Pertamina Lubricants Peringkat Ke-15 di Industri Pelumas Global

Berita Otomotif

Pertamina Lubricants Peringkat Ke-15 di Industri Pelumas Global

JAKARTA – Pertamina Lubricant berambisi terus mempenetrasi pasar global. Kini, mereka sudah menjadi pemain terbesar ke-15 di industri pelumas dunia.

Ambisi untuk mengglobal, menurut Sinung Wikantoro selaku Coordinator of Product Development Specialist Pertamina Lubricant, memang sudah ada di visi perusahaan sejak mereka berdiri sendiri pada 2013. Karena itu produsen merek oli mobil Fastron itu tak puas hanya mendominasi ‘rumah sendiri’.

“Kami sekarang secara global ada di posisi 15 dalam hal business value (nilai bisnis),” kata Sinung sembari menunjukkan data 2019 dalam diskusi virtual dengan Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada Jumar (24/7/2020).

Banyak langkah yang telah mereka jalankan demi ekspansi ke luar negeri. Salah satu kebijakan pertama yang cukup penting adalah pada 2014, ketika mereka langsung mengakuisisi merek dan pabrik pelumas Amaco di Thailand. Korporasi tersebut kemudian diganti namanya menjadi Pertamina Lubricants Thailand.

“Thailand pijakan kami untuk masuk ke pasar Indo-China. Perannya strategis. Makanya, setahun berdiri kami langsung mengakuisisinya,” tukas dia.

Pada 2015, badan usaha milik negara itu merangkul Lamborghini menjadi partner teknologi resmi sampai detik ini. Kolaborasi tersebut menjadi ancang-ancang lain mereka di tahun-tahun awal berdiri, demi cita-cita mengglobal. Mereka juga aktif mendukung pebalap-pebalap nasional di ajang dunia hingga sekarang.

“Ini (kerja sama dengan Lamborghini) adalah batu pijakan untuk diakui secara global, bahwa kami pelumas berkelas. Bahkan Lamborghini, pabrikan supercar, pun bisa kami rangkul sebagai partner teknologi resmi,” tandas Sinung.

Pertamina Lubricants juga telah berhasil meriset dan mengembangkan semua produk mereka dari nol di negeri sendiri, dengan anggota tim yang seluruhnya adalah orang Indonesia. Ini merupakan hasil pembelajaran dan alih teknologi sejak ketika mereka masih bergabung dengan induk perusahaan Pertamina.

Kini mereka sedang membangun Technology Center. Rencananya, pada 2021, fasilitas ini mulai beroperasi.

“Bahkan untuk produk-produk di Thailand pun, kami riset dan kembangkan di tempat kami saat ini di Plumpang,” pungkas Sinung lagi.

Dasar lain Pertamina untuk percaya diri masuk ke pasar global adalah banyaknya konsumen lintas industri yang bisa mereka dapat di Indonesia. Soalnya, tak mudah menggaet mereka karena banyak sekali studi dan riset sebelum konsumen di industri memutuskan berkolaborasi.

“Mereka ini adalah konsumen yang sangat rasional,” tegas SInung.

17 Negara
Sejauh ini, ada 17 negara di luar Indonesia yang menjadi fokus Pertamina Lubricants. Negara-negara itu tersebar di Asia, Oseania, Eropa, plus Afrika.

Pertamina Lubricants telah membangun Kantor Representatif di Sidney, Australia. Ada pula pabrik di Thailand hasil akuisisi yang berfungsi sebagai hub di Asia.

“Tantangan ke depan cukup menarik. Posisi 12 – 14 dunia tidak terlalu sulit. Cita-cita kami cukup rasional untuk ambil peran di pasar global,” tutup Sinung. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar