Nissan Cabut dari Korea Selatan, Suntik Mati Datsun di Rusia

Berita Otomotif

Nissan Cabut dari Korea Selatan, Suntik Mati Datsun di Rusia

YOKOHAMA – Nissan mengumumkan beberapa langkah besar dalam rangka perbaikan bisnis di pasar global, di antaranya adalah minggat dari Korea Selatan.

Pabrikan mobil asal Jepang ini, melalui situs resmi pada Kamis (28/5/2020), mengumumkan rencana empat tahun demi mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan stabilitas finansial. Berbagai langkah ekstrem mereka putuskan demi mencapai profitabilitas pada akhir tahun fiskal 2023.

Di antaranya banyak poin yang mereka kemukakan adalah fokus pada area serta produk-produk terpenting mereka.  Adapun wilayah yang mulai kini menjadi konsentrasi Nissan adalah Jepang, China, serta Amerika Utara.

Mereka juga tetap akan menjaga bisnis di Asia Tenggara, Amerika Selatan maupun Eropa dalam ‘level yang pantas’. Untuk melakukan ini, Nissan bakal memanfaatkan aset-aset milik aliansi Renault – Nissan – Mitsubishi.

Di samping itu, Nissan memutuskan cabut dari Korea Selatan. Merek anggota aliansi otomotif terbesar dunia ini juga menyuntik mati merek Datsun di Rusia.

Sekadar mengingatkan, Nissan sebelum ini juga telah menghentikan penjualan maupun produksi Datsun di Indonesia--tepatnya mulai Maret 2020--setelah sejak 2014 merilis hatchback Go Panca, MPV Go+ Panca, dan MPV Cross. Dengan demikian, basis produksi global Datsun yang masih dipertahankan hanya India maupun Afrika Selatan.

Merek legendaris dibangkitkan kembali pada 2013 oleh Nissan. Namun, saat kembali eksis, Datsun berubah menjadi merek bagi kendaraan-kendaraan berharga terjangkau.

Lebih lanjut, rencana lain Nissan adalah mengurangi kapasitas produksi global ke volume yang mereka anggap ‘tepat’ yaitu 5,4 juta unit per tahun. Volume tersebut berkurang 20 persen dari sebelumnya.

Korporasi beniat mereduksi biaya operasional tetap (fixed cost), lini produk global, plus pengeluaran. Prioritas maupun investasi mereka dipusatkan di area-area yang diekspektasikan menghasilkan pemulihan bisnis yang solid serta pertumbuhan berkelanjutan.

Pada akhir tahun 2023, Nissan ingin mendapatkan 6 persen pangsa pasar global, dengan mengamankan China sebagai pasar paling vital. Mereka juga menargetkan 5 persen operating profit margin.

Makoto Uchida, Chief Executive Officer Nissan Motor Corporation, mengatakan rencana empat tahun ini mengutamakan pertumbuhan yang pelan tapi pasti. Mereka tidak mengincar ekspansi penjualan berlebihan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama

All-new Yaris 2020 Kian Canggih

All-new Yaris 2020 Kian Canggih

Video
All-new Toyota Yaris 2020 semakin canggih. Salah satu teknologi atau fitur generasi keempat Yaris ini adalah bisa parkir sendiri. Harga Yaris 2020 ...

Komentar