Pengemudi Taksi Gerah dengan Mobil Otonom

Berita Otomotif

Pengemudi Taksi Gerah dengan Mobil Otonom

NEW YORK - Takut perannya tergantikan, pengemudi taksi di New York terang-terangan merasa gerah dengan keberadaan mobil otonom. 

Jika di Indonesia pengemudi taksi reguler gerah dengan kehadiran taksi online, sementara di belahan dunia lain yakni di New York, Amerika Serikat gerah dengan keberadaan mobil otonom.  Pasalnya mereka khawatir perannya akan tergantikan jika mobil otonom benar-benar mulai digunakan sebagai taksi di kota berjuluk Big Apple. 

Untuk itu, 2 organisasi supir taksi New York's Upstate Transportation Association (UTA) dan Independent Drivers Guild (IGD) pun mendesak pemerintah untuk melarang kendaraan otonom. Ini terjadi karena ribuan supir taksi di New York khawatir akan kehilangan pekerjaan.

UTA meminta larangan 50 tahun pada mobil otonom untuk menjadi taksi. Ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dituntut IDG agar pemerintah segera memberikan aturan untuk melarang mobil otonom.

Ribuan orang bergantung pada pekerjaan menjadi supir taksi di New York. Termasuk sebagian dari mereka adalah imigran yang mencoba merubah nasib di sana.Jika pemerintah setempat tidak segera merespon tuntutan para pengemudi taksi, rasanya masalah ini akan bergulir ke arah yang lebih serius sering dengan makin sempurnanya mobil otonom. [Adi/Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123        
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 

 

 

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual