Tentunya ini akan membuat was-was orang-orang yang ingin memakai mobil listrik untuk perjalanan jauh.

Isi Ulang Baterai Lama

Pengisian ulang daya baterai mobil listrik dianggap lama. Untuk mengisi daya penuh bisa memakan waktu berjam-jam. Ini sangat berbeda dibanding mobil bensin konvensional yang pengisiannya hanya membutuhkan waktu beberapa menit. [ABP/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang