Roy Suryo Kecam Wacana Pembatasan Mobil Tua

Berita Otomotif

Roy Suryo Kecam Wacana Pembatasan Mobil Tua

JAKARTA - Pemerintah Jakarta mewacanakan adanya pembatasan umur kendaraan di ibukota. Terang saja wacana ini langsung menjadi kontroversi dan mendapat kecaman. Ada kalangan yang menganggap wacana ini hanyalah pencitraan belaka.

Wacana ini pertama kali dicetuskan oleh Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Roy Suryo yang merupakan salah satu pembina Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) pun mengecamnya.

Roy Suryo yang juga merupakan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini mengatakan kalau para pejabat jangan lagi memberi fatamorgana pada masyarakat dan bereksperimen pada suatu hal yang tidak bijaksana.

Dia pun menganggap wacana ini hanya sebagai salah satu bentuk pencitraan semata. Dia malah menagih berbagai janji yang hingga saat ini belum dijalankan oleh pemerintah misalnya saja pengadaan Double-Decker, Deep Tunnel atau penerapan aturan nopol Ganjil-Genap, ERP serta MRT yang tidak pernah terlaksana.

"Jadi soal wacana larangan mobil kuno atau pengenaan tarif mahal untuk pajak kendaraan tua itu sebaiknya masyarakat menolak," katanya kepada Mobil123.

"Jakarta bukan Singapura atau Chicago yang jelas-jelas sudah memiliki Mass-Tranportation yang rapi, murah dan memasyarakat. Pemerintah wajib hukum-nya menyediakan sarana masyarakat yang layak ini dulu dan tidak dikorup. Usut dulu kasus korupsi TransJakarta yang jelas-jelas tampak, sampai ke mastermind-nya, jangan Masyarakat yang dikorbankan terus menerus seperi sekarang," lugasnya lagi.

Menurut dia, bila benar mobil-mobil tua dibatasi dan pajaknya dibikin mahal, maka hal ini malah akan merugikan Jakarta. Sebab masyarkat justru akan memilih membayar pajak di daerah-daerah sekitar Jakarta tapi kendaraannya tetap akan berseliweran Jakarta.

"Apa mau ada wacana 'pelarangan nopol selain B dilarang masuk Jakarta?', ini konyol sekali kalau sampai terjadi," tambahnya.

Belum lagi, lanjut Roy, ada masyarakat yang selama ini setia bayar pajak padahal kendaraannya tidak tiap hari dipakai. Bahkan ada yg hanya seminggu, sebulan bahkan event-event tertentu saja digunakan.

Karena itulah, Roy atas nama PPMKI menolak wacana yang pada dasarnya hanya pencitraan ini. Terlebih banyak anggota mereka yang justru merawat dan melestarikan kendaraan-kendaraan warisan sejarah, misalnya mobil-mobil ex Bung Karno.

PPMKI mengajak masyarakat untuk sadar dari fatamorgana ini sebelum semuanya terlambat dan menjadi korban sebuah kebijakan yang tidak bijaksana serta hanya didasarkan pada pencitraan semata. [Syu/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123.
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual