Contact Center Pertamina Raih 8 Penghargaan, ORI Beri Apresiasi

Berita Otomotif

Contact Center Pertamina Raih 8 Penghargaan, ORI Beri Apresiasi

JAKARTA – Pekan pertama Agustus 2018 layanan Contact Center PT Pertamina memborong 8 penghargaan dalam The Best Contact Center Indonesia 2018.

Dalam ajang The Best Contact Center Indonesia 2018, layanan Contact Pertamina 1-500-000 yang dikelola oleh Pertamina Contact Center (PCC) berhasil menempati posisi 10 besar dalam perhelatan tahunan itu. Penghargaan tersebut sangat bergengsi karena karena menjadi indikator terhadap penilaian layanan saluran komunikasi pelanggan. Pertamina sendiri, menjadi satu-satunya perusahaan energi yang berhasil masuk dalam posisi 10 besar. Sedangkan yang mendominasi adalah perusahaan perbankan dan asuransi.  

Pertamina meraih penghargaan untuk delapan kategori. Kedelapan kategori tersebut:

  1. Contact Pertamina sebagai ‘Top 10 Winner’
  2. The Best Manager yang meraih Gold Medal (Ika Sulviany Rachman)
  3. The Best Accurate Team yang merebut Platinum Winner (Andi Mukrim & Herman)
  4. The Best Contact Center Operations yang merebut Silver Winner (Team Contact Pertamina).
  5. The Best Social Media dengan meraih Silver Winner (Team Digital Cyber News)
  6. The Best Technology Innovation dengan menyabet Gold Winner (Team CICT)
  7. The Best Agent Inbound yang merebut Gold Medal (Drajad Daru Dewantoro)
  8. The Best Agent Inbound yang meraup Silver Medal (Chairunnissa Septiani Triadi). 

Prestasi ini diapresiasi oleh lembaga pengawas pelayanan publik Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Menurut Komisioner ORI Dadan S. Suharmawijaya, penghargaan tersebut harus menjadi instrumen untuk meningkatkan pelayanan.

"Ini harus diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi BUMN-BUMN lain dalam melaksanakan complain handling,” kata Dadan. 

Layanan contact center, menurut Dadan, memang dibutuhkan bagi seluruh institusi pelayanan publik. Tidak hanya bagi layanan pemerintah namun juga perusahaan yang dalam konteks pelayanan produk ke masyarakat. Begitu juga Pertamina, yang dalam lini bisnisnya banyak bermitra dengan perusahaan swasta, seperti SPBU. Terlebih, lanjut Dadan, karena produk energi memang menyangkut hajat hidup orang banyak. Dan jika terjadi keluhan pelanggan terkait layanan SPBU, maka aduan akan mengarah kepada Pertamina.

Dalam konteks penghargaan menjadi instrumen untuk peningkatan pelayanan, Dadan menegaskan pengelolaan pengaduan adalah bagian tidak terpisahkan dari pelayanan bahkan menjadi roh dari pelayanan.

“Pasalnya, kalau pengaduan masyarakat dikelola dengan baik, institusi atau perusahaan seperti Pertamina akan mendapat masukan untuk peningkatan kualitas produk atau layanan yang diberikan,” kata dia.

Kecenderungan semacam itu, imbuh Dadan, bisa dilihat dari berbagai negara yang sudah maju. Di negara-negara tersebut, pengelolaan pengaduan memiliki beberapa fungsi, di antara fungsi pengaduan itu sendiri, fungsi informasi, dan fungsi interaksi layanan. “Fungsi pengaduan biasanya hanya sekitar 30 persen. Sekitar 60 persen menjadi fungsi informasi dan sisanya adalah fungsi interaksi layanan. Dan semua itu menjadi bagian dari rantai pelayanan, kebutuhannya memang ke arah sana,” imbuhnya. [Idr]

 



Indra Prabowo

Indra Prabowo

Senang menulis mobil dan sepedamotor dari sisi kendaraan itu sendiri hingga perkembangan teknologi. Dia sendiri paling menyukai jika disodorkan SUV untuk dibawa ke mana dia suka, tentu saja medan offroad.


Berita Utama


Komentar