Cara Menanggulangi Mesin Mobil Cepat Panas

Panduan Pembeli

Cara Menanggulangi Mesin Mobil Cepat Panas

Salah satu masalah yang muncul dalam pemakaian mobil adalah mesin yang cepat panas/overheat.

Overheat adalah istilah di mana kondisi mesin mobil berada pada temperatur tinggi yang dikarenakan adanya masalah pada sistem pendinginan mesin, seperti kehabisan cairan pendingin (coolant) atau terjadi masalah pada komponen-komponen sistem pendingin.

Masalah mesin cepat panas ini biasa ditemukan pada mobil-mobil lama. Meskipun begitu, bukan berarti mobil-mobil baru tidak rentan akan masalah ini.

Jika mobil tidak dirawat dengan baik atau dipakai dengan sembarangan, overheat juga akan terjadi pada mesin mobil baru.

Mesin yang panas bisa terjadi pada kendaraan apa saja, dan ini merupakan hal yang berbahaya. Jika panas tetap terjadi, akan menyebabkan pemuaian pada komponen mesin yang mengakibatkan turun mesin.

Jika kendaraan tetap digunakan dalam kondisi ini, ada kemungkinan mesin menjadi mati di tengah jalan, dan tentunya membahayakan pengendara dan orang-orang di sekitar.

Maka dari itu, setiap pemilik mobil perlu mengetahui bagaimana cara menanggulangi kendala mesin panas. Untuk tahu solusi dari masalah mesin cepat panas ini, perlu dipahami terlebih dahulu penyebab-penyebabnya.

Sirkulasi Air dalam Radiator Bermasalah

Fungsi dari radiator adalah untuk menjaga suhu mesin agar tetap stabil dengan mengirimkan cairan pendingin ke mesin. Setiap radiator harus memiliki sirkulasi yang lancar. Jika ada suatu hambatan di dalam radiator, cairan pendingin tidak dapat disalurkan ke mesin dengan baik, menyebabkan mesin memanas.

Kejadian ini umum terjadi pada mobil-mobil berusia tua, walaupun tidak jarang juga terjadi pada mobil-mobil baru. Untuk itu, perlu untuk dilakukan servis radiator secara berkala di bengkel resmi atau bengkel khusus radiator.

Cairan Radiator Salah

Penyebab mesin mobil cepat panas berikutnya masih berkaitan dengan radiator. Kali ini, cairan pendingin radiator yang jadi biang keroknya. Cairan pendingin atau coolant yang digunakan ada kemungkinan tidak tepat.

Air yang dimasukkan ke dalam radiator bukanlah air sembarangan. Air biasa memiliki kemungkinan mengandung kotoran dan logam serta mineral yang bisa menimbulkan endapan di dalam radiator. Endapan ini yang menyebabkan gangguan sirkulasi seperti yang disebutkan sebelumnya.

Solusi dari penyebab ini adalah dengan menghindari menggunakan air biasa dan menggunakan cairan khusus pendingin mesin coolant. Selain itu, penambahan air radiator yang rutin dan tepat juga penting untuk dilakukan. Dengan begitu, radiator bisa bekerja dengan baik.

Selang Radiator Bocor

Hal lain yang sering menjadi penyebab panasnya mesin mobil adalah adanya kebocoran pada bagian selang radiator. Dengan kebocoran selang ini, air radiator akan berkurang dengan cepat sehingga pendinginan mesin tidak berjalan dengan baik.

Beberapa alasan dibalik bocornya selang radiator di antaranya karena penempatan selang yang kurang pas, bagian sambungan yang tidak kencang, selang yang sudah lama mengeras sehingga muncul keretakan, dan lain sebagainya.

Solusi untuk masalah selang radiator yang bocor adalah menggantinya dengan selang yang baru. Tidak disarankan untuk menggunakan mobil tersebut jika selang radiatornya dalam keadaan bocor. Pastikan masalah tersebut sudah diatasi sebelum mobil digunakan kembali.

Karet Tutup Radiator Rusak

Komponen penting lain yang terkait dengan sistem radiator adalah tutup yang terbuat dari karet. Tutup ini berfungsi untuk menjaga tekanan air di dalam radiator agar tetap stabil.

Sama halnya dengan selang radiator, jika bagia tutup ini rusak, air pendingin di dalam radiator akan keluar. Semakin lama penggunaan mobil menyebabkan tutup karet terpapar suhu panas, sehingga tutup karet mengeras dan berpotensi terjadi keretakan.

Untuk itu, pengecekan tutup radiator perlu dilakukan. Pengecekannya dilakukan dalam keadaan mesin dingin agar air panas tidak menyembur. Tutup karet yang sudah getas hanya bisa diganti dengan yang baru agar tetap kencang menutup.

Water Pump rusak

Pada setiap radiator terdapat komponen yang disebut dengan water pump. Sesuai namanya, Komponen memiliki fungsi sebagai pompa air radiator sehingga sirkulasinya berjalan baik. Dengan komponen inilah air bisa terus berputar di seluruh radiator.

Jika water pump ini rusak, cairan pendingin tidak dapat didistribusikan sehingga tidak ada pendinginan pada mesin, menyebabkan mesin menjadi panas.

Kemungkinan komponen ini rusak itu kecil, biasanya terjadi pada mobil-mobil lama karena sudah berkarat atau penguncinya yang rusak.

Salah satu cara mengatasi masalah water pump yang rusak adalah dengan mengganti baru. Ada kemungkinan juga kalau kerusakannya hanya ada pada penguncinya. Apabila begitu, mengganti penguncinya saja sudah cukup.

Kipas Radiator Mati

Kipas radiator berposisi di belakang radiator dan di sebelah kipas putaran mesin. Komponen ini berfungsi untuk membuang udara panas yang dihasilkan oleh mesin.

Kipas radiator ini bisa rusak dengan kondisi belt kipas yang putus atau bagian karet yang sudah keras terkena karat. Jika kipas ini rusak, akan timbul kendala pada sinyal yang dikirimkan ke Electric Control Unit (ECU).

Selain itu, panas menjadi menumpuk pada mesin, dan suhu tersebut akan mengalahkan daya serap panas coolant dari radiator, sehingga pendinginan mesin tidak bekerja dengan baik.

Satu-satunya cara memperbaiki kerusakan bagian kipas ini adalah menggantinya dengan kipas yang baru di bengkel resmi.

Thermostat Tidak Berfungsi

Thermostat merupakan komponen yang penting bagi setiap mobil untuk mengukur suhu dalam mesin mobil. Alat ini terhubung langsung dengan sistem pendinginan radiator mesin mobil.

Cara kerjanya sederhana. Ketika suhu pada mesin mobil dingin, thermostat mengatur sirkulasi air pendingin dengan menutup katup dan mengumpulkan cairan pendingin di sekitar mesin. Jika suhu mesin mencapai 85 –90 derajat Celsius, katup akan terbuka dan mengalirkan air pendingin kembali ke radiator. Buka tutupnya katup thermostat ini bersifat otomatis.

Thermostat yang rusak tidak dapat mendeteksi suhu mesin dan mengatur sirkulasi air pendingin. Ada kemungkinan air tidak mengalir ketika suhu mesin sudah panas.

Satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah dengan mengganti yang baru.

Oli Kualitas Buruk

Oli tidak hanya berfungsi sebagai pelumas komponen-komponen mesin, namun juga sebagai pendingin. Panas yang dihasilkan dari komponen mesin yang bergerak diresap oleh oli di sekitarnya.

Penyerapan panas ini tidak akan terjadi apabila oli yang digunakan memiliki kualitas yang buruk. Oli kualitas rendah tidak dapat menahan panas yang berlebihan sehingga oli tersebut menguap, dan volume oli berkurang, menyebabkan mesin menjadi cepat panas.

Maka dari itu, pemilihan oli yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi mobil sangat penting untuk dilakukan. Dengan demikian, performa mobil menjadi semakin maksimal. Selain itu, pengecekan berkala juga diperlukan untuk menghindari adanya kebocoran oli.

BBM yang Digunakan Salah

Satu lagi hal penting yang jarang dipikirkan pemilik mobil adalah bahan bakar yang sesuai dengan mobilnya. Setiap kendaraan memiliki spesifikasi yang menggunakan BBM dengan kadar oktan tertentu. Semakin tinggi oktan BBM, kondisi mesin menjadi semakin terawat.

Tentu saja tidak setiap mobil harus memakai bensin dengan oktan yang tinggi. Meskipun begitu, pemakaian bensin dengan kadar oktan lebih rendah dari yang disarankan bisa menyebabkan mesin mobil cepat panas, dan kemudian membuat mobil knocking.

Agar hal ini tidak terjadi, lebih baik untuk memahami spesifikasi mesin mobil dan mengetahui jenis bensin mana yang cocok dengan mobil. (ABP/Dms)

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru berkualitas <<<<<



Andrew Barnabas Panggabean

Andrew Barnabas Panggabean

Seorang penulis/penerjemah bahasa Inggris. Memulai karier sebagai Content Writer di Gojek (2017-2019), lalu bergabung ke mobil123.com pada Desember 2021.


Berita Utama


Komentar