Ini PR Besar Mobil China Jika Ingin Sukses di Indonesia

Berita Otomotif

Ini PR Besar Mobil China Jika Ingin Sukses di Indonesia

JAKARTA - Dua pabrikan mobil asal China yaitu Wuling dan Sokon telah mengucurkan investasi besar di Indonesia. Bahkan mereka sampai tertarik mendirikan pabrik.

Artinya Indonesia seperti surga untuk berbisnis otomotif bagi kedua merek tersebut.

Keseriusan lain bisa dilihat ketika Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dikabarkan telah menerima surat permohonan dari kedua merek (brand) ini agar diizinkan menjadi anggota.

Ini pertanda Wuling dan Sokon ingin dianggap setara dengan merek-merek mobil lain, menjalankan pola bisnis seperti agen-agen pemegang merek otomotif yang telah lama berdiri di Tanah Air.

Boleh saja, tak ada yang bisa melarang keseriusan mereka di Indonesia. Namun, pasang surut mobil-mobil China menjajal pasar otomotif Indonesia harus diantisipasi oleh dua merek tersebut.

Sebab, cukup banyak contoh dan berujung tidak mampu bersaing dengan merek-merek asal AS, Eropa, Jepang, Korea Selatan. Padahal sebelumnya penuh percaya diri berbicara serius akan menggarap pasar otomotif Indonesia.

Terlebih potensi pasar otomotif Indonesia masih terbuka lebar karena penduduknya saja mencapai 230 juta jiwa, sementara penjualan mobil baru tembus 1 juta hingga 1,2 juta mobil per tahun.

Nah, meski sangat percaya diri membidik pasar otomotif Indonesia, setidaknya mobil-mobil China sadar jika rintangan sangat berat di depan mata. Dalam hal ini, pengamatan otomotif Achmad Budi Pramono, mantan petinggi Geely Indonesia, mengatakan PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan adalah citra.

Di Indonesia, citra merek China tidak bisa dianggap setara dengan mobil merek AS, Eropa, Jerman, Jepang dan Korsel.

"Kalau untuk kualitas (beberapa bagian) mobil China, secara teknis oke, tidak ada masalah. Masalah konsumsi bahan bakar minyak (BBM) itu relatif. Kemudian performa dan kecepatan hampir-hampir sama. Kemudian dari sisi daya tahan (untuk beberapa komponen) bergantung perawatan. Kita mau pakai mobil merek lain kalau tidak bisa merawatnya ya sama saja," kata Budi.

Ia mengungkapkan yang menjadi masalah mobil-mobil China adalah pada kualitas plastik. Budi mencontohkan karet wiper dan panel interior berkualitas rendah. Kebanyakan pabrikan China tidak pikirkan bagian-bagian tersebut ketika berbisnis di kampung orang.

"Karena di China sendiri masalah-masalah itu  dan tidak ada keluhan dari para konsumen. Kenapa? Karena mereka masyarakat China tidak butuh hal-hal itu, setelah mesin mobil bisa menyala dan pakai," ucapnya.

Kondisi para konsumen di China tersebut sungguh berbeda dengan para konsumen di Indonesia. Masyarakat Indonesia, dijelaskan oleh Budi, sudah terbiasa dengan produsen-produsen Jepang, dan Eropa yang sangat memperhatikan untuk hal-hal sekecil itu. Jadi wajar jika para pelanggan di Indonesia cukup 'rewel' jika mobilnya tidak tampil prima.

Budi melanjutkan, sedangkan dari sisi non-teknis, merek-merekl selain China sudah puluhan tahun tertancap di hati masyarakat Indonesia. Jadi masyarakat sudah bisa membandingkan mana mobil yang layak dan tidak. Begitu juga dengan perusahaan-perusahaan pembiayaan atau leasing yang mungkin agak dilema membiayai mobil buatan China.

Ketakutan perusahaan leasing membiayai mobil China akibat dari pandangan masyarakat terhadap produk itu sendiri. Akibatnya leasing pun berpikir dua kali.

"Untuk mempercayai lembaga finance perlu waktu. Mobil Jepang sudah puluhan tahun, dan (beberapa) merek China baru mulai dan perlu waktu. Di sisi lain jaminan komitmen dari prinsipal," pungkasnya.

Budi mengartikan komitmen prinsipal China bisa dilihat ketika Wuling dan Sokon masuk dengan investasi besar. Dan langkah tersebut bisa menjadi bukti bahwa merek China ingin mendekati pasar Indonesia, dan ingin berbisnis otomotif selama mungkin di sini.

"Kalau sudah masuk dengan investasi besar, mereka tidak akan lari. Mereka bisnis di sini dan harus mendekatkan diri ke masyarakat. Dan ini seharusnya ditakuti oleh merek-merek lain," tutup Budi. [Ikh/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter
 

 



M Ikhsan

M Ikhsan

Pria ini sangat menyukai dunia otomotif karena sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Seperti para jurnalis otomotif lainnya, saya suka‬ pekerjaan yang mendetail dan suka dengan aktivitas outdoor yang penuh tantangan. Impian saya adalah mengoleksi supercar Italia, meski sekarang hanya bisa mengoleksi die cast. Tapi saya percaya suatu saat nanti, satu supercar akan terparkir di garasi rumah. ‎


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual