Harga Baterai Motor Listrik Bisa Setara Motor Baru, Ini Kisarannya

Panduan Pembeli

Harga Baterai Motor Listrik Bisa Setara Motor Baru, Ini Kisarannya

Harga baterai motor listrik beraneka ragam, tergantung jenis baterai maupun kapasitasnya. Satu yang pasti, banderol dari komponen ini untuk sekarang masih relatif mahal dan bahkan bisa setara satu unit motor baru.

Kendaraan listrik makin menjadi tren di Indonesia. Buktinya adalah pilihan merek mobil listrik atau pun motor listrik yang semakin banyak.

Motor listrik dapat menjadi opsi bagi mereka yang merasakan punya moda transportasi nihil emisi gas buang yang gesit bermanuver kemacetan lalu lintas. Apalagi, harga motor listrik sangat jauh di bawah mobil listrik.

harga baterai motor listrik

Biaya perawatan berkala kendaraan nihil emisi gas buang semisal motor listrik diketahui juga lebih rendah ketimbang yang bermesin konvensional. Ini karena jumlah komponen di dalam battery electric vehicle (BEV) jauh lebih sedikit.

Alhasil, biaya operasional dari pengguna kendaraan listrik semestinya bisa sangat ditekan.

Meski demikian, para pemilik motor listrik perlu bersiap merogoh kocek cukup dalam jika baterai motor listrik rusak serta perlu diganti. Pasalnya, banderolnya untuk sekarang masih relatif tinggi.

Beragam Jenis Baterai Motor Listrik

harga baterai motor listrik

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai harga baterai motor listrik, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu berbagai jenis baterai motor listrik. Soalnya, ada jenis baterai yang punya harga lebih mahal ketimbang yang lainnya.

Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, produk-produk motor listrik yang dijual di Indonesia sekarang umumnya menggunakan baterai lithium-ion (Li-ion), jika tidak lithium ferro phosphate (LifePO4/LFP).

Namun, masih ditemukan pula sebagian model yang memanfaatkan baterai asam timbal (Sealed Lead Acid/SLA) atau pun lithium polymer (LiPO).

Jenis baterai lainnya ialah nikel metal hibrida (NiMH) serta solid state, tapi redaksi tidak menemukan catatan adanya produk motor listrik di pasar otomotif Tanah Air yang menggunakan kedua.

Baterai Asam Timbal (Sealed Lead Acid/SLA)

Ini merupakan jenis baterai tertua alias paling kuno dari motor listrik. Keunggulannya ialah biaya produksi plus harga baterai yang relatif murah, tapi punya bobot yang relatif berat, densitas energi rendah, sekaligus usia pakai lebih singkat kalau dibandingkan dengan jenis-jenis yang lain.

Tak heran, baterai asam timbal atau SLA kerap ditemukan di model-model motor listrik kelas entry-level atau skuter listrik. Golf cart alias pun masih menggunakan baterai dari jenis ini.

Baterai Nikel Metal Hibrida (NiMH)

Baterai NiMH digunakan oleh motor-motor listrik generasi awal. Jenis baterai ini masih pula terlihat digunakan pada mobil hybrid kekinian, misalnya model-model Toyota plus Lexus.

Meski begitu, sekarang, sangat sulit menemukan motor listrik yang masih menggunakannya. Sama halnya dengan mobil listrik.

Baterai NiMH punya sejumlah keunggulan. Densitas energi, kapasitas, hingga dayanya lebih besar ketimbang baterai asam timbal atau lead acid.

Baterai NiMH pun tergolong lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan beracun di dalamnya.

Adapun sejumlah kekurangan baterai NiMH antara lain ialah bobot yang masih terbilang cukup berat plus tingkat self discharge tinggi. Jadi, baterai NiMH bisa kehilangan dayanya dengan relatif cepat saat kendaraan sedang tidak digunakan, sehingga perlu pengecasan yang lebih sering.

Baterai Lithium-ion (Li-ion)

Nah, inilah jenis baterai motor listrik dan mobil listrik paling umum sekarang. Baterai lithium-ion punya bobot yang lebih ringan tapi memiliki densitas energi lebih tinggi, sehingga dimensinya bisa dibuat lebih kompak lagi.

Efisiensi energinya pun menjadi salah satu yang paling tinggi untuk saat ini, dengan kecepatan pengisian lebih singkat, usia pakai lebih panjang, self discharge relatif rendah.

Meski demikian, harganya lebih mahal. Kelemahan lainnya, baterai lithium-ion mesti ‘dikawal’ oleh battery management system (BMS) yang baik karena rentan kerusakan akibat suhu tinggi (overheat) yang disebabkan oleh overcharging.

Baterai Lithium Ferro Phospate (LiFePO4/LFP)

Baterai lithium ferro phosphate mulai makin sering digunakan sebagai alternatif dari baterai lithium-ion. Salah satu penyebab utamanya adalah faktor keamanan lebih tinggi karena baterai ini memiliki stabilitas termal lebih baik yang membuatnya makin tahan terhadap overheat, overcharging. Tingkat self discharge-nya pun dikategorikan rendah.

Kekurangannya, densitas energi baterai LiFePO4/LFP tak sebaik Li-ion. Oleh karena itu, untuk kapasitas dan besaran energi yang sama, baterai LiFePO4/LFP perlu dimensi lebih besar dari Li-ion.

Baterai Solid State

Baterai solid state merupakan jenis baterai generasi termutakhir yang sedang banyak dikembangkan oleh pabrikan otomotif. Baterai ini menggunakan elektrolit padat alih-alih cair untuk menghantarkan ion di antara elektroda.

Beragam kelebihannya adalah densitas energi sangat tinggi, bobot lebih kecil dan ringan, lebih tahan terhadap suhu panas ekstrem, tidak mudah terbakar serta meledak, punya kemampuan pengecasan cepat sangat baik, usia pakai lebih lama, stabilitas termal paling baik, risiko bocor lebih kecil.

Di sisi lain, baterai solid state masih punya kekurangan berupa biaya produksi masih sangat tinggi, teknologi belum matang, proses persiapan rumit.

Harga Baterai Motor Listrik, Termurah dan Termahal Berapa?

harga baterai motor listrik

Sekarang waktunya ke inti pembahasan yaitu harga baterai motor listrik. Banderolnya bervariasi dan yang paling murah tentunya adalah baterai asam timbal (SAL).

Sementara itu, karena spesifikasi baterai motor listrik kekinian maksimal adalah LiFePO4 atau LFP, maka yang termahal adalah jenis tersebut.

Berikut adalah kisaran harga baterai motor listrik untuk setiap jenisnya:

  • Baterai asam timbal (SAL): antara Rp1,5 juta sampai dengan Rp7,5 juta
  • Baterai lithium-ion (Li-ion): antara Rp4,5 juta sampai dengan Rp15 juta
  • Baterai lithium ferro phosphate (LiFePO4/LFP: antara Rp10 juta sampai dengan Rp40 juta

Banderol pastinya bisa lebih rendah dari batas bawah atau lebih tinggi dari batas atas, tergantung dari kapasitas baterainya. Kendati demikian, rentang harga di atas setidaknya dapat memberikan gambaran harga baterai motor listrik yang tak bisa dikatakan murah.

Kesimpulan

harga baterai motor listrik

Harga baterai motor listrik masih relatif tinggi. Malahan, banderolnya—apalagi yang jenis lithium ferro phosphate/LiFePO4/LFP—berpotensi menyamai harga sebuah motor baru.

Sebagai komparasi saja, harga salah satu skutik termurah saat ini yakni Honda BeAT per April 2025 mencapai Rp18,8 juta hingga Rp20,2 juta on the road (OTR) Jakarta.

Lalu, dengan uang Rp40 jutaan, seseorang sudah dapat membawa pulang satu unit Honda PCX 160 (harga Rp34,3 juta-Rp40,9 juta OTR Jakarta) atau sebuah Honda ADV 160 (Rp37,26 juta-Rp40,31 juta OTR Jakarta).

Mahalnya harga baterai motor listrik, di sisi lain, sangat wajar. Biaya produksinya sementara ini memang masih terbilang tinggi dan mencakup 40 persen dari total biaya produksi kendaraan listrik.

Seiring penambahan volume pasarnya secara global, harga baterai kendaraan listrik diproyeksikan terus turun. Jika itu terjadi, banderol motor listrik maupun mobil listrik di pasar otomotif pun makin bisa ditekan menjadi lebih murah.

Beruntung, saat ini dikabarkan sudah ada merek motor listrik yang menerapkan skema sewa baterai. Beberapa merek yang menjalankan skema itu ialah Polytron, Gesits, maupun Volta.

Dengan skema sewa, sang pemilik tidak perlu pusing-pusing menyiapkan uang lebih untuk mengganti baterai jika rusak. Risiko ini merupakan tanggungan dari pabrikan. [Xan/YS]



Insan Akbar

Insan Akbar

Reporter

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang