Pertamina Ajak Masyarakat Lapor Bila Ada SPBU Curang

Panduan Pembeli

Pertamina Ajak Masyarakat Lapor Bila Ada SPBU Curang

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) meminta masyarakat untuk melaporkan setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) curang atau nakal. Laporan masyarakat dijanjikan Pertamina akan ditindaklanjuti.

Pembicaraan terkait SPBU yang mencurangi takaran muncul lagi setelah kepolisian melakukan aksi tangkap tangan di SPBU 34.12305 di Jalan RC Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan.

Modus yang dilakukan oleh SPBU 34.12305 adalah dengan mengurangi takaran BBM yang dibeli oleh para konsumen dengan cara cukup canggih yakni menggunakan remote kecil seukuran remote kunci mobil.

Artikel bersambung dibawah

Dengan remote ini para pelaku bisa mengontrol besaran BBM yang keluar. Ini tentu merugikan para pelanggan. Kepolisian pun bergerak dan melakukan penangkapan terhadap para pelaku pada Senin lalu (6/6) setelah melakukan pengintaian selama 1 bulan.

Untuk mencegah hal itu terjadi kembali, Pertamina menyediakan layanan Contact Center di nomor 1-500-000 (24 jam). Masyarakat diminta melaporkan bila ada hal-hal yang tidak semestinya.

Apabila ada indikasi terjadinya praktik penyelewengan distribusi atau terkait pelayanan SPBU, masyarakat dapat menyampaikan laporan ke Kepolisian setempat, Pemerintah Daerah, Hiswana, atau ke Pertamina melalui Contact Center Pertamina.

"Dukungan masyarakat sangat penting karena ada banyak modus kecurangan baru meski secara internal takaran di SPBU menjadi salah satu perhatian utama dan melewati pengawasan yang berlapis," ujar VP Corporate Communication, Wianda Pusponegoro.

Dalam hal takaran, Pertamina mengikuti peraturan dari Dinas Meteorologi. Sebelum sebuah SPBU beroperasi, maka dispenser akan ditera oleh Dinas Meteorologi. Setelah beroperasi, tera ulang juga akan dilaksanakan rutin (6 bulan - 1 tahun sekali). 

Sementara itu, Jumali selaku General Manager Marketing Operation Region III memaparkan kalau Pertamina sebenarnya sudah melakukan pengawasan ketat pada tiap SPBU. Selain pengawas internal, Pertamina bahkan menyewa auditor eksternal independen.

Auditor eksternal itu secara rutin melakukan pengecekan pada tiap SPBU, tidak terjadwal tapi dilakukan secara mendadak. Namun diakui oleh Jumali merasa kecolongan karena hasil audir SPBU 34.12305 selama Januari sampai Mei 2016 cukup bagus.

"Ini adalah perbuatan oknum SPBU, hasil monitoring audit beberapa bulan terakhir itu hasilnya bagus. Ternyata mereka menggunakan teknologi untuk mengelabui takaran bensin. Ini modus baru," aku Jumali.

Karena itu, Pertamina menegaskan akan menindak tegas SPBU itu dengan memberhentikan suplai BBM.

"Kami akan koordinasi dengan vendor pompa dan berbagai pihak lainnya agar kejadian serupa tidak terjadi," tambah Jumali. [Syu/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual