Toyota Prediksi Mesin Konvensional akan Punah pada 2050

Berita Otomotif

Toyota Prediksi Mesin Konvensional akan Punah pada 2050

TOKYO - Toyota mengatakan bahwa mesin konvensional bakal mulai langka pada 2040 karena dominasi mesin listrik dan akan punah sepuluh tahun setelah itu.

Bumi semakin tua, teknologi semakin maju memang tidak bisa dihindarkan. Manusia terus berlomba menciptakan teknologi terbaik yang ramah lingkungan dengan tujuan mampu menjaga keseimbangan di dunia ini.

Mesin konvensional yang sampai hari ini masih mendominasi produksi kendaraan di dunia memang memiliki banyak kelemahan. Terutama pada hal emisi gas buang yang tidak ramah lingkungan.

Pabrikan-pabrikan dunia kemudian menjawabnya dengan menciptakan mesin berbahan bakar alternatif. Dan yang belakangan makin populer adalah mesin bertenaga listrik.

Seiring dengan perkembanganya, pabrikan papan atas asal Jepang, Toyota memprediksi bahwa dalam 20 tahun ke depan mesin listrik bakal semakin populer. Dan hal ini pada puncaknya bakal membunuh mesin konvensional serta kemudian diprediksi punah pada 2050. 

Baca juga : Mesin Diesel Toyota akan Segera Punah di Eropa

"Pelepasan emisi CO2 yang tinggi dan mengakibatkan kelestarian bumi terganggu memaksa produsen mobil mengembangkan mesin kendaraan bertenaga listrik.  Kami memperkirakan bahwa pada 2050 kita akan mengurangi emisi CO2 hingga 90 persen dibandingkan dengan 2010," papar Seigo Kuzumaki, Head of Advanced R&D and Engineering Toyota. 

Kuzumaki menambahkan untuk mencapai hal tersebut, mulai 2040 mesin konvensional atau Internal Combution Engine (ICE) tidak akan diproduksi lagi. Menurutnya kendaraan listrik pertama Toyota akan benar-benar masuk pasar pada 2020 dengan menggunakan baterai lithium-ion seperti pada umumnya kendaraan listrik dewasa ini.

Di masa depan, Toyota sendiri sudah mempersiapkan dengan matang teknologi mesin listrik. Salah satunya adalah memiliki paten baterai solid-state canggih dan akan mulai memproduksinya kira-kira setelah tahun 2020. 

Untuk diketahui, baterai dengan sistem solid-state memiliki banyak keuntungan. Di antaranya adalah daya tahan yang luar biasa membuat jarak tempuh kendaraan bisa sangat jauh untuk sekali pengisian dan setelahnya dapat dicharge dengan waktu singkat.Salah satu bagian penting dalam rencana EV jangka panjang Toyota adalah penerapan baterai solid-state canggih.

"Kami memegang lebih banyak paten pada baterai solid-state daripada perusahaan lain. Kami semakin dekat dengan pengembangan mobil menggunakan teknologi ini dan kami percaya akan bakal selangkah di depan dalam hal pengembangan dibandingkan pabrikan dunia lainnya," jelas Kuzumaki.

Simak terus kelanjutan dan perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Bukan tidak mungkin, dengan pasar kendaraan yang cukup besar, akan dilakukan akselerasi produksi oleh para pabrikan dunia untuk dapat secepatnya menjual di Indonesia. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support