Daihatsu-Toyota Masih Terus Kembangkan Mobil Murah Baru, Ini Bocorannya

Berita Otomotif

Daihatsu-Toyota Masih Terus Kembangkan Mobil Murah Baru, Ini Bocorannya

MANADO/JAKARTA – Daihatsu dan Toyota masih terus menjalankan proyek mobil murah untuk negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sekadar mengingatkan, keduanya menggelar proyek mobil murah untuk negara-negara berkembang melalui Emerging-market Compact Car Company (ECCC).

ECCC dibentuk sejak 2017 setelah Toyota Motor Corporation (TMC) mengakuisisi secara penuh saham Daihatsu Motor Corporation (DMC).

Sampai sekarang, ECCC disebut terus berjalan. Meski demikian, menurut Marketing and Corporate Planning Director PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani, progresnya terhambat oleh pandemi Covid-19.

“Grup yang menangani negara-negara berkembang itu masih ada. Masih berdiskusi dengan kami. Cuma, ya, pergerakannya tidak agresif untuk sekarang. Dalam merealisasikannya, kan, semua faktor mesti kami perhatikan,” ucap dia di sela-sela Media Test Drive Daihatsu Sirion Facelift, 21-23 Juni 2022 di Manado, Sulawesi Utara.

Indonesia ia sebut masih menjadi fokus utama dari ECCC. Negeri ini pun tetap direncanakan sebagai basis produksi untuk mobil kompak berharga terjangkau dari kedua merek.

“Kalau mobil kompak kelas A itu mereknya dua, Daihatsu dan Toyota. Sekarang, kan, sudah begitu dan masih akan tetap begitu. Nanti, yang mobil di kelas B umumnya Toyota, tapi Daihatsu juga ada,” papar Agung.

Sejauh ini, Toyota-Daihatsu sudah berkolaborasi melahirkan lima model di Indonesia yang seluruhnya diproduksi oleh ADM. Di kelas A, ada Toyota Agya-Daihatsu Ayla maupun Toyota Calya-Daihatsu Sigra yang menempati segmen low cost green car (LCGC).

Sementara itu, di kelas B, ada Toyota Avanza-Daihatsu Xenia, Toyota Rush-Daihatsu Terios, juga Toyota Raize-Daihatsu Rocky.

ECCC, lanjut Agung, masih mempelajari segmen-segmen baru yang berpotensi untuk dimasuki. Apalagi, pergeseran tren dari multi purpose vehicle (MPV) ke sport utility vehicle (SUV) sedang terjadi pula di Indonesia.

Bahkan, model-model SUV kini telah menjadi mobil yang paling banyak dibeli di Tanah Air. Padahal, beberapa tahun lalu, MPV masih menempati takhta tersebut.

“Bayangkan, dalam hitungan dua tahun bergeraknya begitu cepat. Jadi, saya rasa riset ini butuh waktu dan kehati-hatian. Masyarakat sendiri masih menata diri mereka di dalam periode pascaCovid-19. Termasuk daya beli mereka dan itu merupakan aspek terpenting,” papar Agung.

>>>>> Cek deretan mobil Toyota Avanza bekas daerah Semarang berkualitas di sini.

Marketing Director PT. Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan salah satu faktor penting agar mereka tetap menjadi merek mobil terlaris di Indonesia adalah kelengkapan produk.

Model-model yang diluncurkan oleh Toyota harus dibutuhkan masyarakat dan mengikuti tren. Oleh karena itu, studi pengembangan model baru maupun penyempurnaan model-model yang sudah ada harus dilakukan.

“ECCC salah satu bagian dari Toyota yang mengerjakan itu. Tapi tidak hanya mereka, masih banyak divisi lainnya yang melakukan itu juga,” tukas Anton usai Media Test Drive Toyota Veloz, 30 Juni 2022 di Jakarta. [Xan/Ses]



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang