Gaikindo Kejar Penerapan Euro 4

Berita Otomotif

Gaikindo Kejar Penerapan Euro 4

JAKARTA – Gaikindo mengakui bahwa saat ini Indonesia telah tertinggal dengan negara-negara lain terkait dengan standar emisi gas buang.

Saat ini, Indonesia masih menggunakan standar emsisi gas buang Euro 2 sementara negara-negara lain telah Euro 4 dan 5. Kettinggalan ini, menurut Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, merupakan kerugian bagi bangsa Indonesia.

“Kondisi ini merupakan dilema buat kita. Karena kami ingin menggarap pasar ekspor. Tapi kalau kita mau ekspor, kendaraan-kendaraan tersebut harus memenuhi standard Euro 4, sementara pasar domestik masih menggunakan Euro 2. Itu berat buat kami karena harus mengurus 2 produk sekaligus,” ungkapnya.

Ketertinggalan Indonesia pada kemajuan teknologi gas buang pun berdampak panjang. Hal ini dikarenakan teknologi kendaraan telah semakin maju. Teknologi hybrid, mobil listrik dan sebagainya telah ada di negara-negara lain namun urung masuk ke Indonesia.

“Prinsipal-prinsipal kami memang sudah ke arah sana, tapi semua kembali ke peraturan di Indonesia. Kalau kita masukkan kendaraan Euro 4 atau lebih, dengan kondisi bahan bakar minyak (BBM) yang ada di Indonesia ini, kami akan mengalami kesulitan. Jadi yang ada, kami harus modifikasi terlebih dahulu dengan bahan bakar domestik,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa anggota-anggota Gaikindo ingin memproduksi kendaraan-kendaraan terbaik di Indonesia.

“Kami ingin memproduksi kendaraan-kendaraan ramah lingkungan dan hemat BBM. Jadi selain kami memberikan kendaraan yang bagus dan baik untuk lingkungan,”  tambahnya.

Kejar 2020
Gaikindo pun telah melakukan berbagai langkah agar aturan standar gas buang menjadi Euro 4. Di antaranya adalah dengan menemui kementerian-kementerian terkait seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Untuk itu, Ia pun berharap pada tahun 2018 atau paling lama tahun 2020, Indonesia sudah resmi menerapkan peraturan Euro 4.

“Kami akan fokus ke sini (Euro 4) terlebih dahulu. Karena kalau mau menggunakan kendaraan berteknologi tinggi seperti hybrid, bahan bakarnya pun harus bagus. Sekarang Pemerintah untuk bahan bakarnya Euro 2 saja masih belum jelas. Banyak sekali BBM yang dijual Pemerintah belum sesuai standard Euro 2. Ini yang harus diselesaikan.”

“Kami sudah siap untuk masuk ke Euro 4, tinggal perlu waktu untuk mengubah basis produksi. Kita siapkan 2 tahun kemudian kita akan jalan. Tapi Kalau mau jalan, jangan setengah-setengah. Begitu programnya jalan, BBM-nya bukan Euro 4, nanti mobilnya mogok di jalan, emisinya pun tinggi. Ngapain pakai mobil mahal tapi emisinya tidak bagus?” pungkasnya.

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support