Dicari, Lebih Banyak Lawan untuk Toyota Kijang Innova

Berita Otomotif

Dicari, Lebih Banyak Lawan untuk Toyota Kijang Innova

JAKARTA – Toyota Kijang Innova hampir tidak memiliki kompetitor dari merek lain di kelasnya. Kendaraan yang sudah hadir di Indonesia selama puluhan tahun ini pun menjadi pemimpin segmen yang amat mendominasi, jika melihat data yang ada.

Kijang Innova saat ini berada di kelas multi purpose vehicle (MPV) medium. Toyota sendiri, pada 15 Oktober 2020 kemarin, baru saja meluncurkan versi facelift-nya.


Banderolnya, per November 2020, menurut situs resmi Toyota Indonesia masih belum berubah. Kisaran harga on-the-road (OTR) Jakartanya masih Rp 337,6 – 495,7 juta.

Dengan harga tersebut, tipe terendah Kijang Innova belum punya Start/Stop Button. Sebagai pembanding, model Toyota lain di kelas SUV low yang banyak pemain, Rush, sudah punya fitur ini meski berharga lebih rendah dari itu.

Penantang Kijang Innova di kelas MPV medium dengan rentang harga Rp 300 – 400 jutaan sendiri saat ini tidak banyak. Pesaing dari merek lain untuk model yang memiliki bonnet (memiliki  ‘hidung’—Red) layaknya desain Kijang Innova hanyalah MPV China Wuling Cortez CT.


Satu model lain yang bisa disebut adalah Sienta, tapi kendaraan seharga OTR Jakarta Rp 247,75 – 313,55 juta ini juga milik Toyota dan tidak dihadirkan untuk menyaingi Kijang Innova. Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM), dalam suatu kesempatan pada 2019 pernah menjelaskan Sienta mengisi celah antara Avanza di segmen MPV low dan Kijang Innova di segmen MPV medium.


Dalam konferensi pers peluncuran Kijang Innova facelift pada 15 Oktober 2020, Mobil123.com menanyakan soal minimnya pesaing dari model satu ini di kelas MPV medium. Anton Jimmi mengakui kompetitor satu segmen memang sedikit sekali, tapi dia mengaku Kijang Innova mendapat persaingan dari model-model SUV dengan harga mirip.

“Yang membuat segmentasi-segmentasi seperti MPV medium itu, kan, kita-kita. Kalau konsumen tidak seperti itu. Kalau bicara (penantang) Kijang Innova di MPV medium memang tak banyak. Tapi kalau konsumen, saat mempertimbangkan beli model atau tipe apa tidak hanya lihat MPV medium. Mungkin juga SUV. Itu juga mereka pertimbangkan. Walaupun akhirnya tetap membeli Innova,” aku dia.

Berdasarkan data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) Januari – September 2020 mencapai 18.554 unit. Cortez CT, di sisi lain, terpaut jauh dengan 670 unit.

Henry Tanoto, Wakil Presiden Direktur TAM, mengatakan Kijang Innova memang pemimpin dominan di segmen MPV medium. Namun, menurut dia, bukan berarti mereka duduk tenang karena pengembangan produk dan layanan terus dilakukan.

“Fokus kami juga bukan produk saja. Layanan-layanan kami juga berikan. Itu kebutuhan masyarakat otomotif di Indonesia,” tegasnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar