Apakah Esemka Digdaya Adalah Double Cabin asal China?

Mobil Baru

Apakah Esemka Digdaya Adalah Double Cabin asal China?

JAKARTA - Foto tengah diujinya Esemka Digdaya menjadi viral di dunia maya di daerah Solo ini sangat mirip dengan Foday Xiongshi F22. Dan mengapa Esemka memilih mobil model double cabin?

Beberapa hari belakangan beredar potongan gambar di media sosial bagian belakang dari mobil double cabin berlabel Esemka Digjaya. Dengan nomor polisi AD 9130 XO, mobil ini ditengarai sedang di uji di wilayah Solo, Jawa Tengah.

Sepintas lalu, tampilan Esemka Digdaya tampak memiliki detail yang begitu rapih. Secara umum lekuk sebagaian bodinya bak buatan pabrikan kelas dunia, bukan seperti hasil karya pabrikan karoseri.


Mencermati bentuk pintu bak cabin bagian belakang, Anda bisa melihat nut dan lekuk sangat rapih. Hasil sekelas ini tentunya tidak bisa dibuat oleh pabrikan asal-asalan, karena memerlukan alat yang cukup kompleks.

Seperti kita ketahui, ada beberapa langkah dalam proses mencetak plat. Mulai dari forming (membentuk), trimming/cutting (memotong), piercing/blanking dan bending (menekuk). Dan untuk membuat bodi seperti pada Esemka Digdaya, tentunya dibutuhkan sebuah pabrik dengan fasilitas lengkap, memiliki mesin produksi terkini dengan nilai investasi yang tidak main-main.

Lalu mobil apakah yang dirakit oleh Esemka dan kemudian diberi nama Esemka Digdaya ini?

Usut punya usut ternyata mobil ini tak berbeda dengan Foday Xiongshi F22. Berdasarkan situs resminya, Foday F22 memiliki pilihan mesin bensin dan Diesel. Mesin bensin seri 4G69S4N kapasitas 2.378cc yang menyemburkan tenaga 134,1 Hp pada 5.250 rpm dan torsi 200 Nm pada 2.500-3.000 rpm.

Sedang mesin diesel seri D19TCIDI bekapasitas 1.850cc melontarkan tenaga sama dengan bensi dan torsi 300 Nm pada 1.800-2.800 rpm. Dan Foday F22 menggunakan suspensi depan double whishbone independet dan leaf spring di bagian belakang.

Apakah Esemka melakukan kerjasama dengan pabrikan otomotif yang bermarkas di Guangdong itu?  

Jika benar adanya, sepertinya Esemka hanya melakukan rebranding pada produk ini. Kemungkinan ke depan jika jadi di pasarkan, Esemka akan melakukan perakitan di pabrik baru mereka di daerah Boyolali, Jawa Tengah.

Lalu mengapa Esemka memilih doubel cabin sebagai andalan terbarunya? Bukankah kelas ini tidak terlalu populer dan dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

Baca juga : Meski Fisiknya Belum Jelas, Mobil Esemka Sudah Bisa Dipesan Online

Kenapa tidak Esemka Bima (pickup) atau Esemka Borneo (minibus)?. Keduanya adalah model yang sejatinya paling dibutuhkan konsumen Tanah Air. Atau mengapa Esemka tidak fokus pada pengembangan mobil pedesaan sesuai dengan program Pemerintah?

Sayangnya sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Esemka. Mobil123.com mencoba menghungi via telpon tapi tidak ada jawaban.

Tunggu kabar selanjutnya. [Ari]

 

 



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual