5 Plus-Minus Beli Mobil atau Motor Bekas di Balai Lelang

Berita Otomotif

5 Plus-Minus Beli Mobil atau Motor Bekas di Balai Lelang

JAKARTA – Membeli mobil atau sepeda motor bekas secara lelang adalah salah satu opsi bagi masyarakat. Namun, tentu saja pilihan ini punya keunggulan dan kekurangan yang mesti diketahui.

Balai lelang kendaraan hingga kini didominasi para pedagang kendaraan bekas. Padahal, di sana, pembeli perorangan bisa langsung menawar harga, sehingga berkesempatan mendapatkan harga lebih kompetitif.

“Memang, komposisi bidder (penawar) di lelang didominasi pedagang, orang-orang dealer. Lelang itu bisa dikatakan masih banyak yang B2B (Business to Business) belum B2C (Business to Customer). User (pembeli perorangan) belum banyak yang masuk. Ini sebenarnya salah satu pekerjaan rumah balai lelang dan regulator. Bagaimana user bisa masuk dan ikut,” papar Bady Qadarsyah, Head of Operation Balai Lelang Auksi dalam diskusi virtual Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada Selasa (12/8/2020).

Beli mobil maupun motor secara lelang punya keuntungannya sendiri, tapi ada juga minusnya. Berikut ini adalah plus-minusnya, berdasarkan paparan Bady dari diskusi tersebut:

  1. Cepat dan Efisien
    Proses mendapatkan mobil di lelang amat cepat. Ada puluhan sampai ratusan unit yang ditawarkan dalam satu kali event dan semuanya diselesaikan dalam satu hari. Karena itu, Anda perlu datang saat cek fisik sekitar 2 hari sebelum lelang untuk bisa mengetahui unit mana yang menjadi incaran. Adapun proses pelunasan pembayaran dibatasi 3 – 5 hari, tergantung balai lelangnya.
     
  2. Dijamin Punya BPKB
    Pemerintah telah mengatur segala proses dan ketentuan lelang. Untuk lelang otomotif, setiap kendaraan wajib memiliki BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor). Akan tetapi, tidak semua STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dalam kondisi ‘hidup’. Ada yang sudah ‘mati’ atau malah tidak punya STNK.
     
  3. Fisik Kendaraan Apa Adanya
    Balai lelang mendapatkan unit dari leasing atau perorangan. Mereka pun menjajakan apa adanya, tidak disembunyikan atau dipoles ulang dulu. Itulah gunanya ikut cek fisik sebelum lelang. Pengurusan STNK—jika dokumen itu ‘mati’ atau tidak ada—menjadi tanggung jawab pembeli. Balai lelang maksimal hanya bisa merekomendasikan biro jasa yang bisa membantu.
     
  4. Bisa Dapat Lebih Murah, Bisa juga Tidak
    Membeli kendaraan di balai lelang berpotensi mendapatkan harga yang lebih murah daripada di dealer. Namun, jika sedang sial dan berhadapan dengan dealer mobil bekas besar dengan sokongan leasing kuat, kadang harganya malah bisa lebih tinggi dari harga pasar.
     
  5. Mesti Bayar Tunai
    Satu kekurangan terbesar balai lelang saat ini adalah mereka masih hanya melayani pembayaran secara tunai. Alasannya karena masih ada regulasi di leasing dan balai lelang yang belum dapat ditemukan jalan tengahnya.

Bagi yang tertarik, cara ikut lelang sangat mudah. Konsumen tinggal datang ke pelelangan dan melakukan registrasi, kemudian membayar uang jaminan.

Sang pendaftar lalu akan mendapatkan Nomor Induk Peserta Lelang (NIPL). Satu NIPL berlaku bagi satu unit yang dimenangkan.

Karena itu, konsumen bisa mendapatkan lebih dari satu NIPL jika mengincar lebih dari satu kendaraan, tentunya dengan membayar uang jaminan lebih banyak. Uang tersebut bakal dikembalikan jika penawar tidak mempergunakan NIPL. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar