Istilah "Ricer" dalam Modifikasi Mobil, Termasuk Kebiasaan Asal Pasang Stiker Tuner Balap yang Disalahpahami

Berita Otomotif

Istilah

Dalam dunia otomotif dan modifikasi mobil, terdapat berbagai macam istilah dan tren yang sering kali disalahpahami. Salah satu fenomena yang paling sering ditemui di jalanan Indonesia adalah penggunaan stiker atau aksesoris balap pada mobil standar yang tidak sesuai dengan merek atau spesifikasinya. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai fenomena tersebut, serta sejarah dari berbagai tuner in-house resmi dari pabrikan mobil ternama di dunia.

Mengenal Istilah "Ricer" dalam Modifikasi Mobil

Istilah "Riser" atau "Ricer" adalah sebuah sebutan yang sangat akrab di telinga para pecinta otomotif atau anak-anak mobil. Kata ini pada dasarnya bermula sebagai pelesetan dari kata "racer" yang memiliki arti pembalap.

Dalam praktiknya, istilah "Ricer" sering kali dilontarkan sebagai bentuk ejekan atau candaan yang ditujukan kepada para pemilik kendaraan yang memodifikasi mobil mereka agar terlihat kencang atau bergaya layaknya mobil balap, padahal performa mesinnya tidak ada peningkatan sama sekali. Modifikasi yang dipaksakan ini sering kali membuat tampilan mobil malah terkesan norak atau alay.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa menggunakan kata "nasi" (rice) dan bukan makanan pokok lainnya seperti jagung atau roti? Konsepnya tidak merujuk pada makanan, melainkan merupakan sebuah singkatan bahasa Inggris, yaitu Race Inspired Cosmetic Enhancements.

Jika disesuaikan dengan bahasa kita, istilah ini mengacu pada tambahan aksesoris kosmetik yang sangat terinspirasi dari gaya mobil-mobil balap. Contoh aksesoris yang umumnya ditambahkan oleh kaum "Ricer" ini meliputi spoiler, air scoop, knalpot, lambo door, body kit, hingga stiker-stiker bergaya balap. Sayangnya, banyak orang di Indonesia yang sering kali menempelkan stiker tuner balap secara asal-asalan, yang kadang sama sekali tidak nyambung dengan merek mobilnya.

Toyota Racing Development (TRD) dan Peralihannya ke Gazoo Racing

Tuner in-house pertama yang sangat sering dipakai stikernya adalah TRD, yang merupakan singkatan dari Toyota Racing Development. TRD adalah sebuah tuner in-house dari Toyota yang didedikasikan khusus untuk meriset divisi mobil-mobil balap mereka.

Sejarah proyek mobil balap pertama Toyota adalah sebuah Toyota Crown Deluxe yang diriset untuk berkompetisi di ajang adu daya tahan rally selama 19 hari yang diselenggarakan di negara Australia. Pada masa awal tersebut, divisi ini masih mengusung nama Toyota Sport Corner atau yang biasa disingkat dengan sebutan TOSCO.

Pada saat itu, Toyota Crown ini mampu menyelesaikan lomba sepanjang 17.000 km dan finish di posisi ke-47 dari 86 peserta. TOSCO kemudian resmi berganti nama menjadi TRD, dan pada dekade 80-an TRD sudah mulai ikut berbagai ajang balap di seluruh dunia, mulai dari Group A Touring Cars, Group B Rally Cars, hingga Group C Sport Cars.

Di Indonesia sendiri, Toyota pertama kali memasukkan embel-embel TRD untuk mobil kecil mereka, yaitu mobil Yaris model "Bakpao" dengan tambahan body kit yang menjadikannya lebih mahal 25 juta dibandingkan versi biasa.

Namun, untuk tahun-tahun belakangan ini, Toyota sudah mulai tidak memakai embel-embel TRD lagi pada jajaran mobil balap mereka dan menggantikannya dengan nama Gazoo Racing. Harapannya, stiker Gazoo Racing tidak ikut-ikutan menempel pada mobil-mobil standar Toyota.

Stiker TRD ini juga paling sering ditempel pada mobil dari merek non Toyota, bahkan cukup banyak juga ditempel di mobil Daihatsu. Itulah mengapa akhirnya keluar anekdot Toyota Rakitan Daihatsu.  

Mugen: Performa Tanpa Batas dari Honda

Jika pabrikan Toyota memiliki TRD, maka Honda memiliki tuner in-house-nya sendiri yaitu Mugen. Nama Mugen berasal dari gabungan dua huruf kanji, di mana "Mu" artinya tidak ada, dan "Gen" artinya batas. Jika digabungkan, Mugen memiliki arti "tidak ada batas" atau "tanpa batas".

Mugen memproduksi komponen part OEM seperti knalpot dan body kit untuk mobil-mobil biasa yang diproduksi oleh Honda Motor Company. Di pasaran, kita bisa menemukan banyak varian Honda versi Mugen seperti CRX Mugen, Fit Mugen, S2000 Mugen, Accord Mugen, Civic Mugen, hingga NSX Mugen.

Nismo: Sang Legenda Balap dari Nissan

Beralih ke pabrikan Nissan yang memiliki Nismo, yang merupakan singkatan dari Nissan Motorsport. Sebelum Nismo lahir, Nissan mempunyai dua divisi motorsport yang terletak di daerah Oppama (terfokus pada pengujian) dan pabrik di Omori (tempat perakitan mobil Nissan).

Nissan akhirnya menggabungkan kedua pabrik tersebut untuk membantu tim balap Nissan yang berkompetisi di Japanese Formula 3 Championship, dan lahirlah Nissan Motorsport International Limited (Nismo).

Dengan divisi balap ini, Nissan langsung menjuarai banyak kompetisi balap dari tahun 90 hingga 93, seperti Japan Sport Prototype Championship dan All Japan Grand Touring Car Championship (Super GT). Nismo juga memenangi FIA GT1 World Championship pada tahun 2011, serta turun balap ketahanan 24 Jam di Sirkuit Le Mans dengan mesin andalannya VK45DE yang digunakan pada 13 dari 19 mobil yang bertanding.

Setelah merajai balap dunia, Nismo merambah ke mobil produksi massal seperti Juke Nismo, Fairlady Nismo, Elgrand Nismo, Almera Nismo, dan bahkan versi mobil listriknya, yaitu Nissan LEAF Nismo.

Ralliart: Dedikasi Mitsubishi untuk Ajang Rally

Selanjutnya adalah Ralliart, dari namanya sudah mendefinisikan kalau tuner in-house kepunyaan Mitsubishi ini terfokus pada ajang rally dan juga berkecimpung dalam balapan offroad. Ralliart pertama kali beroperasi dan digagas oleh Andrew Cowan, yang merupakan pembalap rally Mitsubishi itu sendiri.

Setelah meraih banyak prestasi, produk-produk mereka pun dijual massal. Mereka menjual komponen eksterior seperti roof air fan kit, underguard, tank guard, diff guard, hingga pintu berbahan serat karbon.

Part lain pun ikut dijual seperti big brake kit, suspensi, drivetrain, sistem electrical, cooling, mesin, hingga exhaust yang tersedia untuk segala generasi Lancer Evolution (Evo 5 hingga Evo 10).

Berbeda dengan yang lain, Ralliart cuma terfokus pada mobil-mobil balapnya saja dan tidak menjual part untuk mobil komersial biasa. Karena perusahaan ini relatif kecil, mereka pun mulai kewalahan dalam finansial dan akhirnya Ralliart harus ditutup pada tahun 2010, yang juga berimbas pada dihentikannya produksi Lancer sampai Evo 10 saja.

AMG: Transformasi Tuner Menjadi Divisi Motorsport Mercedes-Benz

Beralih ke perusahaan Eropa, yaitu AMG. Pada awalnya, AMG bukanlah bagian dari Mercedes-Benz. AMG didirikan pada tahun 60-an oleh seorang mekanik Mercedes-Benz bernama Hans Werner Aufrecht.

Berawal dari kekecewaan karena mundurnya Mercy dari segala kegiatan balap, ia mengajak temannya, Erhard Melcher, untuk membeli Mercedes-Benz 300 SE, mempreteli, dan meningkatkan tenaganya dari 170 horsepower menjadi 235 horsepower.

Mobil mereka memenangi 10 balapan di kejuaraan mobil touring Jerman. Mereka lalu memutuskan mendirikan bengkel sendiri di kota Grossaspach.

Nama AMG merupakan singkatan dari nama mereka berdua (Aufrecht, Melcher) dan kota Grossaspach. Pada era 90-an, Mercedes-Benz mengakuisisi bengkel ini dan menjadikannya sebagai divisi sport mobil mereka yang melahirkan C36 AMG, C43 AMG, E55 AMG, G65 AMG, G63 AMG, dan AMG GTR.

BMW M Performance: Performa Legendaris di Jalanan

Tuner in-house terakhir adalah M Performance milik BMW (Bayerische Motoren Werke). Sejarah divisi M sudah ada sejak tahun 1972 dengan mobil pertamanya yaitu BMW 3.0 CSL yang pernah menjadi juara dunia dalam adu daya tahan 24 jam di Daytona dan 12 jam di Sebring.

Penting untuk dipahami bahwa mobil BMW seri M dan BMW biasa yang memakai emblem M adalah mobil yang berbeda.

BMW M (seperti M1, M3, M4, M6) adalah mobil yang benar-benar diciptakan dengan tenaga maksimal, suspensi, serta aerodinamika sempurna; intinya memiliki DNA mobil balap legal di jalanan.

Sementara BMW biasa yang pakai emblem M cuma ditambahin body kit dan beberapa aksesoris, walaupun mesinnya juga dapat sedikit improvement.

Sebagai bukti ketangguhan, sejak tahun 1999 BMW bekerja sama dengan Dorna, memakai setiap generasi BMW seri M untuk menjadi mobil Safety Car di ajang MotoGP.

Kesimpulan

Dengan adanya informasi dari sejarah panjang tuner in-house ini, kita dapat lebih memahami betapa pentingnya sejarah dan riset di balik setiap emblem tersebut.

Oleh karena itu, sangat tidak masuk akal melihat orang menempelkan stiker secara asal-asalan yang tidak nyambung dengan jenis kendaraannya. Sebagai contoh, memodifikasi mobil Brio dengan stiker TRD, atau mobil Xenia dengan stiker Mugen, adalah konsep yang tidak sesuai dan perlu dihindari.

Memodifikasi mobil boleh saja, tetapi mari lakukan dengan konsep yang nyambung dengan kendaraan kita.

FAQ Seputar Stiker Ricer dan Sejarah Tuner in House Pabrikan Otomotif

Q: Apa itu istilah "Ricer" dalam dunia otomotif?

A: "Ricer" adalah sebutan untuk mobil yang dimodifikasi secara kosmetik agar terlihat seperti mobil balap, tetapi tanpa peningkatan performa mesin. Istilah ini sering digunakan sebagai ejekan atau candaan di kalangan pecinta otomotif.

Q: Apa arti dari "Rice" dalam istilah Ricer?

A: "Rice" merupakan singkatan dari Rice Inspired Cosmetic Enhancements, yang mengacu pada modifikasi kosmetik yang terinspirasi dari gaya mobil balap.

Q: Apakah memasang stiker TRD atau Mugen di mobil biasa itu salah?

A: Tidak salah secara teknis, tetapi dianggap tidak tepat secara konsep jika tidak sesuai dengan merek atau filosofi mobilnya. Hal ini sering dianggap kurang memahami budaya otomotif.

Q: Apa itu tuner in-house pada pabrikan mobil?

A: Tuner in-house adalah divisi resmi dari pabrikan mobil yang bertugas mengembangkan performa, desain, dan teknologi balap untuk kendaraan mereka.

Q: Apa perbedaan TRD dan Gazoo Racing pada Toyota?

A: TRD adalah divisi lama yang fokus pada pengembangan performa dan balap, sementara Gazoo Racing adalah identitas baru Toyota untuk aktivitas motorsport dan performa global mereka saat ini.

Q: Apa keunggulan Mugen dibandingkan tuner lain?

A: Mugen dikenal dengan filosofi "tanpa batas" dan fokus pada pengembangan performa serta komponen OEM berkualitas tinggi khusus untuk mobil Honda.

Q: Apakah Nismo hanya untuk mobil balap?

A: Tidak. Selain aktif di dunia balap, Nismo juga menghadirkan versi performa tinggi untuk mobil produksi massal seperti Juke, GT-R, dan Nissan LEAF.

Q: Kenapa Ralliart sudah tidak terdengar lagi?

A: Ralliart sempat ditutup pada tahun 2010 karena kendala finansial, meskipun sebelumnya sangat aktif di dunia rally dan pengembangan performa Mitsubishi.

Q: Apakah AMG dari awal bagian dari Mercedes-Benz?

A: Tidak. AMG awalnya adalah bengkel independen yang kemudian diakuisisi oleh Mercedes-Benz dan dijadikan divisi performa resmi.

Q: Apa bedanya BMW M dengan BMW biasa yang pakai emblem M?

A: BMW M adalah mobil performa tinggi yang dikembangkan khusus oleh divisi M, sedangkan BMW biasa dengan emblem M hanya mendapatkan tambahan kosmetik dan sedikit peningkatan performa.

(YS)




Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang