Harga BBM Mahal Bisa Berlangsung Lama? Begini Kata Jokowi, Sri Mulyani

Berita Otomotif

Harga BBM Mahal Bisa Berlangsung Lama? Begini Kata Jokowi, Sri Mulyani

JAKARTA – Indikator-indikator yang memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) masih diliputi ketidakpastian. Kondisi tersebut dikhawatirkan berlanjut sampai tahun depan.

Ini merupakan benang merah dari keterangan Presiden Joko Widodo serta Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang disiarkan oleh YouTube INDEF pada Rabu (7/9/2022).

Jokowi, sapaan Joko Widodo, menilai perang Rusia-Ukraina bisa berlangsung lama.

Perang sejak Februari 2022 itu sendiri diketahui sebagai penyebab krisis energi global dan melonjaknya harga minyak mentah dunia yang berpengaruh pada harga BBM di berbagai negara.

“Saya berbicara dengan Presiden Zelensky (Vlodomir Zlensky) dan Presiden Putin (Vladimir Putin). Saya berbicara dengan Zelensky 1,5 jam. Dengan Putin 2,5 jam,” kata Jokowi dalam kata sambutannya, menyinggung pertemuan dengan pemimpin Ukraina dan Rusia pada Juni 2022 silam.

“Bertemu dua presiden tadi, saya menyimpulkan bahwa keadaan ini akan berjalan masih lama lagi. Jangan berharap perang itu besok atau bulan depan selesai. Sangat tidak mudah,” ujar dia.

Sekadar informasi, krisis geopolitik di Eropa Timur memicu kenaikan harga BBM di Indonesia berkali-kali sejak awal 2022. Pemerintah sampai tak kuasa menaikkan harga BBM Subsidi Pertalite (RON 90) menjadi Rp10 ribu per liter dan Bio Solar (CN 48) Rp6.800 per liter pada Sabtu (3/9/2022) kemarin, dari sebelumnya Rp7.650 per liter serta Rp5.150 per liter bagi masing-masingnya.

Adapun rentang harga BBM Non Subsidi dari berbagai merek (Pertamina, Shell, Vivo, BP AKR) saat ini antara Rp14.500 sampai Rp18.310 per liter—tergantung jenisnya.

Sri Mulyani, di sisi lain, mengatakan kalau subsidi energi—termasuk di dalamnya subsidi BBM—pada 2023 di dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) mencapai Rp340 triliun.

Jumlah tersebut diputuskan dengan asumsi harga minyak mentah dunia 90 dollar AS per barrel.

Namun, kenyataannya nanti berpotensi lebih dari itu. Soalnya, proyeksi harga minyak mentah dunia saat ini tidak pasti.

“Coba saya tanya 100 ekonom yang berkumpul dalam sarasehan ini. Proyeksi minyak dari Anda tahun depan seperti apa. Cara menghitungnya bagaimana. Saya pengin tahu saja karena kami di Kementerian Keuangan juga mencoba. Satu, pastinya menggunakan data dari agency yang otoritatif di bidang minyak,” pungkas Sri Mulyani. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang