Indonesia Incar Pasar Otomotif Australia

Berita Otomotif

Indonesia Incar Pasar Otomotif Australia

JAKARTA – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan jumlah ekspor mobil. Asosiasi yang anggotanya terdiri dari manufaktur mobil di Indonesia ini berharap dapat mengungguli Thailand di masa datang dan membidik pasar Australia.

“Ekspor (mobil) kita baru mencapai 200 ribu tahun, ekspor mobil Thailand sudah mendekati 1 juta unit per tahun. Ini yang akan Gaikindo kejar,” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di sela-sela konfrensi pers GIIAS 2017 beberapa waktu lalu.

Salah satu negara yang diincar untuk menjadi pasar baru ekspor kendaraan Indonesia adalah Australia. Negara tersebut dirasa ideal karena selain tidak memiliki produksi mobil sendiri, Australia merupakan negara yang belum terjamah oleh mobil produksi Indonesia.

“Di Australia, mereka menjual mobil di dalam negeri sebanyak 1,2 juta kendaraan per tahun dan di sana tidak ada industri otomotif. Sementara Indonesia belum mengekspor satu pun mobil ke Australia, padahal Indonesia adalah negara yang paling dekat dengan Australia,” tambahnya.

Menunggu Kebijakan Pemerintah
Ia pun menambahkan untuk meningkatkan jumlah ekspor mobil Indonesia ke luar negeri, diperlukan kebijakan Pamerintah yang lebih baik. Salah satunya adalah dengan memberlakukan aturan Euro 4 untuk kendaraan di Indonesia.

“Saat ini di Asia hanya ada tiga negara yang masih menggunakan Euro 2 yaitu Myanmar, Laos dan Indonesia. Laos di kabarkan tengah bersiap untuk berubah menjadi Euro 4. Jadi ke depan mungkin tinggal dua negara. Nah ini yang membuat Indonesia harus buat 2 jenis kendaraan. Kita harus buat Euro 2 untuk domestic dan euro 4 untuk ekspor. Sehingga kita menjadi manufaktur yang tidak efektif karena harus punya dua line produksi,” ungkapnya.

Ia pun juga menyinggung tentang kebijakan Pemerintah terkait pajak mobil sedan. Secara global mobil sedan lebih laris ketimbang MPV, sayangnya saat ini pajak sedan di Indonesia terlalu tinggi ketimbang MPV.

“Peraturan perpajakan di Indonesia tidak mendukung sedfan, sehingga orang Indonesia tidak mau membeli mobil sedan karena harus membayar pajak lebih tinggi, yaitu sebesar 30 persen. Yang laku adalah mobil-mobil dengan pajak 10 persen. Akibatnya, banyak mobil-mobil mewah yang karena bentuknya MPV justru mendapat pajak murah. Ini yang mengakibatkan manufaktur Jepang dan Korea tidak mau memproduksi sedan di Indonesia, sementara dunia butuhnya sedan. Makanya Thailand ekspornya besar sedan, Indonesia hanya bisa ekspor MPV,” tutupnya. [Adi/Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123        
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support