Dua Fitur ini Selamatkan Ribuan Nyawa, Sayang di Indonesia Belum Maksimal

Berita Otomotif

Dua Fitur ini Selamatkan Ribuan Nyawa, Sayang di Indonesia Belum Maksimal

ARLINGTON - Fitur keselamatan Lane Departure Warning dan Blind Spot Detection telah terbukti efektif mengurangi tingkat kecelakaan kendaraan menurut Insurance Institute for Highway Safety (IIHS).

Lane Departure Warning telah menjadi fitur standar di mobil-mobil premium hingga saat ini. Fitur keselamatan ini telah terbukti mampu menekan angka kecelakaan yang mengakibatkan kematian.

Menurut data yang diperoleh IIHS, fitur keselamatan ini mampu mengurangi tingkat kecelakaan hingga 18 persen dan mengurangi tingkat cidera ketika kecelakaan terjadi hingga 24 persen. Dengan kata lain seluruh penumpang dalam mobil yang telah dilengkapi fitur ini tidak akan mengalami cidera serius jika terjadi kecelakaan.

Menurut data kepolisian Amerika Serikat pada 2015, telah terjadi kecelakaan sebanyak 85.000 dan lebih dari 55.000 penumpang tidak mengalami cidera akibat adanya fitur tersebut.

Lane Departure Warning

“Ini merupakan bukti pertama bahwa Lane Departure Warning bekerja sangat efektif untuk menghindari terjadinya kecelakaan di jalanan Amerika Serikat. Teknologi ini telah terbukti mampu menyelamatkan banyak nyawa manusia,” tutur Jessica Cicchino, Vice President for Research Insurance Institute for Highway Safety.

Sedangkan untuk fitur Blind Spot Detection mampu mengurangi tingkat kecelakaan ketika mobil akan berpindah jalur. Fitur ini ini mampu mengurangi kecelakaan hingga 14 persen dan mengurangi resiko cidera fatal hingga 23 persen.

IIHS telah melakukan uji coba dengan fitur keselamatan canggih ini dengan menggunakan beberapa brand mobil ternama. Fitur ini mampu memberikan peringatan melalui visual kepada pengemudi sebelum melakukan perpindahan jalur.

Fitur ini diklaim sangat terasa ketika masyarakat melakukan perjalanan di jalan bebas hambatan dan jalan pegunungan.

Blind Spot Detection

“Blind Spot Detection mampu memberikan berbagai informasi kepada pengemudi. Fitur ini tetap membutuhkan perhatian dari pengemudi sebelum melakukan keputusan ketika ingin melakukan perpindahan jalur,” tambah Cicchino.

IIHS berharap semua masyarakat dapat menggunakan mobil-mobil yang telah dilengkapi dengan fitur keselamatan tersebut. Sehingga tingkat kecelakaan dari tahun ke tahun dapat semakin berkurang.

Di Indonesia, dua fitur ini hanya ada di mobil-mobil tertentu atau kelas premium. Belum lagi infrastruktur jalan di Indonesia yang belum semua memiliki kelengkapan guna menunjang bekerjanya fitur tersebut, masih butuh waktu. [Amo/Ari]



Amos Arya

Amos Arya

Penyuka otomotif yang ingin mengungkap keunikan dan keseruan seputar otomotif


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual