Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Panduan Pembeli Kelebihan dan Kekurangan Honda Jazz GD3, Mobil Tua Favorit Anak Muda Kelebihan dan Kekurangan Honda Jazz GD3, Mobil Tua Favorit Anak Muda Panduan Pembeli Yongki Sanjaya Putra https://www.mobil123.com/authors/1270/yongki-sanjaya-putra | 20 May 2024 14:13 Honda Jazz pertama kali diluncurkan oleh PT. Honda Prospect Motor (HPM) pada Februari 2004, dengan kode body GD3. Jazz keluaran awal saat itu masih didatangkan secara utuh dari Thailand. Sebagai informasi, Jazz generasi pertama ini dijual antara 2004 hingga 2007. Ada dua varian yang dihadirkan dengan pilihan mesin i-DSI yang irit BBM dan juga VTEC yang tenaganya lebih responsif. Daya tarik masyarakat akan kehadiran mobil ini cukup bagus, ini dikarenakan mobil yang memiliki dimensi yang compact, fitur yang modern serta desain yang stylish. Pada Agustus 2006, Honda Jazz generasi pertama mengalami facelift dengan hadirnya varian transmisi otomatis CVT (Continuously Variable Transmission). Transmisi CVT memiliki kelebihan pada perpindahan gigi tanpa hentakan sama sekali, dan Jazz GD3 jadi pelopor hatchback Jepang yang memakai transmisi tersebut di Indonesia. Meskipun sudah berusia 20 tahun, Honda Jazz Gen 1 tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan mobil praktis, irit bahan bakar, dan nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Dengan pasaran di angka Rp80 jutaan, Jazz GD3 bekas desainnya tidak terlihat ketinggalan zaman. Bagi kalian yang tertarik memiliki hatchback legendaris Honda ini, berikut akan kami sampaikan kelebihan dan kekurangan dari Honda Jazz GD3 tersebut. Simak ulasannya sebagai berikut. Kelebihan Honda Jazz GD3, Desain Modis dengan Kabin Luas Honda Jazz GD3 memiliki tampilan yang modis bawaan lahir. Secara fisik, kedua varian Jazz GD3 hanya dibedakan dengan paket body kit. Untuk Jazz i-DSI cenderung hampir polos tanpa banyak dihiasi body kit. Untuk Honda Jazz i-DSI hadir dengan tampilan standar yang stylish dan hanya terdapat spoiler belakang, sedangkan untuk varian Jazz VTEC tampil sporty yang sudah dilengkapi dengan body kit pada bagian bumpernya, untuk sisi samping ketambahan side skirt dan spion yang sudah dilengkapi dengan lampu sein. Mobil Mungil dengan Kabin Luas Honda terkenal piawai merancang sebuah mobil yang ukurannya tampak kecil di luar namun interiornya terasa begitu luas. Ini juga terjadi pada sosok Honda Jazz generasi pertama. Jazz GD3 memiliki dimensi minimalis dengan panjang 3.830 mm, lebar 1.693 mm dan tinggi 1.525 mm. Walau Jazz gen 1 dimensinya mungil, namun kabinnya bisa disulap jadi lega. Inj karena Jazz memiliki fitur ultra seat yang bisa mengatur berbagai pola pelipatan kursi. Jok belakang bisa dilipat sedemikian rupa sehingga dapat memberikan ruang bagasi yang sangat besar. Ultra seat pada Jazz generasi pertama terdiri dari 4 mode, yaitu Utility Mode, Long Mode, Tall Mode dan Refresh Mode. Fitur Honda Jazz GD3 VTEC Lebih Lengkap Sebagai varian teratas, jelas Honda membekali beragam fitur unggulan pada Jazz VTEC. Pada Jazz VTEC juga sudah memiliki single Airbags pada bagian setir pengemudi. Lebih lanjut, Jazz GD3 VTEC tipe Sporty sudah menggunakan rem cakram di semua roda. tipe teratasnya ini juga sudah dilengkapi ABS (Anti-Lock Braking System), EBD (Electronic Brake Force Distribution), BA (Brake Assist), serta airbags untuk pengemudi. Sementara itu Honda Jazz i-DSI hanya memakai rem cakram di depan, sedangkan di roda belakang mengandalkan tromol. Tersedia Dalam Dua Varian Mesin Bicara mesin, Jazz GD3 hadir dengan dua pilihan teknologi, yaitu 1.5L i-DSI dan 1.5L VTEC. Pada versi i-DSi, mesin berkode L15A 4 silinder SOHC berkubikasi 1.496 cc memproduksi tenaga 87 PS @5.500 rpm dengan torsi 128 Nm @2.700 rpm. teknologi IDSI (Intellegent Dual Sequential Ignition) hanya menggunakan 8 katup tapi memakai dua busi pada setiap silinder mesin. Kehadiran dua busi ini mampu mengoptimalkan pembakaran yang terjadi di ruang mesin sekaligus dapat menghemat penggunaan BBM serta menekan emisi gas buang. Kemudian pada Jazz 1.5 VTEC menghasilkan tenaga lebih besar, hingga 110 PS @5.800 rpm dengan torsi maksimal 143 Nm @4.800 rpm. Teknologi VTEC memiliki 16 valve dimana dapat menghasilkan tenaga secara maksimal pada putaran atasnya. Honda Jazz GD3 tersedia dalam dua jenis transmisi, yakni manual 5-percepatan serta otomatis CVT 7-speed Steermatic. Di Indonesia, Honda Jazz GD3 bisa dikatakan sebagai pelopor hatchback dengan transmisi CVT. Fitur Steer-matic memungkinkan pengemudi melakukan perpindahan gigi ala manual dengan menekan tombol 7 Speed Mode di bawah kolom setir. Kekurangan Honda Jazz GD3, Muncul Karena Pemakaian yang Jorok Bagi kalian yang ingin memelihara Honda Jazz GD3 atau sedang hunting mobkas ini, sebaiknya ketahui kelemahan dan penyakit yang sering terjadi. Sebagai catatan, penyakit yang muncul di Honda Jazz GD3 ini biasanya kebanyakan disebabkan karena pemakaian yang jorok dan asal-asalan. Mesin Keluar Asap dan Rembes Oli Honda Jazz baik itu i-DSI ataupun VTEC punya karakter mesin yang durable selama perawatannya benar. Mesin ini irit BBM dengan produksi tenaga yang cukup besar, sehingga membuat Jazz disukai anak muda. Hal pertama yang perlu kita waspadai dari Honda Jazz GD3 ini ialah soal mesin. Sebagai jantungnya kendaraan, mesin harus sehat dan prima sehingga tak mengkhawatirkan saat kita kendarai. Perilaku pemakaian yang jorok membuat mesin keluar asap putih dari knalpot. Penyebabnya karena pemilik mobil yang malas ganti oli sehingga membuat bagian piston dan ringnya jebol. Seal kruk as juga dapat rembes oli, karena kondisinya sudah getas. Untuk kasus ini penyebabnya hanya karena usia pakai part yang sudah cukup lama dengan pemakaian di atas lima tahun. Seal kruk as ini memang perlu diganti secara berkala setiap lima tahun pemakaian. Bila rembesnya dibiarkan maka membuat volume oli mesin berkurang. Bicara perawatan mesin Jazz pun nggak rumit, karena cukup ganti oli, tune up, ganti busi dan segera ganti koil bila ada yang mati. Kalau aspek perawatan tadi tak dijalankan, maka mesin jadi ngempos. Transmisi CVT Honda Jazz GD3 Jebol, Akibat Salah Jenis Oli Kasus kedua yang patut diwaspadai dari Honda Jazz GD3 ialah transmisi otomatis CVT bermasalah. Penyakit CVT di Jazz waktu posisi R atau mundur muncul getaran seperti besi beradu. Penyebabnya sepele, karena efek salah memasukkan jenis oli ke transmisi CVT. Perlu diingat, oli untuk transmisi CVT memakai jenis CVTF (CVT Fluid), dan untuk mobil Honda sangat diharuskan memakai oli CVTF keluaran Honda. Kesalahannya yaitu sebagian mekanik malah mengisinya dengan oli ATF(AT Fluid). Mekanik tadi mengacu pada tutup oli transmisi yang bertuliskan ATF. Padahal tutup oli tersebut bisa jadi barang copotan dari mobil Honda lain yang mungkin bentuknya sama. Karena kesalahan informasi ini membuat keterangannya tidak sesuai dengan kebutuhan oli transmisi di Jazz GD3. Untuk masalah transmisi CVT ini bisa ditangani dengan overhaul, namun biayanya bakal mahal. Estimasi biayanya bahkan bisa sama seperti mengganti dengan komponen transmisi copotan dari Singapura. Hasil overhaul transmisi CVT pun bisa saja tak maksimal, sehingga dianjurkan untuk mengganti dengan part copotan yang masih sehat. Kalau ganti transmisi CVT segelondong ex Singapura, estimasi harganya berkisar Rp6,5 juta. Untuk transmisi ex Singapura ini yang digunakan yaitu kampakan dari Jazz produksi Jepang. Bushing Kaki-Kaki Honda Jazz GD3 Gampang Jebol, Akibat Berkendara Asal-asalan Untuk masalah yang satu ini memang sering terjadi pada Jazz GD3. Posisi bushing lower arm tidur, dan rentan hancur karena kebiasaan mengemudi yang asal-asalan. Saat melewati kondisi jalan rusak tidak mengurangi kecepatan dan main libas sehingga bushing lower arm tadi jebol. Untuk mengatasinya tidak bisa hanya ganti bushing, tapi harus ganti satu set dengan lower arm. Misalnya yang jebol di sebelah kiri, maka ganti dengan satu set lower arm kiri. Satu set lower arm ini terdapat bushing besar, bushing kecil, dan ball joint. Rack steer jebol di bagian bushing juga menjadi masalah lain dari Jazz GD3. Gejalanya yaitu muncul suara gludug-gludug saat dikendarai. Penyebabnya karena usia dan faktor pemakaian yang main hajar jalanan rusak. Untuk bushing rack steer ini cukup diganti bagian bushingnya saja. (YS) ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Cetak Yongki Sanjaya Putra Editor Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Kelebihan dan Kekurangan Honda Jazz GD3, Mobil Tua Favorit Anak Muda Panduan Pembeli Yongki Sanjaya Putra https://www.mobil123.com/authors/1270/yongki-sanjaya-putra | 20 May 2024 14:13 Honda Jazz pertama kali diluncurkan oleh PT. Honda Prospect Motor (HPM) pada Februari 2004, dengan kode body GD3. Jazz keluaran awal saat itu masih didatangkan secara utuh dari Thailand. Sebagai informasi, Jazz generasi pertama ini dijual antara 2004 hingga 2007. Ada dua varian yang dihadirkan dengan pilihan mesin i-DSI yang irit BBM dan juga VTEC yang tenaganya lebih responsif. Daya tarik masyarakat akan kehadiran mobil ini cukup bagus, ini dikarenakan mobil yang memiliki dimensi yang compact, fitur yang modern serta desain yang stylish. Pada Agustus 2006, Honda Jazz generasi pertama mengalami facelift dengan hadirnya varian transmisi otomatis CVT (Continuously Variable Transmission). Transmisi CVT memiliki kelebihan pada perpindahan gigi tanpa hentakan sama sekali, dan Jazz GD3 jadi pelopor hatchback Jepang yang memakai transmisi tersebut di Indonesia. Meskipun sudah berusia 20 tahun, Honda Jazz Gen 1 tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan mobil praktis, irit bahan bakar, dan nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Dengan pasaran di angka Rp80 jutaan, Jazz GD3 bekas desainnya tidak terlihat ketinggalan zaman. Bagi kalian yang tertarik memiliki hatchback legendaris Honda ini, berikut akan kami sampaikan kelebihan dan kekurangan dari Honda Jazz GD3 tersebut. Simak ulasannya sebagai berikut. Kelebihan Honda Jazz GD3, Desain Modis dengan Kabin Luas Honda Jazz GD3 memiliki tampilan yang modis bawaan lahir. Secara fisik, kedua varian Jazz GD3 hanya dibedakan dengan paket body kit. Untuk Jazz i-DSI cenderung hampir polos tanpa banyak dihiasi body kit. Untuk Honda Jazz i-DSI hadir dengan tampilan standar yang stylish dan hanya terdapat spoiler belakang, sedangkan untuk varian Jazz VTEC tampil sporty yang sudah dilengkapi dengan body kit pada bagian bumpernya, untuk sisi samping ketambahan side skirt dan spion yang sudah dilengkapi dengan lampu sein. Mobil Mungil dengan Kabin Luas Honda terkenal piawai merancang sebuah mobil yang ukurannya tampak kecil di luar namun interiornya terasa begitu luas. Ini juga terjadi pada sosok Honda Jazz generasi pertama. Jazz GD3 memiliki dimensi minimalis dengan panjang 3.830 mm, lebar 1.693 mm dan tinggi 1.525 mm. Walau Jazz gen 1 dimensinya mungil, namun kabinnya bisa disulap jadi lega. Inj karena Jazz memiliki fitur ultra seat yang bisa mengatur berbagai pola pelipatan kursi. Jok belakang bisa dilipat sedemikian rupa sehingga dapat memberikan ruang bagasi yang sangat besar. Ultra seat pada Jazz generasi pertama terdiri dari 4 mode, yaitu Utility Mode, Long Mode, Tall Mode dan Refresh Mode. Fitur Honda Jazz GD3 VTEC Lebih Lengkap Sebagai varian teratas, jelas Honda membekali beragam fitur unggulan pada Jazz VTEC. Pada Jazz VTEC juga sudah memiliki single Airbags pada bagian setir pengemudi. Lebih lanjut, Jazz GD3 VTEC tipe Sporty sudah menggunakan rem cakram di semua roda. tipe teratasnya ini juga sudah dilengkapi ABS (Anti-Lock Braking System), EBD (Electronic Brake Force Distribution), BA (Brake Assist), serta airbags untuk pengemudi. Sementara itu Honda Jazz i-DSI hanya memakai rem cakram di depan, sedangkan di roda belakang mengandalkan tromol. Tersedia Dalam Dua Varian Mesin Bicara mesin, Jazz GD3 hadir dengan dua pilihan teknologi, yaitu 1.5L i-DSI dan 1.5L VTEC. Pada versi i-DSi, mesin berkode L15A 4 silinder SOHC berkubikasi 1.496 cc memproduksi tenaga 87 PS @5.500 rpm dengan torsi 128 Nm @2.700 rpm. teknologi IDSI (Intellegent Dual Sequential Ignition) hanya menggunakan 8 katup tapi memakai dua busi pada setiap silinder mesin. Kehadiran dua busi ini mampu mengoptimalkan pembakaran yang terjadi di ruang mesin sekaligus dapat menghemat penggunaan BBM serta menekan emisi gas buang. Kemudian pada Jazz 1.5 VTEC menghasilkan tenaga lebih besar, hingga 110 PS @5.800 rpm dengan torsi maksimal 143 Nm @4.800 rpm. Teknologi VTEC memiliki 16 valve dimana dapat menghasilkan tenaga secara maksimal pada putaran atasnya. Honda Jazz GD3 tersedia dalam dua jenis transmisi, yakni manual 5-percepatan serta otomatis CVT 7-speed Steermatic. Di Indonesia, Honda Jazz GD3 bisa dikatakan sebagai pelopor hatchback dengan transmisi CVT. Fitur Steer-matic memungkinkan pengemudi melakukan perpindahan gigi ala manual dengan menekan tombol 7 Speed Mode di bawah kolom setir. Kekurangan Honda Jazz GD3, Muncul Karena Pemakaian yang Jorok Bagi kalian yang ingin memelihara Honda Jazz GD3 atau sedang hunting mobkas ini, sebaiknya ketahui kelemahan dan penyakit yang sering terjadi. Sebagai catatan, penyakit yang muncul di Honda Jazz GD3 ini biasanya kebanyakan disebabkan karena pemakaian yang jorok dan asal-asalan. Mesin Keluar Asap dan Rembes Oli Honda Jazz baik itu i-DSI ataupun VTEC punya karakter mesin yang durable selama perawatannya benar. Mesin ini irit BBM dengan produksi tenaga yang cukup besar, sehingga membuat Jazz disukai anak muda. Hal pertama yang perlu kita waspadai dari Honda Jazz GD3 ini ialah soal mesin. Sebagai jantungnya kendaraan, mesin harus sehat dan prima sehingga tak mengkhawatirkan saat kita kendarai. Perilaku pemakaian yang jorok membuat mesin keluar asap putih dari knalpot. Penyebabnya karena pemilik mobil yang malas ganti oli sehingga membuat bagian piston dan ringnya jebol. Seal kruk as juga dapat rembes oli, karena kondisinya sudah getas. Untuk kasus ini penyebabnya hanya karena usia pakai part yang sudah cukup lama dengan pemakaian di atas lima tahun. Seal kruk as ini memang perlu diganti secara berkala setiap lima tahun pemakaian. Bila rembesnya dibiarkan maka membuat volume oli mesin berkurang. Bicara perawatan mesin Jazz pun nggak rumit, karena cukup ganti oli, tune up, ganti busi dan segera ganti koil bila ada yang mati. Kalau aspek perawatan tadi tak dijalankan, maka mesin jadi ngempos. Transmisi CVT Honda Jazz GD3 Jebol, Akibat Salah Jenis Oli Kasus kedua yang patut diwaspadai dari Honda Jazz GD3 ialah transmisi otomatis CVT bermasalah. Penyakit CVT di Jazz waktu posisi R atau mundur muncul getaran seperti besi beradu. Penyebabnya sepele, karena efek salah memasukkan jenis oli ke transmisi CVT. Perlu diingat, oli untuk transmisi CVT memakai jenis CVTF (CVT Fluid), dan untuk mobil Honda sangat diharuskan memakai oli CVTF keluaran Honda. Kesalahannya yaitu sebagian mekanik malah mengisinya dengan oli ATF(AT Fluid). Mekanik tadi mengacu pada tutup oli transmisi yang bertuliskan ATF. Padahal tutup oli tersebut bisa jadi barang copotan dari mobil Honda lain yang mungkin bentuknya sama. Karena kesalahan informasi ini membuat keterangannya tidak sesuai dengan kebutuhan oli transmisi di Jazz GD3. Untuk masalah transmisi CVT ini bisa ditangani dengan overhaul, namun biayanya bakal mahal. Estimasi biayanya bahkan bisa sama seperti mengganti dengan komponen transmisi copotan dari Singapura. Hasil overhaul transmisi CVT pun bisa saja tak maksimal, sehingga dianjurkan untuk mengganti dengan part copotan yang masih sehat. Kalau ganti transmisi CVT segelondong ex Singapura, estimasi harganya berkisar Rp6,5 juta. Untuk transmisi ex Singapura ini yang digunakan yaitu kampakan dari Jazz produksi Jepang. Bushing Kaki-Kaki Honda Jazz GD3 Gampang Jebol, Akibat Berkendara Asal-asalan Untuk masalah yang satu ini memang sering terjadi pada Jazz GD3. Posisi bushing lower arm tidur, dan rentan hancur karena kebiasaan mengemudi yang asal-asalan. Saat melewati kondisi jalan rusak tidak mengurangi kecepatan dan main libas sehingga bushing lower arm tadi jebol. Untuk mengatasinya tidak bisa hanya ganti bushing, tapi harus ganti satu set dengan lower arm. Misalnya yang jebol di sebelah kiri, maka ganti dengan satu set lower arm kiri. Satu set lower arm ini terdapat bushing besar, bushing kecil, dan ball joint. Rack steer jebol di bagian bushing juga menjadi masalah lain dari Jazz GD3. Gejalanya yaitu muncul suara gludug-gludug saat dikendarai. Penyebabnya karena usia dan faktor pemakaian yang main hajar jalanan rusak. Untuk bushing rack steer ini cukup diganti bagian bushingnya saja. (YS) ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...