Nissan : Kurang Minum Bisa Sebabkan Kecelakaan

Berita Otomotif

Nissan : Kurang Minum Bisa Sebabkan Kecelakaan

PARIS – Nissan membuktikan hasil riset bahwa pengemudi yang kurang minum atau dehidrasi, bisa menyebabkan kecelakaan.

Sepertiga dari tubuh manusia adalah cairan. Maka dari itu, setiap orang membutuhkan banyak pasokan air minum ke dalam tubuh. Kurangnya asupan cairan pada seseorang, dapat menyebabkan dehidrasi sehingga mengurangi tingkat konsentrasi.

Mengemudikan kendaraan sendiri memerlukan konsentrasi tinggi. Beberapa pakar maupun instruktur keselamatan berkendara kerap menekankan, aktivitas tersebut tidak bisa disepelekan atau disambi dengan pekerjaan lainnya.

Hasil studi yang dilakukan European Hydration Institute dan Loughborough University pada 2015 membuktikan beberapa fakta penting seperti :

  1. Pengemudi yang minum hanya 25 ml air setiap satu jam, kerap membuat kesalahan lebih dari dua kali, dibandingkan orang tercukupi cairan tubuhnya.
  2. Banyaknya kesalahan yang diperbuat orang mengalami dehidrasi, sama dengan peminum alkohol berkadar 0.08 persen.
  3. Kesalahan yang diperbuat pada umumnya meliputi telat ngerem, melintasi garis batas jalan tanpa sadar, bahkan hingga melakukan aksi drift

Lebih jauh dikatakan 2 dari tiga pengendara mobil tidak bisa mendeteksi gejala kecapekan, pusing, sakit kepala, mulut kering dan bereaksi lebih lambat dari biasanya pada diri sendiri.

Hasil riset membuktikan bahwa pengendara yang meminum air lebih banyak, memiliki reaksi 14 persen lebih cepat daripada pengemudi yang kekurangan minum.

Baca juga : Otak Tidak Didesain untuk Melakukan 2 Pekerjaan Sekaligus

Nissan melalui hasil studi di atas sebelumnya, memamerkan solusi inovatif. Bekerjasama dengan desainer asal Belanda Droog, Nissan menciptakan teknologi yang bekerja berdasarkan sensor dengan nama SOAK. Perangkat pintar tersebut telah ditanamkan pada salah satu model mereka yakni Juke di Inggris.

“Tidak seperti atlet yang membiasakan diri untuk menjaga asupan air, banyak orang di luar sana tidak sadar terjadinya penurunan performa karena kurang minum. Teknologi Sweat-Sensing diciptakan dalam kendaraan untuk mencegah pengemudi mengalami dehidrasi,” ujar Dr Harj Chaggar, Medical Consultant Nismo.

Kini satu dari enam konsumen Nissan telah menggunakan teknologi tersebut dan merasakan langsung manfaatnya. Dan akhirnya penelitian di dunia kesehatan kembali menginspirasi penciptaan sebuah kendaraan, ini tentunya akan sangat berguna sebagai modal NIssan dalam menciptakan masa depan dunia otomotif yang lebih canggih. [Dew/Ari]

 



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.

Komentar

Support
Chat Support
Support Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual