BYD Mulai Tunjukkan Pergerakan! Kenalkan Diri di Indonesia Semester Satu 2024

Mobil Listrik

BYD Mulai Tunjukkan Pergerakan! Kenalkan Diri di Indonesia Semester Satu 2024

JAKARTA – Merek mobil listrik BYD mulai memperlihatkan pergerakan untuk masuk secara resmi ke pasar Indonesia.

Kendaraan-kendaraan listrik BYD sebenarnya sudah diimpor ke Tanah Air sejak 2018 sebagai armada bus TransJakarta maupun armada taksi Blue Bird, melalui Grup Bakrie. Namun, baru pada 2022 pabrikan mobil asal China itu mengurusi langsung bisnis mereka melalui pendirian PT BYD Motor Indonesia (BMI).

President Director BMI Eagle Zhao mengatakan bahwa mereka menggunakan lima tahun terakhir untuk memahami industri otomotif Tanah Air. Studi tersebut semakin BYD akselerasi dalam 1,5 tahun belakangan.

“Kami harap kami dapat melakukan peluncuran merek, sebelum peluncuran mobil listrik penumpang, pada semester satu 2024,” kata Eagle dalam kunjungan ke kantor Mobil123.com, Carmudi, maupun Autofun pada Selasa (5/12/2023) di Jakarta.

BYD Yangwang U8

BYD sendiri merupakan korporasi yang berdiri pada 1995 dan memasuki dunia otomotif sejak 2003. Salah satu kejadian penting dalam rekam jejak perusahaan adalah pembelian 10 persen saham oleh konglomerat Warren Buffet pada 2008.

Pada 2022, BYD mengumumkan fokus pada produksi serta penjualan mobil bertenaga baru dan terbarukan (new energy vehicle), khususnya plug-in hybrid (PHEV) dan mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV). BYD tidak mempunyai rencana membuat dan memasarkan mobil hybrid.

Hingga kini, BYD sudah masuk ke 400 kota di 70 negara.

BYD Yangwang U8

Korporasi yang bermarkas di Shenzen ini menjual mobil listrik dalam berbagai merek di China. Ada BYD, Dynasti, Ocean, Denza, serta yang baru diperkenalkan 2023 ialah Yangwang plus Fangchengbao.

“Kami sekarang hanya berencana menjual mobil dengan merek BYD di Indonesia,” tandas Eagle.

Pria yang sudah 16 tahun mengabdi di BYD ini kemudian menjelaskan kenapa mereka menghabiskan waktu cukup lama, sebelum akhirnya mulai bergerak lebih aktif di Indonesia.

“Kami menghabiskan waktu lebih demi bisa mengerti, demi bisa menunjukkan keseriusan kami dalam rencana mempenetrasi pasar mobil penumpang. Sebelum kami meluncurkan merek secara resmi, kami ingin sepenuhnya memahami kebutuhan pasar dalam berbagai sisi seperti segmen, situasi, fasilitas pengecasan, status perakitan lokal. Kami mau punya pemahaman komprehensif, untuk kemudian memutuskan model-model, segmen-segmen apa yang mau kami masuki dengan waktu serta cara yang tepat,” papar Eagle. [Xan]



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang