Cairan Pembersih Tangan dan Tabir Surya Bisa Rusak Interior Mobil

Panduan Pembeli

Cairan Pembersih Tangan dan Tabir Surya Bisa Rusak Interior Mobil

WASHINGTON D.C - Meski baik bagi kulit dan kebersihan, cairan pembersih tangan maupun tabir surya ternyata berpotensi merusak interior mobil dalam jangka panjang.

Bahan kimia yang ditemukan di dalam produk-produk tersebut, menurut Ford, dapat bereaksi terhadap material-material tertentu yang kerap digunakan dalam interior mobil. Hal ini dalam jangka panjang membuat material tersebut rusak jika kontak antara bahan kimia dengan interior terjadi secara rutin dalam waktu lama.

“Produk-produk seperti cairan pembersih tangan, tabir surya, semprotan pengusir serangga bermunculan dengan banyak variasi, seiring perubahan tren pada konsumen. Tapi, produk-produk yang terlihat paling tidak berbahaya sekalipun dapat mencetuskan masalah jika bersentuhan dengan permukaan interior beratus-ratus atau beribu-ribu kali dalam setahun,” ucap Mark Montgomery, Ford of Europe Senior Material Engineer.

Suhu dan Etanol
Semakin panas suhu, semakin cepat pula kerusakan yang diakibatkan senyawa kimia dari benda-benda ini terjadi. Richard Kyle, seorang Material Engineer, menilai para konsumen sebenarnya bisa menghindari kemungkinan tersebut dengan melakukan sedikit ‘pekerjaan detektif’.

Para pemilik kendaraan, lanjut dia, perlu melihat kandungan kimia di dalam produk. Salah satu kandungan yang ia sebut menjadi biang keladi adalah etanol.

“Ada kasus-kasus kerusakan cukup berat di Turki dan kami menelusurinya hingga berkesimpulan bahwa etanol kemungkinan besar menjadi kandungan kimia yang menjadi pemicu. Ada satu merek pembersih tangan terkenal dengan kandungan etanol 80 persen lebih tinggi dari apa pun yang kami pernah lihat sebelumnya. Bagaimanapun begitu kami bisa memastikan zat-zat kimia penyebabnya, kami akan melakukan sesuatu,” papar dia.

Ini diwanti-wanti oleh Ford karena kegemaran masyarakat menggunakan cairan pembersih instan untuk tubuh menunjukkan peningkatan. Berdasarkan satu hasil riset, pasar cairan pembersih tangan di Eropa termasuk yang berbentuk gel, foam dan lap diperkirakan meningkat 60 persen dari 371,92 juta pada 2018 menjadi 593,62 juta pada 2024. Celakanya lagi, banyak di antara produk yang disebutkan mengandung etanol.

Melihat data fakta di atas, tidak ada salahnya Anda berhati-hati ketika menggunakan cairan pembersih tangan di dalam mobil. Setidaknya, pastikan tangan Anda sudah benar-benar kering sebelum menyentuh interior kendaraan. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support