Nestapa Mobil Diesel, Harga BBM Dex Series Naik Saat Pertamax Turun

Berita Otomotif

Nestapa Mobil Diesel, Harga BBM Dex Series Naik Saat Pertamax Turun

JAKARTA – Mobil-mobil diesel pengguna bahan bakar minyak (BBM) Pertamina harus mengeluarkan biaya ekstra memasuki November 2022 karena kenaikan harga Dex Series. Di saat bersamaan, harga Pertamax Series untuk mesin bensin malah turun.

Per 1 Oktober 2022, menurut keterangan resmi, terjadi penurunan harga BBM Pertamina untuk mesin bensin. Akan tetapi, ‘nasib’ sebaliknya dialami oleh BBM Pertamina bagi mesin diesel.

Pertamax (RON 92) untuk wilayah DKI Jakarta turun harga Rp600 per liter, dari Rp14.500 menjadi Rp13.900. Harga Pertamax Turbo (RON 98) pun drop Rp950 per liter, dari Rp15.900 menjadi Rp14.950.

Beda halnya dengan Dex Series. Dexlite (CN 51) untuk area Ibu Kota naik harga Rp700 per liter, dari Rp17.100 menjadi Rp17.800.

Sementara itu, harga Pertamina Dex (CN 53) bertambah Rp700 per liter, dari Rp17.400 menjadi Rp18.100.

Adapun harga BBM Subsidi Pertalite serta Bio Solar masing-masing tetap Rp10 ribu per liter maupun Rp6.800 per liter.

Alasan Harga Dex Series Naik Saat Pertamax Series Turun

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan harga produk-produk BBM Non Subsidi mereka akan terus mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yaitu Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus. Evaluasi mereka lakukan terus setiap bulan.

“Berdasarkan perhitungan, pada periode September lalu untuk produk Gasoline (bensin) yakni Pertamax Series mengalami penyesuaian turun harga, sedangkan untuk produk Gasoil (diesel) Dexlite dan Perta Dex penyesuaiannya naik harga,” jelas Irto.

Perbedaan kebijakan antara Pertamax Series dengan Dex Series, lanjut dia, disebabkan oleh kondisi energi global. Di antaranya bermacam faktor yang memengaruhinya ialah situasi geopolitik di Eropa Timur antara Rusia dengan Ukraina yang menyebabkan tingginya permintaan produk bahan bakar gas di seluruh dunia.

Nahasnya, salah satu substitusi produk bahan bakar gas ialah bahan bakar diesel yang harganya mengacu pada MOPS Kerosene.

“MOPS Kerosene ini menjadi acuan harga untuk bahan baku produk diesel. Tingginya permintaan dan terbatasnya bahan baku membuat harganya menjadi tetap tinggi, meskipun harga minyak dunia trennya menurun,” tukasnya.

Penetapan harga baru, lanjut Irto, telah sesuai dengan yang diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi.

Pertamina, menurutnya, juga terus berkomitmen untuk menyediakan produk dengan kualitas yang terjamin dengan harga yang kompetitif di seluruh wilayah Indonesia. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar