Konsumsi BBM Honda Brio 2016 Bisa Tembus 28,1 Km/liter, Ini Syaratnya

Review

Konsumsi BBM Honda Brio 2016 Bisa Tembus 28,1 Km/liter, Ini Syaratnya

TANGERANG – PT Honda Prospect Motor (HPM) menggelar Road To Honda Day 2016 – Drive 2 Excitment, sabtu (29/10).

Kegiatan ini merupakan tantangan kepada media nasional untuk berkendara hemat dan seru bersama Honda Brio 2016. HPM menetapkan rekor yang harus dipecahkan para peserta adalah konsumsi lebih irit dari 21.9 km per liter dari hasil terbaik dari uji Liga Irit 2016 oleh Majalah AutoBild Indonesia.

Jarak  56 km dari Markas Besar HPM di Sunter menuju acara Honda Day 2016 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, Banten harus ditempuh dengan waktu maksimal 90 menit. Dan penghitungan konsumsi BBM dilihat dari rata-rata km per liter yang muncul pada Multi Information Display (MID).

Sebelum perjalanan pihak HPM melakukan briefing termasuk memberikan detail regulasi dan product knowledge. Untuk diketahui Honda Brio 2016 dilengkapi dengan transmisi CVT yang telah diperbaharui. 

“Bobotnya kini lebih ringan 10 persen dibanding versi terdahulu. Dan kami melakukan beberapa pengembangan untuk memastikan kinerjanya transmisi CVT ini lebih maksimal. Intinya dapat memaksimalkan keluaran tenaga mesin serta lebih hemat BBM,” jelas Muhamad Zuhdi, Service Technical & Warranty Senior Manager HPM sebelum bendara start dikibarkan.

Saat perjalanan dimulai, keuntungan besar sudah Mobil123.com dan peserta lainnya dapatkan yakni jalan yang tergolong lengang. Nyaris tanpa kemacetan saat kami masuk jalan  tol Ancol, tol Kamal hingga tol Pondok Aren – BSD. 


Sepanjang perjalanan tersebut kami membangun kecepatan pada range economic speed antara 60 km/jam hingga maksimal nyaris menyentuh angka 80 km/jam. Putaran mesin benar-benar dijaga dan tak kalah pentingnya kami memposisikan hembusan AC pada setelan terendah, baik dari fan maupun blower. Tujuannya agar kerja kompresor AC tidak terlalu membebani mesin. Memang hanya sepoi-sepoi angin, untungnya karena jalanan relatif kosong di jam 9 pagi, praktis panas matahari tidak terlalu meningkatkan temperatur kabin.

Jarak antar kendaraan terus kami jaga untuk meminimalisir penggunaan rem selama perjalanan. Kami selalu berada di lajur tengah jalan tol tiga ruas atau lajur kiri saat memasuk jalan tol 2 ruas jalan agar tidak meggangu pengendara lain.

Dengan berkendara demikian, saat memasuki Ancol angka konsumsi MID menunjukkan 19 km per liter. Dan seterusnya saat masuk tol Kamal, angkanya melonjak hingga 27 km per liter. Angka MID kemudian bertahan di 28.9 km per liter saat kami masuk tol Pondok Aren – BSD. 

Pada kecepatan ini, putaran mesin berada tidak sampai 1.500 rpm. Dan kami sangat menghindari menghentak-hentak gas atau melakukan akselerasi sepontan sepanjang perjalanan. Kami selalu memperhatikan eco indicator dan pergerakan MID secara seksama. Praktis Honda Brio 2016 kami biarkan mengelinding dengan menjaga tekanan gas untuk selalu pada putaran mesin serendah itu. 

Unjuk kerja CVT benar-benar dimaksimalkan. Transmisi otomatis yang dikontrol langsung secara elektronik dengan drive pulley dan driven pulley serta steel belt ini mampu memberikan respon yang tak terputus dari kecepatan rendah hingga maksimal. 

Saat keluar tol menuju ICE, kondisi lalu lintas berubah menjadi ramai. Yang kami upayakan adalah membiarkan kendaraan tetap berjalan, rem kami injak jika benar-benar diperlukan saja. Pada ruas jalan non tol ini kewaspadaan kami tingkatkan, karena bukan tidak mungkin ada pengendara motor atau mobil yang memotong jalur tiba-tiba atau penyeberang jalan.

Pada kondisi stop and Go terutama saat memasuki traffic light, posisi konsumsi BBM di MID tampak menurun, artinya konsumsi BBM menjadi lebih banyak dalam kondisi ini. Dan hingga finish, catatan akhir yang didapat 28.1 km per liter dalam waktu tempuh sekitar 70 menit. 

Jujur ini adalah angka konsumsi yang fantastis untuk sebuah kendaraan dengan mesin 1.2 liter. Untuk diketahui, mesin i-VTEC Honda Brio 2016 memiliki tenaga 90 hp pada 6.000 rpm dan torsi 110 Nm di 4.800 rpm.


Konklusinya, konsumsi bbm ini tidak bisa sepenuhnya dijadikan patokan. Rasanya agak sulit diterapkan pada kondisi berkendara harian terlebih saat jam-jam padat. Dan di jalan relatif lengang seperti yang kami hadapi, Anda seharusnya bisa memacu kendaraan lebih tinggi dan waktu tempuh jauh lebih cepat. Belum lagi rasa kantuk akan datang menghampiri Anda saat harus menjaga kecepatan sedemikian.

Ingat, efisiensi sejatinya bukan hanya pada konsumsi BBM saja, waktu tempuh lebih singkat tentu sama pentingnya. Pertanyaannya, apa mungkin Anda akan melakukan gaya berkendara seperti kami ini demi mengejar irit BBM semata ?. Sementara disaat bersamaan Anda dikejar meeting dengan klien penting untuk menentukan mega proyek bisnis yang telah menanti di tempat tujuan. 


Secara umum gaya berkendara sangat erat kaitannya dengan jumlah penggunaan BBM. Semua terpulang kepada si pengemudi karena konsentrasi dalam menjaga jarak aman dan kecepatan. Terutama mengontrol injakan kaki kanan ke pedal gas yang sangat besar pengaruhnya terhadap konsumsi BBM, di samping kondisi jalan yang dilewati. 

Intinya konsumsi 28.1 km per liter bisa saja Anda dapatkan, asal dapat mengikuti syarat dan ketentuan berlakunya. [Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual