ACC Akan Tingkatkan Kredit Mobil Bekas

Berita Otomotif

ACC Akan Tingkatkan Kredit Mobil Bekas

JAKARTA - Setelah mengerem pembiayaan mobil bekas selama 2 tahun terakhir, PT Astra Credit Company (ACC) akan kembali membuka keran sektor tersebut dengan strategi yang tepat.

ACC sejatinya pernah menjadikan pembiayaan mobil bekas sebagai salah satu backbone bisnisnya. Pada posisi puncaknya pernah mencapai 25 persen. Namun karena kondisi ekonomi tidak menentu dan cenderung kurang baik, ACC melakukan langkah-langkah pengamanan dengan melakukan pengereman pada sektor ini.

"Penjualan mobil bekas berbanding lurus dengan kondisi ekonomi. Jadi saat ekonomi jelek, penjualan mobil bekas ikut hancur, Dulu kami sempat sampai 25 persen untuk pembiayaan mobil bekas, kini tinggal 19 persen" Jelas Chief Executive Officer Astra Credit Companies, Jodjana Jody.   

Jody juga menambahkan bahwa hal ini lumrah dilakukan di dunia multi finance. Intinya jika dalam kondisi risiko tinggi dirinya melakukan pengereman tapi jika risiko turun tentu keran kucuran dana akan kembali dibuka.

"Hal lain yang membuat kondisi penjualan mobil bekas menurun adalah karena banyak pabrikan memiliki range produk beragam dan juga  memberikan diskon besar," tambah Jodi 

Ia memberikan contoh, dengan hadirnya Toyota Calya, konsumen yang tadinya berencana membeli Toyota Avanza berusia 3 tahun akan beralih. Mereka banyak berpikir jika dengan mengeluarkan biaya yang sama bisa dapat mobil baru. Tentunya lebih memiliki gengsi dan juga tidak perlu memikirkan biaya perawatan. Hal ini berimbas dengan kondisi mobil bekas yang menjadi fluktuatif dan rentan.

Dan strategi ACC kali ini untuk mobil bekas adalah dengan menghadirkan program baru seperti yang sudah diperkenalkan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 lalu. ACC meluncurkan program Kredit Mantap dimana memberikan pola pembayaran cicilan ringan. DP ringan dihindari ACC karena justru hal ini sering menjadi sumber masalah. 

"ACC menghindari pemberian DP rendah dan lebih memilih cicilan rendah. Dari sini rasio pendapatan dan cicilan bisa kita lihat. DP normal sebesar 20 persen," ujar Jodi.

Untuk diketahui, sepanjang Januari-Mei 2017, Astra Credit Company (ACC)  sudah jual 79.980 unit mobil. ACC juga membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 12,2 Triliun.

"Penyaluran pembiayaan tersebut meningkat 14 persen dibanding tahun lalu. Adapun jumlah mobil yang dibiayai oleh ACC komposisinya 73 persen mobil baru dan mobil bekas 19 persen," papar Jodi.

Dan Jodi juga mengabarkan persentase kredit gagal bayar atau Non Performing Loan (NPL). Tercatat hingga Mei 2017, ACC mengklaim hanya 0,75 persen.

"NPL per Mei 0,75 persen. Kita target sampai akhir tahun, NPL dibawah 0,7 persen atau mungkin 0,65 persen," jelasnya. [Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123          
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual