Ekspansi Besar-Besaran! Jaringan Diler BYD Melonjak Jadi 150 Cabang pada 2026

Mobil Listrik

Ekspansi Besar-Besaran! Jaringan Diler BYD Melonjak Jadi 150 Cabang pada 2026

JAKARTA – Pergerakan BYD di pasar otomotif Indonesia tampaknya belum akan melambat. Setelah mencatat peningkatan signifikan dalam jaringan diler sepanjang 2025, perusahaan kendaraan listrik raksasa asal Tiongkok itu bersiap mengeksekusi ekspansi yang jauh lebih agresif pada tahun mendatang.

Selama 2025, jumlah diler resmi BYD di Indonesia tercatat telah mencapai 80 cabang, melonjak hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 34 cabang. Namun angka tersebut ternyata baru permulaan. BYD memastikan bahwa target 150 cabang akan dikejar pada 2026 sebagai bagian dari strategi memperluas akses kendaraan listrik di Tanah Air.

Ekspansi Nasional: Dari Jabodetabek ke Seluruh Indonesia

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menjelaskan bahwa mayoritas diler saat ini memang masih terpusat di wilayah Jabodetabek. Namun kondisi ini akan berubah drastis dalam satu tahun ke depan.

“Saat ini jaringan diler kami kebanyakan baru di Jabodetabek, tetapi tahun depan kita akan ekspansi lebih ke berbagai daerah sehingga masyarakat luas dapat menikmati BEV BYD,” ungkap Eagle Zhao.

Langkah ini dilakukan karena permintaan kendaraan listrik di berbagai daerah terus meningkat, sejalan dengan tren adopsi BEV yang tumbuh pesat dalam tiga tahun terakhir.

Lonjakan Market Share BEV di Indonesia

Perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia juga menjadi salah satu alasan di balik percepatan ekspansi BYD. Eagle Zhao menyoroti pertumbuhan signifikan pangsa pasar BEV nasional yang meningkat jauh lebih cepat dibanding beberapa negara besar.

“Dua tahun lalu market share BEV baru 2 persen, kemudian naik menjadi 5 persen, dan sekarang sudah 12 persen hanya dalam 3 tahun,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa wilayah Jabodetabek menyumbang lebih dari 25 persen pasar BEV nasional, atau berarti 1 dari 5 mobil baru yang terjual di kawasan tersebut sudah merupakan kendaraan listrik murni.


Zhao bahkan membandingkan percepatan pasar Indonesia dengan Tiongkok, negara yang dianggap sebagai kiblat kendaraan listrik dunia.

“Perjalanan dari 2 persen ke 12 persen di Indonesia hanya perlu waktu dua tahun. Di China saja butuh setidaknya lebih dari delapan tahun.”

Selain itu, merek-merek asal Tiongkok kini menguasai sekitar 68 persen pangsa pasar BEV global, mengukuhkan posisi mereka sebagai pemain dominan dalam industri kendaraan listrik.

Rekor Penjualan BYD di 2025

Pertumbuhan pasar dalam negeri turut membawa BYD mencetak prestasi menjelang akhir 2025. Berdasarkan data internal perusahaan, BYD telah memasarkan 47.300 unit kendaraan listrik dari Januari hingga November 2025.

Bahkan pada beberapa bulan terakhir, penjualan BYD mencapai 10 ribu unit BEV per bulan, sebuah rekor baru bagi produsen tersebut.

“Lebih dari 57 persen pangsa pasar BEV dari Januari hingga Oktober 2025 berada di tangan BYD, dan pada November pertumbuhan pasar BEV nasional mencapai 15 persen,” tambah Zhao.

Menurutnya, perkembangan pesat ini juga dipengaruhi oleh kian luasnya ekosistem pendukung BEV mulai dari charging station, layanan purnajual, hingga edukasi publik.

Komitmen Pengembangan Ekosistem & Infrastruktur

Tidak hanya memperluas jaringan diler, BYD juga menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang menyeluruh di Indonesia.

“Sejak pertama kali membangun diler, kami sudah menyediakan fasilitas stasiun pengisian daya. Kami juga bekerja sama dengan PLN untuk penyediaan home charger,” jelas Zhao.

Langkah ini dilakukan agar pengguna BEV dapat semakin mudah dalam melakukan pengisian daya baik di rumah maupun area publik.

BYD juga menegaskan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu basis produksi penting untuk pasar regional, sejalan dengan pembangunan pabrik yang kini tengah berlangsung.

Update Proyek Pabrik BYD Indonesia: Kapasitas 150.000 Unit per Tahun

Salah satu agenda besar BYD di Indonesia adalah pendirian pabrik berinvestasi Rp11,2 triliun, yang digadang-gadang bakal menjadi fasilitas produksi BEV terbesar di Asia Tenggara.

Kapasitas Produksi Ditargetkan 150 Ribu Unit

Head of PR & Government Relations BYD Indonesia, Luther T. Panjaitan, mengonfirmasi bahwa pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun.

Hal ini menandai langkah serius BYD untuk memperkuat rantai pasok, menekan biaya produksi, dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Namun, Luther menegaskan bahwa tidak semua model BYD otomatis akan diproduksi di pabrik baru tersebut.

“Tidak harus semuanya diproduksi di sini. Aturannya, komitmen produksi berlaku untuk model dengan spesifikasi motor dan kapasitas baterai yang sama atau lebih tinggi dari model yang diimpor," tegas Luther.

Artinya, BYD memiliki fleksibilitas dalam menentukan model mana yang akan dirakit secara lokal, tergantung kebutuhan pasar dan kesesuaian lini produksi.

Model Apa yang Akan Dirakit? Masih Dirahasiakan


Mengenai model pertama yang akan diproduksi di Indonesia, BYD belum memberikan jawaban final.

“Belum bisa kami tetapkan. Prinsipnya, di industri otomotif, model dengan volume terbesar biasanya yang diproduksi domestik terlebih dahulu,” jelas Luther.

Saat ini, BYD memiliki beberapa model dengan penjualan terbesar, seperti:

  • BYD Atto 1
  • BYD M6
  • BYD Seallion 7

Ketiga model tersebut berpotensi menjadi kandidat rakitan lokal, mengingat kontribusinya 
terhadap volume penjualan BYD sepanjang 2025.

“Volume terbesar saat ini ada Atto 1, M6, dan Seallion 7. Tentunya ini akan kami optimalkan," beber Luther.

Kesimpulan: 2026 Jadi Tahun Penting bagi BYD di Indonesia

Dengan target 150 diler, pembangunan fasilitas produksi berkapasitas 150.000 unit per tahun, serta pertumbuhan penjualan yang terus melesat, tahun 2026 berpotensi menjadi titik perubahan besar bagi BYD di Indonesia.

Ekspansi ini tidak hanya memperkuat posisi BYD sebagai pemimpin pasar BEV dalam negeri, tetapi juga berpotensi menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Jika tren pertumbuhan dan investasi ini berlanjut, konsumen akan memiliki akses lebih mudah terhadap kendaraan listrik, layanan purna jual, serta infrastruktur pendukung yang semakin lengkap dalam beberapa tahun ke depan.

FAQ

Berapa jumlah diler BYD saat ini di Indonesia?

Pada tahun 2025, BYD telah memiliki 80 diler di seluruh Indonesia, naik dari 34 diler pada tahun sebelumnya.

Berapa target jumlah diler BYD tahun depan?

BYD menargetkan jaringan diler mencapai 150 cabang pada tahun 2026, sebagai bagian dari strategi ekspansi nasional.

Mengapa BYD melakukan ekspansi diler secara besar-besaran?

Karena permintaan BEV tumbuh pesat, terutama di luar Jabodetabek. BYD ingin memperluas jangkauan pelayanan dan mempermudah konsumen dari berbagai daerah mengakses produk mereka.

Bagaimana perkembangan pasar BEV di Indonesia?

Dalam tiga tahun terakhir, pangsa pasar BEV meningkat dari 2% → 5% → 12%. Pertumbuhan ini jauh lebih cepat dibanding Tiongkok yang membutuhkan 8 tahun untuk mencapai level serupa.

Berapa kontribusi Jabodetabek terhadap pasar BEV nasional?

Wilayah Jabodetabek menyumbang lebih dari 25% penjualan BEV nasional artinya 1 dari 5 mobil baru di kawasan ini adalah BEV.

Berapa total penjualan BYD sepanjang Januari–November 2025?

BYD mencatat penjualan 47.300 unit BEV, bahkan beberapa bulan terakhir mencapai 10.000 unit per bulan.

Apa saja langkah BYD dalam membangun ekosistem BEV di Indonesia?

BYD terus menambah:

  • Stasiun pengisian daya di jaringan diler
  • Kerja sama dengan PLN untuk penyediaan home charger
  • Layanan purnajual dan jaringan bengkel
  • Edukasi publik terkait penggunaan BEV

Berapa nilai investasi pabrik BYD di Indonesia?

Total investasi pembangunan pabrik mencapai Rp11,2 triliun.

Berapa kapasitas produksi pabrik BYD?

Pabrik tersebut akan mampu memproduksi 150.000 unit per tahun.

Apakah semua model BYD akan diproduksi di Indonesia?

Tidak. Produksi lokal hanya diwajibkan untuk model dengan spesifikasi motor dan kapasitas baterai setara atau lebih tinggi dibanding model impor.

Model BYD apa yang kemungkinan besar dirakit di Indonesia?

Belum diputuskan, namun kandidat yang paling mungkin adalah model dengan volume penjualan tertinggi, seperti: BYD Atto 1, BYD M6, dan BYD Seallion 7.

Kapan pabrik BYD mulai memproduksi kendaraan?

Jadwal resmi belum diumumkan, namun proses persiapan produksi lokal sudah berjalan seiring pengembangan fasilitas pabrik.
 

[Ryn/YS]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<




Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang