5 Kesalahan Umum Saat Mencuci Mobil di Rumah, Apakah Itu?

Panduan Pembeli

5 Kesalahan Umum Saat Mencuci Mobil di Rumah, Apakah Itu?

Bagi kalian yang menggunakan mobil setiap hari, kebersihan mobil adalah hal penting yang harus diperhatikan. Agar mobil senantiasa bersih, kita perlu mencuci mobil tiap seminggu sekali. 

Banyak orang mengira mencuci mobil di rumah adalah pekerjaan sederhana yang bisa dilakukan untuk menghemat uang. Itu memang benar, bila cara kita mencuci mobil juga tepat. Sayangnya masih banyak pemilik mobil yang melakukan kesalahan tanpa disadari saat cuci mobil.  

Bagi kamu yang sering mencuci mobil sendiri di rumah, ada baiknya untuk mengetahui cara tepat cuci mobil di rumah. Tujuannya, agar body mobil tetap mulus tanpa cacat yang disebabkan karena metode cuci mobil yang keliru. Akibatnya kita bisa menghabiskan banyak uang untuk body repair karena melakukan kesalahan tersebut.

Apa saja kesalahan yang kerap terjadi saat mencuci mobil di rumah? Berikut ini ulasannya.

1. Menggunakan Cairan Pencuci Piring dan Sabun Deterjen

Faktanya, banyak orang yang percaya bahwa cairan pencuci piring atau deterjen seperti sabun colek memiliki sifat pembersih yang kuat sehingga mudah digunakan saat mencuci mobil. Namun sabun cuci piring atau sabun colek dapat menimbulkan banyak kerusakan pada cat mobil

Ini karena cairan pencuci piring atau sabun cuci seringkali mengandung deterjen dalam jumlah besar dan alkalinitas yang tinggi. Dampaknya menggunakan sabun dan cairan pencuci piring akan menyebabkan lapisan cat mobil cepat memudar.

Selain mengandung kimia yang keras, sabun cuci piring dan detergen juga dapat menyebabkan bagian cat yang terkelupas berkarat. Inilah alasan kenapa body mobil bisa lekas kusam.

Walau mencuci mobil sendiri di rumah, gunakanlah shampo cuci mobil profesional yang dibuat khusus untuk melindungi lapisan cat mobil.

2. Penggunaan Kuas dan Sikat Kasar, Serta Kain Lap yang Asal

Kita biasanya memakai sikat dan kuas untuk membersihkan noda membandel atau noda yang sulit dijangkau. Penggunaan sikat atau jenis kuas yang tidak tepat untuk membersihkan bagian luar dapat membuat lapisan cat mobil rentan terkelupas dan tergores. 

Oleh karena itu, prioritas harus diberikan pada penggunaan sikat yang dirancang khusus untuk membersihkan mobil. Hindari sikat atau kuas yang bulunya terbuat dari bahan kasar.

Pemakaian kain lap yang asal juga masuk dalam poin ini. Menggunakan pakaian bekas yang sobek untuk membersihkan mobil adalah kesalahan yang dilakukan hampir semua orang. 
Sama seperti sikat kasar, lap yang pakai bahan kain kasar bekas spanduk atau baju bekas bisa menyisakan goresan halus di cat mobil.

Sediakanlah minimal tiga lap untuk membersihkan mobil, yaitu satu lap chamois atau kanebo dan dua lap microfiber. Lap chamois merupakan kain lap yang paling baik untuk mengeringkan air di mobil, karena dibuat dari bahan yang lembut. 

Sementara itu dua lap microfiber lainnya digunakan untuk membersihkan body, kaca dan velg mobil. material microfiber dirancang agar tidak menggores body mobil.

3. Lupa Tidak Membersihkan Sisa Air

Karena terburu-buru atau lupa, kita mungkin pernah lupa membilas dna mengelap sisa air setelah mencuci mobil. Poin ini selalu menjadi kesalahan sepele yang berakibat fatal. 

Setelah mobil selesai dicuci, upayakan untuk segera mengeringkan sisa air bilasan yang masih menempel. Jika dibiarkan mengering tanpa dilap, sisa air dan sabun akan menimbulkan belang atau kusam. 

Penjelasannya, butiran air yang tersisa setelah mobil dicuci bersifat seperti kaca pembesar. Ketika dibiarkan mengering karena sinar matahari, bercak sisa air tersebut membuat sinar matahari terfokus pada satu titik. Sinar matahari yang masuk mengikis lapisan terluar dari cat mobil sehingga menyisakan noda belang atau kusam. 

Nah, belang atau waterspot tersebut sangat sulit dihilangkan tanpa bantuan profesional. Kamu memerlukan jasa poles mobil hanya untuk menghilangkan bagian kusam pada mobil.

4. Terlalu Sering Mencuci Mobil Malah Merusak Warna Cat

Mencuci mobil secara terus menerus sangat berbahaya bagi permukaan mobil. Menurut banyak ulasan, mencuci mobil lebih dari sekali dalam seminggu dapat dengan mudah menyebabkan cat mobil cepat memudar dan rusak karena paparan bahan kimia pembersih.

Oleh karena itu jika tidak terlalu kotor, dianjurkan hanya mencuci mobil maksimal seminggu sekali. Jika Anda harus sering mencuci mobil karena sering berkendara, maka harus berhati-hati untuk tidak memakai sembarang shampo yang mengandung deterjen.

Bila memang harus sering dicuci, maka hindari mencuci mobil saat mesin masih panas atau baru tiba dari perjalanan jauh. Selain itu, jangan mencuci di tengah panasnya sinar matahari. Body mobil menyerap panas matahari, dan saat kita menyiramnya dengan air akan menyebabkan suhu berubah secara tiba-tiba. Hal ini memudahkan lapisan cat terkelupas.

5. Gunakan Air Bersih dan Mengalir Saat Membilas

Tak jarang kita malas untuk bolak balik mengambil wadah baru untuk air membilas mobil. Kita pun lantas memanfaatkan ember bekas sabun untuk menyiramkan air bilasan.

Air yang sudah tercampur oleh debu, kotoran atau sisa sabun yang digunakan selama mencuci mobil membawa sisa debu, minyak bahkan kerikil halus yang mengendap. Pisahkan ember yang kalian gunakan untuk menampung air bersih dan air untuk shampo cuci mobil.

Untuk itu dianjurkan menggunakan semprotan air dari selang saat membilas body mobil yang telah dibaluri shampo. Air yang disemprotkan melalui selang akan meluruhkan kotoran yang menempel pada mobil lebih cepat dan tidak bersisa.

Kesimpulan

Nah itu tadi beberapa kesalahan yang mungkin pernah kita lakukan saat mencuci mobil sendiri di rumah. Mungkin kelihatannya sepele, tapi dampaknya merusak lapisan pernis cat mobil jadi kusam. Kita pun harus keluar uang lagi untuk memoles mobil di salon agar cat kembali cerah.  

Tag Terkait



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang