Fakta Penting Geely Starray EM-i di Indonesia: SUV Plug-in Hybrid Rp499 Juta Produksi Lokal di Purwakarta
Adu Spesifikasi SUV Listrik Rp 250–500 Jutaan: Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 vs Geely EX5, Siapa yang Paling Unggul?
Beranda Berita Panduan Pembeli Cara Memilih Baterai Motor Listrik Aman dan Tepat Ala Polytron Cara Memilih Baterai Motor Listrik Aman dan Tepat Ala Polytron Panduan Pembeli Tutus Subronto https://www.mobil123.com/authors/1063/tutus-subronto | 10 December 2025 14:07 Memahami cara memilih baterai motor listrik yang aman adalah hal penting bagi setiap pengguna kendaraan listrik roda dua. Di tengah pesatnya pertumbuhan motor listrik, baterai menjadi komponen utama yang menentukan kenyamanan, performa, dan terutama keselamatan. Keselamatan baterai bukanlah sekadar fitur tambahan, melainkan isu krusial yang memerlukan komitmen tanpa kompromi dari setiap produsen. Bagi konsumen, memahami kriteria keselamatan ini adalah kunci untuk membuat keputusan pembelian yang bertanggung jawab. Pemilihan sel baterai hingga desain pack secara keseluruhan harus berorientasi pada keselamatan (Safety). Menurut Yosafat Heru, Product Manager PT Hartono Istana Teknologi (POLYTRON EV), penting bagi masyarakat untuk memahami standar ketat, pemilihan bahan kimia, dan teknologi. Itu untuk memastikan keamanan baterai lithium, terutama dalam menghadapi risiko kegagalan seperti baterai terbakar atau berasap. "Kita melakukan pengujian ketat. Komitmen kami tidak ada kompromi soal safety," cetus Yosafat saat sesi penjelasan di pabrik Polytron, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (9/12). Berdasarkan keterangan yang diberikan pihak Polytron, Mobil123 akan memberikan panduan yang mengupas tuntas kriteria dan cara memilih baterai motor listrik aman. Semua ini berdasarkan prinsip-prinsip teknis dan standar global yang dijelaskan oleh Yosafat dari pihak Polytron. Standar Keselamatan Baterai – Jaminan Kualitas Global dan Nasional Untuk memastikan keselamatan optimal, baterai kendaraan listrik tidak bisa diproduksi sembarangan. Mereka harus mematuhi serangkaian regulasi dan standar pengujian yang ketat. "Standar-standar ini menjadi jaminan bahwa baterai aman digunakan dalam berbagai skenario: saat berkendara, saat pengisian daya (charging), dan bahkan saat parkir motor," jelas Yosafat. Berikut adalah standar penting yang wajib dijadikan acuan dalam cara memilih baterai motor listrik aman: Standar Uji Keselamatan Baterai Internasional (Tingkat Sel) 1. UN 38.3 Ini adalah standar uji keselamatan internasional yang spesifik untuk baterai lithium. Pengujian ini sangat penting karena memastikan sel baterai telah lolos serangkaian tes keselamatan fisik dan termal. Uji yang dicakup meliputi tes termal (thermal), getaran (vibration), guncangan (shock), dan benturan (impact test), di antara pengujian lainnya. 2. QC/T 743 Standar ini mencakup pengujian keselamatan baterai kendaraan listrik yang lebih spesifik. Pengujian ini termasuk uji tusukan paku (nail penetration) dan benturan mekanik. Standar Sistem Keselamatan Kendaraan (Tingkat Pack dan Regulasi) 1. SNI 8872: 2019/UN R136 Ini merupakan regulasi keselamatan spesifik yang bersifat nasional di Indonesia. Regulasi ini mengatur sistem battery pack dan sistem penggerak untuk kendaraan listrik roda dua. Kepatuhan terhadap SNI adalah cerminan dari komitmen produsen terhadap keselamatan di dalam negeri. 2. ISO 26262 Standar ini berfokus pada sistem keselamatan kendaraan listrik dan manajemen risiko. Cakupannya luas, meliputi seluruh ekosistem: mulai dari sel baterai (battery cell), battery pack, Sistem Manajemen Baterai (BMS), motor controller, hingga mekanisme kendaraan secara keseluruhan. Komitmen terhadap keselamatan ini harus dibuktikan melalui pengujian ketat yang dilakukan produsen, bahkan pengujian ekstrem seperti "mengkampak sel". Pemilihan Bahan Kimia: LFP Melawan Risiko Api Menurut Yosafat, keselamatan baterai sangat bergantung pada bahan kimia dasar dan desain struktural internalnya. "Cara memilih baterai motor listrik aman yang paling efektif adalah dengan memperhatikan jenis kimia yang digunakan, karena ini menentukan stabilitas termal dan risiko thermal runaway," katanya. Perbandingan Kimia Baterai dan Tingkat Risiko Bahan kimia baterai dapat diklasifikasikan berdasarkan risiko apinya, terutama kemampuan mereka dalam menghasilkan oksigen sendiri saat terjadi kebakaran. A. Baterai yang Menghasilkan Oksigen Internal (Risiko Tinggi-Sedang) Jenis baterai ini mengalami dekomposisi eksotermik yang kuat saat terbakar, terurai, dan melepaskan oksigen internal dari struktur oksidanya. Dampak: Pelepasan oksigen ini memperkuat api dan menaikkan suhu, berpotensi mencapai suhu sangat tinggi (di atas 900 derajat celsius ) dan memicu ledakan. Contoh Baterai Risiko Tinggi: NMC (Nickel Manganese Cobalt Oxide): Risiko api tinggi, api cukup agresif, sulit dipadamkan, dan memiliki potensi meledak. Umum dipakai, tetapi cenderung mengalami thermal runaway lebih cepat (170–220 derajat celsius), sehingga lebih mudah terbakar. NCA (Nickel Cobalt Aluminum Oxide): Risiko api tinggi, ditandai dengan api yang cepat, sulit dipadamkan, dan sering meledak. LCO (Lithium Cobalt Oxide): Risiko api tinggi, api cukup agresif, sulit dipadamkan, dan potensi meledak. LMO (Lithium Manganese Oxide): Risiko api sedang; api moderat, namun masih berisiko. B. Baterai yang TIDAK Menghasilkan Oksigen Internal (Risiko Rendah) Baterai dalam kategori ini jauh lebih aman karena tidak menyediakan suplai oksigen internal untuk membesarkan api. LFP (Lithium Iron Phosphate / LiFePO4): Risiko api Rendah. Ini adalah pilihan yang direkomendasikan karena aman, dan apinya mudah dikendalikan. Polytron sendiri memilih baterai tipe LFP untuk produknya. LTO (Lithium Titanate): Risiko api Sangat Rendah. LTO aman dan apinya mudah dikendalikan, namun kelemahannya adalah bobotnya sekitar dua kali lipat lebih berat dibandingkan LFP. Pentingnya Stabilitas Kimia Melawan Thermal Runaway Thermal runaway adalah kondisi kritis di mana terjadi kegagalan berantai yang menyebabkan suhu sel naik tak terkendali akibat reaksi kimia internal. Stabilitas LFP: LFP memiliki reaksi kimia yang jauh lebih stabil. Suhu untuk mencapai thermal runaway lebih lambat, berkisar antara $250\text{–}300^\circ\text{C}$. Ketika LFP terbakar, hanya terjadi kebakaran elektrolit, dan karena tidak melepaskan oksigen internal, api berkembang lambat dan mudah dikendalikan. Kualitas LFP: Penting dicatat bahwa tidak semua LFP kualitasnya sama. Ada varian LFP dengan kualitas tertentu yang masih dikategorikan Risiko Rendah-Sedang. Oleh karena itu, pemilihan sel yang berkualitas tinggi tetap harus diutamakan. Anatomi Sel dan Sistem Proteksi Internal Selain pemilihan kimia LFP, cara memilih baterai motor listrik aman juga harus memperhatikan desain struktural dan sistem proteksi internal. Kriteria Struktur Internal Sel yang Aman Struktur Internal yang Tepat: Struktur internal sel (termasuk separator, elektrolit, katoda, dan anoda) sangat menentukan apakah sel tersebut berpotensi meledak atau tidak. Semua komponen harus dipastikan lolos pengujian ketat. Sistem Proteksi Internal: Sel yang baik harus memiliki sistem proteksi internal yang bekerja otomatis saat terjadi masalah kritis. Sistem ini mencakup perlindungan terhadap: Hubungan pendek (short circuit) Tegangan berlebih (over voltage) Arus berlebih (over current) Daya Tahan Terhadap Thermal Runaway: Sel yang aman harus dicirikan dengan tidak adanya pelepasan oksigen internal saat panas atau terbakar, dan tidak adanya api berantai. Ini adalah bukti nyata stabilitas material. Penanganan Kebakaran: Antisipasi dan Agen Pemadam Khusus Mengingat sifat kimia unik dari baterai lithium, pengetahuan tentang penanganan kebakaran juga menjadi bagian penting dari keselamatan motor listrik. Mengapa APAR Konvensional Tidak Cukup? Alat pemadam api ringan (APAR) konvensional, seperti jenis POWDER atau FOAM (Busa), seringkali kurang cocok untuk kebakaran baterai lithium. POWDER: Digunakan untuk kebakaran biasa, fungsinya memutus rantai api, namun kurang efektif untuk Baterai Lithium. FOAM: Digunakan untuk kebakaran minyak (BBM), fungsinya membentuk lapisan untuk memutus suplai oksigen dan mendinginkan permukaan, namun juga kurang cocok untuk Baterai Lithium. Agen Khusus Pemadam Kebakaran Baterai Lithium (AF31) Untuk kebakaran Baterai Lithium, dibutuhkan agen khusus seperti AF31. Fungsi Utama AF31: Mendinginkan sel (untuk menghambat thermal runaway), membentuk lapisan protektif, dan mencegah penyalaan ulang. Cara Penggunaan: AF31 harus disemprotkan secara berkala untuk menekan thermal runaway agar kebakaran dapat dikendalikan. Kesimpulan: Komitmen Tanpa Kompromi terhadap Keselamatan Keselamatan baterai kendaraan listrik adalah cerminan dari desain yang teliti dan pemilihan material yang bertanggung jawab. Cara memilih baterai motor listrik aman harus didasarkan pada kriteria berikut: Kepatuhan Standar: Memastikan produsen patuh pada standar internasional (UN 38.3) dan nasional (SNI 8872). Pemilihan Kimia Terbaik: Memilih jenis kimia yang paling stabil, yaitu LFP, yang memiliki stabilitas kimia superior, titik thermal runaway yang lebih tinggi, dan tidak melepaskan oksigen internal saat panas, dibandingkan NMC. Sistem Proteksi: Memastikan adanya sistem proteksi internal terhadap short circuit, over voltage, dan over current. Seperti yang ditekankan oleh Yosafat Heru, komitmen tanpa kompromi terhadap keselamatan, mulai dari tingkat sel hingga desain pack, adalah kunci bagi brand Indonesia untuk membangun kepercayaan pengguna. Dengan memahami dan menerapkan kriteria ini, konsumen dapat memilih motor listrik yang tidak hanya efisien tetapi juga aman secara operasional. Artikel terkait Perbandingan Sewa Baterai vs Beli Baterai Motor Listrik, Keputusan Finansial Terbaik Jangka Panjang Mobil Listrik 10 December 2025 Motor Listrik Polytron Ganas! Penjualan Tembus 40.000 Unit, Dominasi Jakarta dan Jawa Tengah Berita Otomotif 11 December 2025 Polytron Siapkan Mobil Listrik Baru CKD 2026, Bidik TKDN 60%, Tantang Merek China Berita Otomotif 20 January 2026 ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait baterai motor listrik Polytron Cetak Tutus Subronto Editor Head of Media Content iCar Asia Indonesia. Email: [email protected] Berita Utama Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ... 833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ... Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ... Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ... Komentar
Cara Memilih Baterai Motor Listrik Aman dan Tepat Ala Polytron Panduan Pembeli Tutus Subronto https://www.mobil123.com/authors/1063/tutus-subronto | 10 December 2025 14:07 Memahami cara memilih baterai motor listrik yang aman adalah hal penting bagi setiap pengguna kendaraan listrik roda dua. Di tengah pesatnya pertumbuhan motor listrik, baterai menjadi komponen utama yang menentukan kenyamanan, performa, dan terutama keselamatan. Keselamatan baterai bukanlah sekadar fitur tambahan, melainkan isu krusial yang memerlukan komitmen tanpa kompromi dari setiap produsen. Bagi konsumen, memahami kriteria keselamatan ini adalah kunci untuk membuat keputusan pembelian yang bertanggung jawab. Pemilihan sel baterai hingga desain pack secara keseluruhan harus berorientasi pada keselamatan (Safety). Menurut Yosafat Heru, Product Manager PT Hartono Istana Teknologi (POLYTRON EV), penting bagi masyarakat untuk memahami standar ketat, pemilihan bahan kimia, dan teknologi. Itu untuk memastikan keamanan baterai lithium, terutama dalam menghadapi risiko kegagalan seperti baterai terbakar atau berasap. "Kita melakukan pengujian ketat. Komitmen kami tidak ada kompromi soal safety," cetus Yosafat saat sesi penjelasan di pabrik Polytron, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (9/12). Berdasarkan keterangan yang diberikan pihak Polytron, Mobil123 akan memberikan panduan yang mengupas tuntas kriteria dan cara memilih baterai motor listrik aman. Semua ini berdasarkan prinsip-prinsip teknis dan standar global yang dijelaskan oleh Yosafat dari pihak Polytron. Standar Keselamatan Baterai – Jaminan Kualitas Global dan Nasional Untuk memastikan keselamatan optimal, baterai kendaraan listrik tidak bisa diproduksi sembarangan. Mereka harus mematuhi serangkaian regulasi dan standar pengujian yang ketat. "Standar-standar ini menjadi jaminan bahwa baterai aman digunakan dalam berbagai skenario: saat berkendara, saat pengisian daya (charging), dan bahkan saat parkir motor," jelas Yosafat. Berikut adalah standar penting yang wajib dijadikan acuan dalam cara memilih baterai motor listrik aman: Standar Uji Keselamatan Baterai Internasional (Tingkat Sel) 1. UN 38.3 Ini adalah standar uji keselamatan internasional yang spesifik untuk baterai lithium. Pengujian ini sangat penting karena memastikan sel baterai telah lolos serangkaian tes keselamatan fisik dan termal. Uji yang dicakup meliputi tes termal (thermal), getaran (vibration), guncangan (shock), dan benturan (impact test), di antara pengujian lainnya. 2. QC/T 743 Standar ini mencakup pengujian keselamatan baterai kendaraan listrik yang lebih spesifik. Pengujian ini termasuk uji tusukan paku (nail penetration) dan benturan mekanik. Standar Sistem Keselamatan Kendaraan (Tingkat Pack dan Regulasi) 1. SNI 8872: 2019/UN R136 Ini merupakan regulasi keselamatan spesifik yang bersifat nasional di Indonesia. Regulasi ini mengatur sistem battery pack dan sistem penggerak untuk kendaraan listrik roda dua. Kepatuhan terhadap SNI adalah cerminan dari komitmen produsen terhadap keselamatan di dalam negeri. 2. ISO 26262 Standar ini berfokus pada sistem keselamatan kendaraan listrik dan manajemen risiko. Cakupannya luas, meliputi seluruh ekosistem: mulai dari sel baterai (battery cell), battery pack, Sistem Manajemen Baterai (BMS), motor controller, hingga mekanisme kendaraan secara keseluruhan. Komitmen terhadap keselamatan ini harus dibuktikan melalui pengujian ketat yang dilakukan produsen, bahkan pengujian ekstrem seperti "mengkampak sel". Pemilihan Bahan Kimia: LFP Melawan Risiko Api Menurut Yosafat, keselamatan baterai sangat bergantung pada bahan kimia dasar dan desain struktural internalnya. "Cara memilih baterai motor listrik aman yang paling efektif adalah dengan memperhatikan jenis kimia yang digunakan, karena ini menentukan stabilitas termal dan risiko thermal runaway," katanya. Perbandingan Kimia Baterai dan Tingkat Risiko Bahan kimia baterai dapat diklasifikasikan berdasarkan risiko apinya, terutama kemampuan mereka dalam menghasilkan oksigen sendiri saat terjadi kebakaran. A. Baterai yang Menghasilkan Oksigen Internal (Risiko Tinggi-Sedang) Jenis baterai ini mengalami dekomposisi eksotermik yang kuat saat terbakar, terurai, dan melepaskan oksigen internal dari struktur oksidanya. Dampak: Pelepasan oksigen ini memperkuat api dan menaikkan suhu, berpotensi mencapai suhu sangat tinggi (di atas 900 derajat celsius ) dan memicu ledakan. Contoh Baterai Risiko Tinggi: NMC (Nickel Manganese Cobalt Oxide): Risiko api tinggi, api cukup agresif, sulit dipadamkan, dan memiliki potensi meledak. Umum dipakai, tetapi cenderung mengalami thermal runaway lebih cepat (170–220 derajat celsius), sehingga lebih mudah terbakar. NCA (Nickel Cobalt Aluminum Oxide): Risiko api tinggi, ditandai dengan api yang cepat, sulit dipadamkan, dan sering meledak. LCO (Lithium Cobalt Oxide): Risiko api tinggi, api cukup agresif, sulit dipadamkan, dan potensi meledak. LMO (Lithium Manganese Oxide): Risiko api sedang; api moderat, namun masih berisiko. B. Baterai yang TIDAK Menghasilkan Oksigen Internal (Risiko Rendah) Baterai dalam kategori ini jauh lebih aman karena tidak menyediakan suplai oksigen internal untuk membesarkan api. LFP (Lithium Iron Phosphate / LiFePO4): Risiko api Rendah. Ini adalah pilihan yang direkomendasikan karena aman, dan apinya mudah dikendalikan. Polytron sendiri memilih baterai tipe LFP untuk produknya. LTO (Lithium Titanate): Risiko api Sangat Rendah. LTO aman dan apinya mudah dikendalikan, namun kelemahannya adalah bobotnya sekitar dua kali lipat lebih berat dibandingkan LFP. Pentingnya Stabilitas Kimia Melawan Thermal Runaway Thermal runaway adalah kondisi kritis di mana terjadi kegagalan berantai yang menyebabkan suhu sel naik tak terkendali akibat reaksi kimia internal. Stabilitas LFP: LFP memiliki reaksi kimia yang jauh lebih stabil. Suhu untuk mencapai thermal runaway lebih lambat, berkisar antara $250\text{–}300^\circ\text{C}$. Ketika LFP terbakar, hanya terjadi kebakaran elektrolit, dan karena tidak melepaskan oksigen internal, api berkembang lambat dan mudah dikendalikan. Kualitas LFP: Penting dicatat bahwa tidak semua LFP kualitasnya sama. Ada varian LFP dengan kualitas tertentu yang masih dikategorikan Risiko Rendah-Sedang. Oleh karena itu, pemilihan sel yang berkualitas tinggi tetap harus diutamakan. Anatomi Sel dan Sistem Proteksi Internal Selain pemilihan kimia LFP, cara memilih baterai motor listrik aman juga harus memperhatikan desain struktural dan sistem proteksi internal. Kriteria Struktur Internal Sel yang Aman Struktur Internal yang Tepat: Struktur internal sel (termasuk separator, elektrolit, katoda, dan anoda) sangat menentukan apakah sel tersebut berpotensi meledak atau tidak. Semua komponen harus dipastikan lolos pengujian ketat. Sistem Proteksi Internal: Sel yang baik harus memiliki sistem proteksi internal yang bekerja otomatis saat terjadi masalah kritis. Sistem ini mencakup perlindungan terhadap: Hubungan pendek (short circuit) Tegangan berlebih (over voltage) Arus berlebih (over current) Daya Tahan Terhadap Thermal Runaway: Sel yang aman harus dicirikan dengan tidak adanya pelepasan oksigen internal saat panas atau terbakar, dan tidak adanya api berantai. Ini adalah bukti nyata stabilitas material. Penanganan Kebakaran: Antisipasi dan Agen Pemadam Khusus Mengingat sifat kimia unik dari baterai lithium, pengetahuan tentang penanganan kebakaran juga menjadi bagian penting dari keselamatan motor listrik. Mengapa APAR Konvensional Tidak Cukup? Alat pemadam api ringan (APAR) konvensional, seperti jenis POWDER atau FOAM (Busa), seringkali kurang cocok untuk kebakaran baterai lithium. POWDER: Digunakan untuk kebakaran biasa, fungsinya memutus rantai api, namun kurang efektif untuk Baterai Lithium. FOAM: Digunakan untuk kebakaran minyak (BBM), fungsinya membentuk lapisan untuk memutus suplai oksigen dan mendinginkan permukaan, namun juga kurang cocok untuk Baterai Lithium. Agen Khusus Pemadam Kebakaran Baterai Lithium (AF31) Untuk kebakaran Baterai Lithium, dibutuhkan agen khusus seperti AF31. Fungsi Utama AF31: Mendinginkan sel (untuk menghambat thermal runaway), membentuk lapisan protektif, dan mencegah penyalaan ulang. Cara Penggunaan: AF31 harus disemprotkan secara berkala untuk menekan thermal runaway agar kebakaran dapat dikendalikan. Kesimpulan: Komitmen Tanpa Kompromi terhadap Keselamatan Keselamatan baterai kendaraan listrik adalah cerminan dari desain yang teliti dan pemilihan material yang bertanggung jawab. Cara memilih baterai motor listrik aman harus didasarkan pada kriteria berikut: Kepatuhan Standar: Memastikan produsen patuh pada standar internasional (UN 38.3) dan nasional (SNI 8872). Pemilihan Kimia Terbaik: Memilih jenis kimia yang paling stabil, yaitu LFP, yang memiliki stabilitas kimia superior, titik thermal runaway yang lebih tinggi, dan tidak melepaskan oksigen internal saat panas, dibandingkan NMC. Sistem Proteksi: Memastikan adanya sistem proteksi internal terhadap short circuit, over voltage, dan over current. Seperti yang ditekankan oleh Yosafat Heru, komitmen tanpa kompromi terhadap keselamatan, mulai dari tingkat sel hingga desain pack, adalah kunci bagi brand Indonesia untuk membangun kepercayaan pengguna. Dengan memahami dan menerapkan kriteria ini, konsumen dapat memilih motor listrik yang tidak hanya efisien tetapi juga aman secara operasional. Artikel terkait Perbandingan Sewa Baterai vs Beli Baterai Motor Listrik, Keputusan Finansial Terbaik Jangka Panjang Mobil Listrik 10 December 2025 Motor Listrik Polytron Ganas! Penjualan Tembus 40.000 Unit, Dominasi Jakarta dan Jawa Tengah Berita Otomotif 11 December 2025 Polytron Siapkan Mobil Listrik Baru CKD 2026, Bidik TKDN 60%, Tantang Merek China Berita Otomotif 20 January 2026 ✕ Mari terhubung di Whatsapp Kami melindungi informasi pribadi Anda sesuai dengan Kebijakan Perlindungan Data Pribadi Saya setuju dengan Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi Mobil123.com Saya bersedia dihubungi oleh Mobil123.com dan penjual mobil, afiliasi bisnis, dan mitranya. Lihat penawaran mobil terbaik! Prev Next Penawaran special - hubungi sekarang! hari jam Hrg. Psrn. I Tag Terkait baterai motor listrik Polytron
Perbandingan Sewa Baterai vs Beli Baterai Motor Listrik, Keputusan Finansial Terbaik Jangka Panjang Mobil Listrik 10 December 2025
Motor Listrik Polytron Ganas! Penjualan Tembus 40.000 Unit, Dominasi Jakarta dan Jawa Tengah Berita Otomotif 11 December 2025
Polytron Siapkan Mobil Listrik Baru CKD 2026, Bidik TKDN 60%, Tantang Merek China Berita Otomotif 20 January 2026
Kia Makin Serius di Indonesia: Target Punya 100 Diler dan Jual 40 Ribu Mobil pada 2030 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Kia makin serius di Indonesia. Prinsipal mereka di Korea Selatan kini turun tangan langsung melalui PT Kia Sales Indonesia. Target-target ...
833 Ribu Mobil Laku di RI 2025, Ada Kejutan di Daftar Merek Mobil Terlaris! Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Sebanyak 833 ribu unit mobil laku terjual di Indonesia sepanjang 2025. Tahun ini, ada kejutan di daftar 10 merek mobil terlaris. Menurut ...
Salut! Daihatsu 17 Tahun Jadi Merek Mobil Terlaris Kedua di Indonesia Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 JAKARTA – Daihatsu mempertahankan status mereka sebagai merek mobil terlaris kedua di Indonesia selama nyaris dua dekade. Target Daihatsu tercapai. ...
Bocoran Pertama Soal Mobil Baru Chery pada 2026 Berita Otomotif Insan Akbar | 15 January 2026 TANGERANG – Chery sudah memberikan bocoran pertama terkait rencana peluncuran mobil baru mereka di Indonesia pada 2026. Great Regional Manager PT ...